HUBUNGAN SELF ESTEEM DAN TINGKAT STRES DENGAN MEKANISME KOPING PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025

Authors

  • Almeida Sapitri Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Citra Internasional
  • Kgs Muhammad Faizal Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Citra Internasional

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55109

Keywords:

mekanisme koping, self-esteem, tingkat stres, tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Orang yang menderita TB menyebarkan bakteri ini ke udara (misalnya dengan batuk, bersin atau bicara). Penyakit ini tidak hanya menyerang fisik tetapi juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasien, sehingga dapat menyebabkan masalah pada mekanisme koping. Mekanisme koping yaitu strategi adaptif atau maladaptif untuk menghadapi stressor, jika terganggu dapat menghambat kemampuan pasien dalam memecahkan masalahnya secara efektif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Survey Cross Sectional dan Uji Chi-Square dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariat. Dengan menggunakan Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang berobat rawat jalan di poli tb di rumah sakit bakti timah pangkalpinang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 44 orang. Hasil penelitian ini diketahui ada hubungan yang bermakna antara Self Esteem (P Value = 0,003) dan Tingkat Stres (P Value = 0,003) dengan Mekanisme Koping pada pasien tuberkulosis di rumah sakit bakti timah pangkalpinang. Self-esteem rendah dan stres tinggi memiliki hubungan yang signifikan dengan mekanisme koping maladaptif. Oleh karena itu, diperlukan adanya intervensi keperawatan komprehensif yang bertujuan untuk menurunkan stres, meningkatkan self-esteem pasien, serta memperkuat koping adaptif yang berguna untuk mendukung keberhasilan dalam menjalani pengobatan serta kesembuhan pada pasien tuberkulosis.

References

Djabutafuan, A. N., Wahyuni, L., & Virda, E. (2022). Hubungan Lama Pengobatan TB Paru Dengan Tingkat Stress Penderita TB Paru. 1, 1–14. https://doi.org/10.21608/pshj.2022.250026

Kementrian Kesehatan. (2023). Profil Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Muna, L., & Soleha, U. (2018). Motivasi Dan Dukungan Sosial Keluarga Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tb Paru Di Poli Paru Bp4 Pamekasan. Journal of Health Sciences, 7(2), 172–179. https://doi.org/10.33086/jhs.v7i2.506

Nauli, F. A., & Novayelinda, R. (2014). Hubungan Antara Harga Diri Dengan Perilaku Pada Penderita Tuberculosis ( TB ) Paru. 1–7.

Priwijaya, A., Irawan, A., Ayu, O., Manto, D., Kesehatan, F., Pendidikan, /, Keperawatan, S., Universitas, /, Mulia, S., Kampus, I. A., Pramuka, J., 02, N., Banjarmasin, K., & Selatan, K. (2025). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Self Esteem Pada Pasien Tb Paru di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Nursing Applied Journal, 3, 63–73.

Rekam Medis Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpiang. (2024).

Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Lembaga Penerbit Balitbangkes. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf

Saragih, J., & Lismawati. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri Pasien Tb Paru Di Rumah Sakit Tentara Tingkat Iv Pematang Siantar. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 1(1), 9–29. https://doi.org/10.55606/jikg.v1i1.781

Sari, A. K. E. (2018). Hubungan Tingkat Stres Dengan Mekanisme Koping Pada Pasien TB Paru Yang Sedang Menjalani Pengobatan. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Sari, N. P., & Lismayanti, L. (2017). Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, October 2016, 27.

SKI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia. In Kota Kediri Dalam Angka.

World Health Organization. (2024). 2024 Global Tuberculosis (TB) Report. WHO.

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles