ARTIKEL REVIEW : METODE DAN POLIMER YANG DIGUNAKAN PADA DISPERSI PADAT

Authors

  • Fika Nasanda Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adiwangsa Jambi,Jambi, Indonesia
  • Rani Puspita Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adiwangsa Jambi,Jambi, Indonesia
  • Apriyana Apriyana Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adiwangsa Jambi,Jambi, Indonesia
  • Elpa Giovana Zola Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adiwangsa Jambi,Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55104

Keywords:

dispersi padat, laju disolusi, peningkatan kelarutan, polimer pembawa

Abstract

Sistem dispersi padat merupakan teknik formulasi di mana satu atau lebih zat terdispersi dalam suatu matriks atau pembawa pada kondisi padat. Pendekatan ini banyak digunakan karena mampu meningkatkan kelarutan dan laju disolusi suatu senyawa melalui perubahan bentuk fisik, seperti terbentuknya fase amorf atau dispersi molekuler dalam polimer. Dispersi padat biasanya memanfaatkan kombinasi material hidrofobik dengan matriks hidrofilik, di mana polimer berperan sebagai pembawa yang dapat menstabilkan zat terdispersi. Interaksi antara polimer dan zat terdispersi menyebabkan peningkatan fleksibilitas rantai polimer serta mencegah terjadinya kristalisasi ulang. Berbagai metode pembuatan dispersi padat seperti fusion method, solvent evaporation, spray drying, kneading, lyophilization, hingga co-grinding telah dikembangkan untuk memperoleh sistem yang stabil dan memiliki karakteristik disolusi optimal. Selain itu, review ini membahas beragam jenis polimer pembawa yang umum digunakan, termasuk polimer sintetis dan alami yang berperan dalam meningkatkan kelarutan serta performa disolusi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pemilihan metode dan jenis polimer yang tepat sangat menentukan keberhasilan dispersi padat dalam meningkatkan performa formulasi dibandingkan bahan murninya

References

Alkautsar, M., Deanissa, R., Zahira, L., & Sari, A. K. (2022). Peningkatan Laju Disolusi Bahan Aktif Farmasi Dalam Sistem Dispersi Padat Increasing The Dissolution Rate Of Active Pharmaceutical Ingridients In Solid Dispersion Systems. 1(1), 1–7.

Amalia, A., & Yasmin, J. (2023). Sifat Fisikokimia Dan Laju Difusi Patch Transdermal Dispersi Padat Meloksikam Yang Menggunakan Natrium Lauril Sulfat Sebagai Peningkat Penetrasi. 11(2), 36–42.

Aprilianti, H. D., Umar, S., & Zaini, E. (2024). Pengaruh Penyiapan Dispersi Padat Atorvastatin Kalsium-Polivinilpirolidon K-30 ( Pvp K-30 ). 16(1), 43–52.

Fauzi, A., Nawangsari, D., & Samodra, G. (2024). Pengaruh Pemberian Peg 6000 Terhadap Disolusi Tablet Asetosal Dalam Sistem Dispersi Padat. 3(3), 31–44.

Jessica, A., Sari, E., Yenti, R., & Zaini, E. (2023). Pembentukan Dan Karakterisasi Dispersi Padat Kandesartan Sileksetil-Hpmc Dengan Teknik Solvent Co-Evaporation. 71–77. Https://Doi.Org/10.25077/Jsfk.10.1.71-77.2023

Judawisastra, H. (2025). Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung Rekayasa Material.

Listyarini, A., Cahyaningtyas, A. A., & Yuanita, E. (2013). Sintesis Dan Karakterisasi Polimer Blend Poli Butilen Suksinat / Poli Etilen Tereftalat ( Synthesis And Characterization Of Polybutylene Succinate / Polyethylene Terephthalate Polymer Blends ).

Najih, Y. A., Nailufa, Y., Rakhma, D. N., Widjaja, B., & Silviyah, L. (2021). Karakterisasi Sistem Dispersi Padat Meloksikam Dengan Matriks Peg 6000 Dan Poloxamer 188 Dibuat Dengan Menggunakan Metode Peleburan. 6(1), 46–51.

Nasriyanti, D., & Indah, F. (2020). Effect Of Solvents On Aricryl Polymerization And Application In Wood Coatings Pengaruh Pelarut Pada Polimerisasi Aricryl Dan Aplikasinya Dalam Pelapisan Kayu. 5(2), 1–8.

Oktavina, W. R., & Imtihani, H. N. (2023). Formulasi Dan Evaluasi Suspensi Granul Effervescent Ekstrak Kitosan Cangkang Kepiting Bakau ( Scylla Serrata ) Dengan Perbandingan Natrium Bikarbonat Formulation And Evaluation Of Suspension Granule Effervescent Bicarbonate Comparison. 8(2). Https://Doi.Org/10.18860/Jip.V8i2.23533

Putri, A. D. (2023). Review : Pemanfaatan Polimer Alami Dalam Pembuatan Plastik Biodegradble. 12(1), 21–26.

Sadiarti, A. P., Ikasari, E. D., & S, A. A. H. W. (N.D.). Peningkatan Disolusi Nifedipin Dengan Pelarut Pvp K-30 Menggunakan Metode Dispersi Padat. X.

Seftian, M., Laksitorini, M. D., Nanda, T., Sulaiman, S., Farmasi, M. I., Farmasi, F., Gadjah, U., Farmasetika, D., Farmasi, F., & Gadjah, U. (2023). Penggunaan Surfaktan Pada Sistem Dispersi Padat Terner : Manfaat Dan Risiko. 19(4), 474–483.

Sopacua, E. R., Eni, H., & Nirmala, G. S. (2025). Analisis Perbandingan Surfaktan Tunggal Dan Surfaktan-Polimer ( Sp ) Terhadap Penurunan Ift. 5(November), 1304–1313.

Sulistyani, M., & Huda, N. (2018). Indonesian Journal Of Chemical Science Perbandingan Metode Transmisi Dan Reflektansi Pada Pengukuran Polistirena Menggunakan Instrumentasi Spektroskopi Fourier Transform Infrared. 7(2).

Downloads

Published

2026-03-26

Issue

Section

Articles