HUBUNGAN ANTARA POLYCYSTIC OVARIAN SYNDROME DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA USIA 20-35 TAHUN
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55045Keywords:
amenore, gangguan siklus menstruasi, oligomenore, Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), wanita usia suburAbstract
Gangguan siklus menstruasi merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami wanita, dengan prevalensi global diperkirakan mencapai 45%. Ketidakteraturan menstruasi jangka panjang sering kali menjadi indikasi adanya kelainan patologis, salah satunya Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) yang menyebabkan anovulasi kronik dan hiperandrogenisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian PCOS dengan gangguan siklus menstruasi pada wanita usia 20-35 tahun. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik consecutive non-random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Dari 81 subjek studi, didapatkan 24 orang (29,6%) mengalami PCOS dan 57 orang (70,4%) tidak mengalami PCOS. Mayoritas subjek mengalami gangguan siklus menstruasi berupa oligomenore (45,7%) dan amenore (30,9%). Pada analisis bivariat, ditemukan bahwa gangguan siklus menstruasi dialami oleh kelompok PCOS (25,9%) maupun kelompok non-PCOS (55,6%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,534 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kejadian Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dengan gangguan siklus menstruasi pada wanita usia 20-35 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa gangguan siklus menstruasi pada populasi ini bersifat multifaktorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor lain selain PCOS.References
Albin, I., & Handayani, M. (2023). Perdarahan uterus abnormal. Galenical, 2(6), 65-79.
https://doi.org/10.29103/jkkmm.v2i6.10676
Alghani, S. R., Sari, R. D. P., Septiani, L., & others. (2024). Gangguan Siklus Menstruasi. Medula, 14,
587-592. https://doi.org/10.53089/medula.v14i3.1048
Andarini, N. L. Y., Shammakh, A. A., Yumna, N., & others. (2024). Hubungan Indeks Massa Tubuh
(IMT), Siklus Menstruasi Dan Infertilitas Dengan Kejadian Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 2024(19),
689-699. https://doi.org/10.5281/zenodo.14434279
Ansari, N. M., Chatur, V. M., & Walode, S. G. (2022). Amenorrhea: a review. World Journal of
Pharmaceutical Research, 11(1), 460-472. https://doi.org/10.20959/wjpr202211-25113
Arifin Ilham, M., Islamy, N., Hamidi, S., & others. (2023). Gangguan siklus menstruasi pada remaja:
literature review. JPPP, 5(1), 185-192. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i1.1385
Barber, T. M., Hanson, P., Weickert, M. O., & others. (2019). Obesity and Polycystic Ovary Syndrome:
Implications for Pathogenesis and Novel Management Strategies. Sage, 13, 1-9.
https://doi.org/10.1177/1179558119874042
Begum, G. S., Almashaikhi, N. A. T., Albalushi, M. Y., & others. (2024). Prevalence of Polycystic Ovary
Syndrome (PCOS) and Its Associated Risk Factors among Medical Students in Two Countries.
International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(9), 1165.
https://doi.org/10.3390/ijerph21091165
Bickerstaff, H., & Kenny, L. C. (2017). Gynaecology by Ten Teachers. New York: CRC Press.
Fadillah, R. T., Usman, A. M., & Widowati, R. (2022). Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi
Pada Siswi Putri Kelas X Di SMA 12 Kota Depok. MAHESA: Malahayati Health Student Journal,
2(2), 258-269. https://doi.org/10.33024/mahesa.v2i2.5907
HIFERI-POGI. (2016). Konsensus Tata Laksana Sindrom Ovarium Polikistik Himpunan Endokrinologi
Reproduksi dan Fertilitas Indonesia (HIFERI) Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia
(POGI) (A. Hesiantoro, B. Wiweko, & A. K. Harzif, Eds.). Jakarta.
Jabeen, A., Yamini, V., Rahman Amberina, A., & others. (2022). Polycystic Ovarian Syndrome:
Prevalence, Predisposing Factors, and Awareness Among Adolescent and Young Girls of South
India. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.27943
Kurniawati, E. Y., Hadisaputro, S., & Suwandono, A. (2023). Profil klinis wanita dengan sindrom ovarium
polikistik. Media Ilmu Kesehatan, 11(2). https://doi.org/10.30989/mik.v11i2.762
Marlia, T., Nurhaeni, A., Uthami, P. G., & others. (2018). Hubungan indeks masa tubuh (imt) dan tingkat
stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Widya 41 Utama Indramayu tahun 2018.
Jurnal Kesehatan Mahardika, 5(2). https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.43029
Nelson, K., Shirin, S., Kalidasan, D., & others. (2023). Experiences of women living with Polycystic
Ovary Syndrome: A pilot case-control, single-cycle, daily Menstrual Cycle Diary study during the
SARS-CoV-2 pandemic. PLoS One, 18(12). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0296377
Nurpratiwi, Y., Faturohman, C., Rizkitawati, F., & others. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi
polycstic ovarium syndrom (pcos) di rs sentra medika cikarang. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1),
154-161. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.38973
Purwati, Y., & Muslikhah, A. (2021). Gangguan siklus menstruasi akibat aktivitas fisik dan kecemasan.
JKK, 16(2), 217-228. https://doi.org/10.31101/jkk.1691
Rusly, D. K., Rahmayanti, Y., & Fazira, U. (2022). Hubungan siklus menstruasi dengan faktor hirsutisme
dan pcos pada mahasiswi fakultas kedokteran. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 9.
https://doi.org/10.33024/jikk.v9i2.5453
Saini, V. (2010). Molecular mechanisms of insulin resistance in type 2 diabetes mellitus. World Journal
of Diabetes, 1(3), 68. https://doi.org/10.4239/wjd.v1.13.68
Saneba, H. S., Pangastuti, N., & Prawitasari, S. (2022). Hubungan antara stres dan pola menstruasi pada
remaja perempuan sekolah menengah atas negeri di kota yogyakarta. JKR, 8(2).
https://doi.org/10.22146/jkr.65753
Sari, F. H. D. K., P, T. R., & Wahyurianto, Y. (2024). Faktor penyebab ketidakteraturan siklus menstruasi
pada remaja di SMAN 4 Tuban. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(6), 322-329.
https://doi.org/10.5281/zenodo.10642883
Sonata, M. P., & Sianipar, I. M. (2023). Hubungan stres kerja dengan gangguan siklus menstruasi pada
perawat di rumah sakit. Jurnal Ilmu Permas, 13, 329-336.
https://doi.org/10.32583/pskm.v13i1.1028
Villasari, A. (2021). Fisiologi Menstruasi (1st ed.). Kediri: Strada Press.
Winengsih, E., Fitriani, D. A., Stelata, A. G., & others. (2023). Hubungan aktivitas fisik dengan siklus
menstruasi pada mahasiswa kebidanan universitas bhakti kencana bandung. Journal of Nursing
and Public Health, 11, 629-635.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Afifah Zalfa Rahmawati, Raditya Wratsangka

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


