HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA TANJUNG GUNUNG KECAMATAN PANGKALAN BARU
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55021Keywords:
cuci tangan, pengelolahan air, pengelolahan sampah, stuntingAbstract
Faktor yang dapat menyebabkan stunting antara lain adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan berdampak pada tingkat kejadian stunting pada balita disebab ketidak pengelolahan sampah yang baik, dan tidak keteraturannya mencuci tangan sebelum atau sesudah makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuantitatif dan uji T-test dengan hasil berupa Univariat dan Bivariat. Adapun tujuan khususnya yaitu, diketahui hubungan faktor lingkungan terhadap kejadian stunting, Populasi dalam riset ini terdiri dari 363 ibu dengan balita berusia 0 hingga 59 bulan, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 79 ibu dari kelompok tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengelolahan sampah p=0,012 dan Hygiene atau kebiasaan mencuci tangan p=0,001 dengan kejadian stunting di Desa Tanjung Gunung Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa ada hubungan antara Pengelolahan sampah dan Hygiene yang signifikan terhadap kejadian Stunting, dan tidak terdapat hubungan antara pengelolahan air yang signifikan terhadap kejadian Stunting pada balita di Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru. Diharapkan Peneliti selanjutnya lebih disarankan untuk mengkaji faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap kejadian stunting. Bagi keluarga balita yang mengalami stunting agar diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk menghindari terjadinya penyakit infeksi.References
Abidin, K., Ansariadi, A.,& Thaha,I. L. M. (2022). Faktor air, sanitasi dan hygiene terhadap kejadian diare pada balita di permukiman kumuh kota Makassar. Hasanuddin journal of public health,3(3), 301. 311
Abidin, S. W., Haniarti, & Sari, R. W. (2021). Hubungan sanitasi lingkungan dan riwayat infeksi dengan kejadian stunting di kota pare-pare.
Achmad Ali Fikri, Syamsul Arifin, M. F. F. (2021). Hubungan factor kesehatan lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah puskesmas kassi kassi kota makasar.
Adriany, F., Hayana, H., Nurhapipa, N., Septiani, W., & Sari, N.P. (2021). Hubungan sanitasi lingkungan dan pengetahuan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Rambah. Jurnal Kesehatan Global, 4(1), 1-12.
Agustina, N. 2022. Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada Balita. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Al-firdausyah, K. S. P. dkk. 2021. Hubungan sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit.
Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Strategi nasional percepatan penurunan stunting Indonesia 2021-2024. Jakarta: BKKBN.
Hasan, A., Kadarusman, H.,& Sutopo, A. (2022). Air minum, sanitasi, dan Hygiene sebagai factor risiko stunting di wilayah pedesaan. Jurnal kesehatan, 13(2), 299.
Nisa, D. M. K. & Sukesi, T. W. 2022. Hubungan antara kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting di Wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21, 219-224.
Nisa, S. K., Lustiyati, E. D.,& Fitriani, A. (2021). Sanitasi penyediaan air bersih dengankejadian stunting pada balita.
Nurjazuli, Budiyono, Raharjo, M. & Wahyuningsih, N. E. 2023. Environmental factors related to children diagnosed with stunting 3 years ago in salatiga City, Central Java, Indonesia.
Siti Hasanah, S., Nurjanah, N., & Ramadani, D. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita. Jurnal gizi dan Kesehatan Indonesia, 3(1), 45-52.
Wahid, K. (2020). Analisis WASH (water, sanitation, and hygiene). Terhadap kejadian stunting pada balita di kabupaten mamuju.
World Health Organization. (2022) Child growth standards: Length/height-for-age, didefinisikan sebagai tinggi badan anak yang kurang dari -2SD WHO.
Zarkasyi, R., Nurlinda, Sari, R. W.,& Anggraeny, R. (2021). Faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas cangadi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dinda Puspita, Tasya Anggraini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


