GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PANGU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55004Keywords:
Demam Berdarah Dengue (DBD) , pencegahan, perilakuAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Secara global, kasus DBD terus meningkat signifikan sejak 1990 hingga 2013, dengan Asia sebagai wilayah dengan kejadian tertinggi. Di Indonesia, jumlah kasus DBD menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, dengan lonjakan tajam pada 2022 dan tingginya angka kasus serta kematian pada 2023. Pada tahun 2023 tercatat 114.720 kasus dengue dengan 894 kematian. Di Provinsi Sulawesi Utara, terdapat 2.643 kasus DBD dengan 30 kematian, serta menempati peringkat kelima tertinggi Case Fatality Rate (CFR) nasional sebesar 1,14%. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Pangu, Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2025. Populasi penelitian adalah masyarakat Desa Pangu, dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (61,3%). Mayoritas responden juga menunjukkan sikap yang baik (79,6%), sedangkan 20,4% memiliki sikap kurang baik. Namun, pada aspek tindakan, hanya 41,9% responden berada pada kategori baik, sementara 58,1% masih termasuk dalam kategori kurang baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan pengetahuan responden tentang upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue didaaptkan hasil yang paling banyak terdapat pada kategori tinggi. Sikap responden dalam upaya pencegahan Demam Beradrah Dengue didapatkan hasil yang paling banyak terdapat pada kategori baik dan tindakan responden dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue yaitu didapatkan hasil yang paling banyka pada kategori buruk.References
Ariani, A. . (2016). Demam Berdarah Dengue (DBD). Yogyakarta: Nuha Medika.
Azzahra, S. A. (2015). Gambaran Pengetahuan Sikap Dan Tindakan Masyarakat Di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala RW VI Tentang Penyalik Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Makassar Tahun 2015.
Dewi, Shinta Kurnia. 2020. Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah di Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen. Skripsi.. Universitas Muhammadiyah.Surakarta.
Dewi, T. F., Wiyono, J., & Ahmad, Z. S. (2019). Hubungan pengetahuan orang tua tentang penyakit DBD dengan perilaku pencegahan DBD di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Nursing News, 4(1), 348–358. Retrieved from https://doi.org/10.1021/BC0498 98Y
Kolondam, B. P., Nelwan, J. E., & Kandou, G. D. (2020). Gambaran Perilaku Masyarakat tentang Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 1(1).
Lontoh, R. Y., Rattu, A. J. M., & Kaunang, W. P. J. (2016). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Malalayang 2 Lingkungan iii. Jurnal Ilmiah PHARMACON, 5(1), 382–389. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/ind ex.php/pharmacon/article/view/ 11382
Nahumarury, Aisah. N, Ibrahim, Ermiawati. 2013. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan pembverantasan sarang nyamuk Aedes Aegpti dengan keberadaan larva di Kelurahankassi-Kassi Kota Makasar. http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/5668
Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya. Rineka Cipta: Jakarta.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Panungkelan, M. S., Pinontoan, O. R., & Sinolungan, J. S. (2024). Hubungan Perilaku Keluarga Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Dengan Kejadian Dbd Di Kecamatan Wanea. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 2559-2566.
Shueai Al Awfi, M., AL Sharabi, B. A., Al Alimi, A., & Abdo Abkar, M. (2019). Knowledge, Attitudes and Practices Regarding Dengue Fever in a Cohort of Nursing Students. Journal of Advances in Medicine and Medical Research, 29(3), 1–9. https://doi.org/10.9734/jammr/2019/v29i330073
Soentpiet, M. G., Umboh, J. M., & Tatura, S. N. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Anak Di Kabupaten Minahasa Selatan. PREPOTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 8(1), 1198-1206.
Sumarni N, Rosidin U, Witdiawati W. 2019. Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Jentik Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Jayaraga Garut
Suoth, C. R., Mantjoro, E. M., & Nelwan, J. E. (2019). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Dengan Tindakan Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Winangun I Kecamatan Malalayang. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).
Syahrias, L. (2018). Faktor Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Mangsang, Kota Batam. Jurnal Dunia Kesmas, 7(3), 134–141.
Tatura, S. N., Denis, D., Santoso, M. S., Hayati, R. F., Kepel, B. J., Yohan, B., & Sasmono, R. T. 2021. Outbreak of severe dengue associated with DENV-3 in the city of Manado, North Sulawesi, Indonesia.International Journal of Infectious Diseases,106, 185-196
Utami. (2014). Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Masyarakat dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Berkala Epidemiologi, 3(2), 242–253.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Meysi Chateline Mariani Agu, Wulan P. J. Kaunang, Jeini E. Nelwan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


