FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DISTRES SPIRITUAL PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS DI PUSKESMAS MELINTANG KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54964Keywords:
distres spiritual, keadaan keluarga, keadaan psikologis, keadaan sosial, lansia, penyakit kronisAbstract
Distres spiritual adalah kondisi ketika individu kehilangan arti dan harapan hidup sehingga muncul perasaan menyalahkan diri sendiri, orang lain, bahkan Tuhan, dan hal ini kerap dialami lansia dengan penyakit kronis akibat penurunan fungsi organ tubuh; lansia berusia ≥60 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, meski masih aktif bekerja, tetap rentan menghadapi masalah spiritual. Metode dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berdasarkan data statistik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Populasi yaitu lansia yang menderita penyakit kronis dari tahun 2025 di Puskesmas Melintang Kota Pangkalpinang 6 bulan terakhir yaitu 82. Dengan sampel berdasarkan perhitungan besar yaitu 45 orang ditambah drop out 10% yaitu menjadi 50. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keadaan sosial diperoleh nilai p value =0,048 (p<0,05), keadaan keluarga diperoleh nilai p value =0,023 (p<0,05), keadaan psikologis diperoleh nilai p value =0,020 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keadaan sosial, keadaan keluarga, keadaan psikologis dengan distres spiritual pada lansia dengan penyakit kronis di Puskesmas Melintang Kota Pangkalpinang. Kesimpulan menegaskan bahwa kondisi sosial, keluarga, dan psikologis berhubungan bermakna dengan distres spiritual pada lansia penderita penyakit kronis, sehingga disarankan integrasi intervensi spiritual dan dukungan keluarga dalam program kesehatan lansia di puskesmas untuk meningkatkan kualitas hidup.References
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Dai, X., & Shen, L. (2022). Advances and trends in omics technology development. Frontiers in Medicine, 9, 911861
The National Council on Aging. (2025). The top 10 most common chronic conditions in older adults
Elmaghfuroh, D.R., Ahmad Febriansyah, J.,& Catur Agustini R.(2022). Spiritual Well-Being Pada Lansia Dengan Depresi :Studi Kasus. Scientifc Proceedings of Islamic and Complementary Medicine, 1(1), 87-92. https://doi.org/10.55116/spicm.vlil.11
Emilia, N. L., & Lang, L. M. (2024). Pemberdayaan Lansia Melalui Pemberian Terapi Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Kecemasan Dan Meningkatkan Kualitas Tidur. Idea Pengabdian Masyarakat, 5(01), 74–78. https://doi.org/10.53690/ipm.v5i01.364
Kurniawan, A. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Skripsi, Universitas Hasanuddin.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2018). Health psychology: Biopsychosocial interactions (9th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
World Health Organization. (2024). World health statistics 2024: Monitoring health for the SDGs, Sustainable Development Goals. Geneva: WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Afifah Afifah, Nova Mardiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


