FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025

Authors

  • Safitri Safitri Prodi S1 Ilmu Keperawatan, Institut Citra Internasional
  • Hendra Kusumajaya Prodi S1 Ilmu Keperawatan, Institut Citra Internasional

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54957

Keywords:

Kebiasaan merokok, olahraga, stress

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat kurangnya suplai darah pada otot miokard karena penyempitan arteri koroner dan tersumbatnya pembuluh darah jantung yang disebabkan oleh plak aterosklerosis yang menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan oksigen dan permintaan oksigen sehingga sering kali mengakibatkan iskemia. Data Penyakit Jantung Koroner (PJK) didapat data pada tahun 2022 sebanyak 433 pasien, pada tahun 2023 sebanyak 529 pasien, pada tahun 2024 sebanyak 567 pasien dan pada tahun 2025 sampai dengan bulan Juli sebanyak 112 pasien. Tujuan penelitian ini faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menganalisa dengan uji chi square. Populasi adalah semua pasien jantung yang berobat dipoli jantung Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 93 sampel. Hasil Penelitian ini bahwa faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025 adalah kebiasaan merokok (p =0,002), Stres(p =0,020), Olahraga (p = 0,008). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan merokok, tingkat stres, dan kebiasaan olahraga merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif dari tenaga kesehatan melalui edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas fisik, pengendalian stres, serta program berhenti merokok guna menurunkan risiko kejadian penyakit jantung koroner di masyarakat.

References

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2023). KMB: Gangguan sistem kardiovaskular. Elsevier Health Sciences.

British Heart Foundation. (2021). Heart & circulatory disease statistics 2021. British Heart Foundation.

Corwin, E. (2018). Buku saku patofisiologi. EGC.

Dharma, K. K. (2017). Metodologi keperawatan: Panduan melaksanakan dan menerapkan hasil penelitian. Trans Info Media.

Di Cesare, M., Perel, P., Taylor, S., Kabudula, C., Bixby, H., Gaziano, T. A., McGhie, D. V., Mwangi, J., Pervan, B., Narula, J., Pineiro, D., & Pinto, F. J. (2024). The heart of the world. Global Heart, 19(1). https://doi.org/10. 5334/gh.1288

Dinkes Kota Pangkalpinang. (2023). Kasus penyakit jantung koroner di Kota Pangkalpinang. Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.

Dinkes Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2024). Profil kesehatan tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Erdania, Faizal, M., & Anggraini, R. B. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung tahun 2022. Jurnal Keperawatan, 12(1), 17–25. https://doi.org/10.47560/kep.v12i1.472

Fajar, R. B. (2024). Pengaruh hipertensi terhadap tingkat keparahan penyakit jantung koroner: Narrative review. Universitas Muhammadiyah Malang.

Farhana, L., Rahayu, F., Sholihah, S., Sweileh, W., Abdulah, R., & Alfian, S. (2025). Effectiveness of pharmacist-led intervention on medication adherence in chronic diseases: A systematic review of randomized controlled trials. Patient Preference and Adherence, 19, 2161–2178. https://doi.org/10. 2147/PPA.S530503

Ghani, L., Susilawati, M. D., & Novriani, H. (2016). Faktor risiko dominan penyakit jantung koroner di Indonesia. Indonesian Bulletin of Health Research, 44(3), 153–164.

Hanifah, W., Oktavia, W. S., & Nisa, H. (2021). Faktor gaya hidup dan penyakit jantung koroner: Review sistematik pada orang dewasa di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Herawati, Y., & Sudaryo, M. K. (2024). Hubungan penyakit jantung koroner dengan kebugaran jasmani pada jemaah haji di Provinsi DKI Jakarta tahun 2023. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 8(1). https://doi.org/10. 7454/epidkes.v8i1.1104

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Riyanto. (2014). Validasi & verifikasi metode uji: Sesuai dengan ISO/IEC 17025 laboratorium pengujian dan kalibrasi. Deepublish.

Rosendorff, C., Lackland, D. T., Allison, M., Aronow, W. S., Black, H. R., Blumenthal, R. S., Cannon, C. P., de Lemos, J. A., Elliott, W. J., Findeiss, L., Gersh, B. J., Gore, J. M., Levy, D., Long, J. B., O’Connor, C. M., O’Gara, P. T., Ogedegbe, G., Oparil, S., & White, W. B. (2015). Treatment of hypertension in patients with coronary artery disease. Hypertension, 65(6), 1372–1407. https://doi.org/10.1161/HYP.0000000000000018

Sawu, S. D., Prayitno, A. A., & Wibowo, Y. I. (2022). Analisis faktor risiko pada kejadian masuk rumah sakit penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. JSK: Jurnal Sains dan Kesehatan, 4(1), 10–18.

Sitepu, L. E. B., Akbar, A., & Gultom, P. (2024). Pengaruh kompensasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi sebagai variabel moderasi. ASSET: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 7(1). https://doi.org/10.24269/asset. v7i1.9176

SKI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Smeltzer, S. C. (2015). Buku ajar keperawatan medikal bedah. EGC. Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta. Suiraoka, I. P. (2019). 9 Penyakit degeneratif dari perspektif preventif (Mengenal, mencegah dan mengurangi faktor resiko 9 penyakit degeneratif). Nuha Medika.

Supriyono. (2018). Penyakit jantung: Pengertian, penanganan dan pengobatan. Kata Hati.

Umar, H. (2013). Metode penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. Raja Grafindo Persada.

WHO. (2022). Cardiovascular diseases. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles