POTENSI TECTONA GRANDIS SEBAGAI ANTIINFLAMASI PENDUKUNG PENYEMBUHAN LUKA DIABETES BERBASIS WELLNESS TOURISM
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54951Keywords:
antiinflamasi, Diabetes melitus, kedokteran pariwisata, penyembuhan luka, Tectona grandisAbstract
Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit metabolik yang dapat didefinisikan sebagai peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh penurunan produksi hormon insulin dan gangguan fungsi pankreas. Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari Diabetes melitus ialah ulkus diabetikum (Diabetic Foot Ulcer). Tectona grandis atau yang sering dikenal dengan tanaman jati merupakan salah satu tanaman dengan kandungan seperti flavonoid pada daunnya yang dapat dimanfaatkan sebagai antiinflamasi. Artikel ini bertujuan untuk menelaah literatur ilmiah terkait potensi daun jati (Tectona grandis) sebagai agen antiinflamasi dan pendukung penyembuhan luka pada kondisi diabetes, khususnya dalam konteks pengembangan kedokteran pariwisata. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dan PubMed pada rentang tahun 2020–2025 menggunakan kata kunci yang relevan, dengan seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup studi eksperimental in vitro, in vivo, dan in silico yang membahas aktivitas antiinflamasi, antidiabetik, atau penyembuhan luka dari daun jati. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan efek signifikan ekstrak daun Tectona grandis dalam menekan mediator inflamasi, meningkatkan aktivitas antioksidan, mempercepat penyembuhan luka, serta berkontribusi terhadap pengaturan glukosa darah pada model diabetes, dengan flavonoid sebagai senyawa utama yang berperan dalam mekanisme tersebut. Berdasarkan temuan ini, Tectona grandis berpotensi dikembangkan sebagai terapi pendukung berbasis herbal lokal dalam layanan kesehatan wisatawan, meskipun penelitian lanjutan khususnya uji klinis pada manusia masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.References
Anbazhagan, G., George, A. R., Thangasamy, K. dan Geetha, N. (2022) ‘Phytochemical composition, in vitro antioxidant and anti-inflammatory potential of three clones of Tectona grandis: A comparative study’, Biocatalysis and Agricultural Biotechnology, 42, p. 102334.
Asdaq, S. M. B., Nayeem, N., Abida, Alam, M. T., Alaqel, S. I., Imran, M., Hassan, E.-W. E. dan Rabbani, S. I. (2022) ‘Tectona grandis L.f.: A comprehensive review on its patents, chemical constituents, and biological activities’, Saudi Pharmaceutical Journal, 30(3), pp. 308–321.
Azizah, S. A. dan Novrianti, I. (2022) ‘Pharmacotherapy of diabetic mellitus: A review’, JOPS (Journal of Pharmacy and Science), 5(2), pp. 80–91.
Budianto, P., Suroto, S., Wasita, B. dan Mirawati, D. K. (2023) ‘Tectona grandis leaves: Determination of total flavonoid content, phenolic content, characterization of the leaves, and compound identification using GC-MS’, Pharmacognosy Journal, 15(1), pp. 1–6.
Bull, R. H., Staines, K. L., Collarte, A. J., Bain, D. S., Ivins, N. M. dan Harding, K. G. (2022) ‘Measuring progress to healing: A challenge and an opportunity’, International Wound Journal, 19(4), pp. 734–740.
Cahyana, Y. dan Adiyanti, T. (2021) ‘Flavonoids as antidiabetic agents’, Indonesian Journal of Chemistry, 21(2), pp. 512–526.
Chen, X., Zhang, Y., Liu, H., Wang, J. dan Li, Z. (2025) ‘Antidiabetic effects of two naphthoquinones from branches and leaves of Tectona grandis and possible mechanisms’, Fitoterapia, 172, p. 106396.
Dinata, I. G. S. dan Yasa, A. A. G. W. P. (2021) ‘Tatalaksana terkini infeksi kaki diabetes’, Ganesha Medicina Journal, 1(2), pp. 91–96.
Giri, M. K. W. (2023) ‘Self-spiritual healing therapy on anxiety conditions in diabetes type II in the Lovina tourism area’, Jurnal Sains dan Teknologi, 12(1), pp. 11–16.
Giri, M. K. W., Nugraha, A., Putra, A., Dharmapala, E. dan Setiawan, K. H. (2021) ‘Pelatihan menu sehat seimbang untuk diabetes di Desa Binaan Kerambitan’, Jurnal Widya Laksana, 10(2), pp. 197–201.
Han, M., Yang, F., Zhang, K., Ni, J., Zhao, X., Chen, X., Zhang, Z., Wang, H., Lu, J. dan Zhang, Y. (2023) ‘Antioxidant, anti-inflammatory and anti-diabetic activities of Tectona grandis methanolic extracts, fractions, and isolated compounds’, Antioxidants, 12, p. 664.
Hayati, M., Yusrawati, Dewi, F. dan Hafni (2024) ‘Pengaruh mindfulness based stress reduction (MBSR) terhadap proses penyembuhan luka kaki diabetik di Klinik Luka Mitra Kota Lhokseumawe Tahun 2024’, Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(5), pp. 3237–3248.
Huang, C., Dong, L., Zhao, B., Lu, Y., Huang, S., Yuan, Z., Luo, G., Xu, Y. dan Qian, W. (2022) ‘Anti-inflammatory hydrogel dressings and skin wound healing’, Clinical and Translational Medicine, 12(11), e1094.
Krisnamurti, A., Nugroho, A. E. dan Santoso, B. (2025) ‘In silico study of jati (Tectona grandis) leaf constituents as traditional wound care’, Biotropia, 32(3), pp. 310–327.
Lestari, Z., Zulkarnain dan Sijid, S. A. (2021) ‘Diabetes melitus: Review etiologi, patofisiologi, gejala, penyebab, cara pemeriksaan, cara pengobatan dan cara pencegahan’, Prosiding Biologi: Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change. Gowa: Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar.
Liu, Y., Zhang, Y., Wang, L. dan Wang, Y. (2025) ‘Global landscape and translational trajectories of flavonoid-based wound-healing research’, Drug Discovery Today, 30(10), p. 104461.
Nugraha, I. B. A., Pramana, G. A. Y. dan Gotera, W. (2025) ‘Penapisan dan diagnosis diabetes melitus pada pelayanan kesehatan primer’, Ganesha Medicina Journal, 5(1), pp. 20–26.
Okaniawan, P. E. P. dan Agustini, N. N. M. (2021) ‘Penurunan fungsi kognitif akibat diabetes melitus’, Ganesha Medicina Journal, 1(1), pp. 28–37.
Pareda, N. K., Edy, H. J. dan Lebang, J. S. (2020) ‘Formulation and antibacterial activity test of combination liquid soap ethanol extract of teak leaves (Tectona grandis Linn.f.) and ekor kucing leaves (Acalypha hispida Burm.f.) against Staphylococcus aureus’, Pharmacon, 9(4), pp. 558–571.
Rakha, A., Umar, N., Rabail, R., Butt, M. S., Kieliszek, M., Hassoun, A. dan Aadil, R. M. (2022) ‘Anti-inflammatory and anti-allergic potential of dietary flavonoids: A review’, Biomedicine & Pharmacotherapy, 156, p. 113945.
Sanni, O., Nkomozepi, P. dan Islam, M. S. (2024) ‘Ethyl acetate fractions of Tectona grandis crude extract modulate glucose absorption and uptake as well as antihyperglycemic potential in fructose–streptozotocin-induced diabetic rats’, Plants, 13(1), pp. 1–14.
Sarnoto, A. Z., Rahmawati, S. T., Ulimaz, A., Mahendika, D. dan Prastawa, S. (2023) ‘Analisis pengaruh model pembelajaran student center learning terhadap hasil belajar: Studi literatur review’, Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan, 11(2), pp. 615–628.
Silalahi, K. I., Munthe, D. S., Sucahyo, D. dan Saragih, N. P. (2022) ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi lama penyembuhan luka DM’, Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), 10(3), pp. 519–526.
Singh, S. D. dan Tiwari, S. B. (2021) ‘Extraction, anti-inflammatory and analgesic screening of leaves and stem bark of Tectona grandis’, International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 12(5), pp. 2672–2676.
Sun, H., Saeedi, P., Karuranga, S., Pinkepank, M., Ogurtsova, K., Duncan, B. B., Stein, C., Basit, A., Chan, J. C. N., Mbanya, J. C., Pavkov, M. E., Ramachandaran, A., Wild, S. H., James, S., Herman, W. H., Zhang, P., Bommer, C., Kuo, S. dan Boyko, E. J. (2022) ‘IDF diabetes atlas: Global, regional and country-level diabetes prevalence estimates for 2021 and projections for 2045’, Diabetes Research and Clinical Practice, 183, p. 109119.
Sumakul, V., Suparlan, M., Toreh, P. dan Karouw, B. (2022) ‘Edukasi diabetes melitus dan pemeriksaan kadar glukosa darah umat Paroki St. Antonius Padua Tataaran’, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MAPALUS, 1(1), pp. 18–25.
Suputra, P. A. (2024) ‘Latihan aerobik pada diabetes tipe 2’, Ganesha Medicina Journal, 4(2), pp. 105–116.
Tiurma, J. R. dan Syahrizal (2021) ‘Obesitas sentral dengan kejadian hiperglikemia pada pegawai satuan kerja perangkat daerah’, HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, 5(3), pp. 354–364.
Utari, W. N., Arlianti, N. dan Abdullah, A. (2024) ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi sindrom metabolik di wilayah perdesaan: Literature review’, Jurnal, 5(2).
Waninghyun, M. P. N., Wahyuni, N. P. D. S. dan Supradnyan, I. K. H. (2022) ‘Hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2’, Ganesha Medicina Journal, 5(1), pp. 15–19.
Widiasari, K. R., Wijaya, I. M. K. dan Suputra, P. A. (2021) ‘Diabetes melitus tipe 2: Faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana’, Ganesha Medicina Journal, 1(2), pp. 114–120.
Widarini, P. S. I., Wijaya, M. dan Muhammad, A. (2022) ‘Wellness and herbal tourism based on local wisdom as an alternative to “new normal” tourism’, Jurnal Komunikasi, 14(2), pp. 299–321.
Wiguna, I. G. B. dan Triana, D. S. (2025) ‘Balinese local wisdom in wellness tourism: A study of traditional healing practices in Ubud’, SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 5(1), pp. 99–108.
Xiao, H., Zhang, Y., Wang, L., Li, X., Chen, Y. dan Liu, Z. (2023) ‘Flavonoids as potential wound-healing molecules: Emphasis on pathways perspective’, International Journal of Molecular Sciences, 24(5), p. 4607.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putu Elfira Pratiwi, Irma Rahmayani, Made Pradnyandari Adiswarya Putri, Luh Putu Prema Sutayanii, Ni Made Rahajeng Ayu Narayani, I Gede Satria Dharma Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


