FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENINGKATNYA KASUS KEKAMBUHAN ASMA BRONKIAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAILIAT TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54934Keywords:
asma bronkial, paparan asap rokok, polusi udaraAbstract
Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronik saluran pernapasan yang ditandai hiperresponsivitas dan gejala episodik seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Meningkatnya kekambuhan asma bronkial ditandai oleh bertambahnya frekuensi, intensitas, atau keparahan serangan dalam periode tertentu. Akan tetapi, penderita asma masih sering mengalami kekambuhan yang dipicu oleh cuaca, debu, dan asap rokok serta cenderung hanya mengandalkan terapi farmakologis saat serangan, sementara penerapan pengendalian non-farmakologis masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan meningkatnya kasus kekambuhan asma bronkhial di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Tahun 2025. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kuantitatif yang menggunakan pendekatan study cross sectional dan Uji Chi-Square dengan analisis data berupa analisa univariat dan analisa bivariate. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 368 pasien asma yang terdiagnosis asma bronkial di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat tahun 2025. Teknik pengambilan sampelang digunakan adalah purposivel sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 44 responden yang merupakan pasien yang terdiagnosis asma bronkial di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Tahun 2025. Hasil analisis penelitian bahwa adanya hubungan antara faktor paparan asap rokok (p=0.017), faktor polusi udara (p=0.007) dan faktor yang lebih dominan faktor lingkungan (p=0.000; POR=33,600) dengan meningkatnya kasus kekambuhan asma bronkial di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat tahun 2025. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa paparan asap rokok, polusi udara dan faktor lignkungan memiliki hubungan dengan meningkatnya kasus kekambuhan asma bronkial di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Tahun 2025.References
Annisa, N., Olviani, Y., Sary, E. W., & Mulyani, S. (2025). Hubungan paparan asap rokok dengan kejadian asma bronkhial di Poli Paru RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Siti Rufaidah, 3(3), 144–169.
Arifuddin, A., dkk. (2024). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kekambuhan asma pada pasien dewasa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 52–60.
Arifuddin, A., Rau, M. J., & Hardiyanti, N. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asma di wilayah kerja Puskesmas Singgani Kota Palu. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 5(1), 13–18.
Delpnelr, M., Fuchs, O., Gelnunelit, J., Karvonen, A. M., Hyvärinen, A., Kaulek, V., Roduit, C., Weber, J., Schaub, B., & Lauener, R. (2014). Clinical and epidemiologic phenotypes of childhood asthma. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 189(2), 129–138. https://doi.org/10.1164/rccm.201307-1198OC
Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung. (2022). Profil kesehatan Provinsi Bangka Belitung tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung. https://dinkes.babelprov.go.id/sites/default/files/dokumen/bank_data/PROFIL%20KES%20PROV%20BABEL%202022%20OKE.pdf
Embuai, S. (2020). Hubungan riwayat genetik, asap rokok, keberadaan debu dan stres dengan kejadian asma bronkhial. Moluccas Health Journal, 2(1).
GINA. (2023). 2023 GINA Relport, Global Stratelgy for Asthma Managelmelnt and Prelvelntion. Global Initiativel for Asthma. https://ginasthma.org/2023-gina-main-relport/
Hamdan, H., & Musniati, N. (2020). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian asma bronkial pada anak usia 5–12 tahun. Journal of Public Health Innovation, 1(1), 26–36.
Helfrida, A., Kasim, J., & Suhartatik. (2022). Hubungan paparan asap rokok dengan kejadian asma di Puskesmas Pembantu Desa Takkalasi Sidrap. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(3), 114–120.
Husniyya, G., Safri, M., Andayani, H., & Bakhtiar, B. (2018). Hubungan paparan asap rokok dengan kejadian asma pada anak di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 1(4), 14–21.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Mengenal apa itu asma? Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2951/mengenal-apa-itu-asma
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Workshop farmakoterapi asma bronkial dan penggunaan sediaan inhalasi kortikosteroid yang efektif pada pasien asma – Angkatan 2 tahun 2024. LMS Kementerian Kesehatan. https://lms.kemkes.go.id/courses/f44dca18-89bd-47b6-8d66-aa1ae378c4ce
Lestari, N. F., Hartini, N., S.Psi., M.Kes. (2014). Hubungan antara tingkat stres dengan frekuensi kekambuhan pada wanita penderita asma usia dewasa awal yang telah menikah. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 2(1), 8–15.
Nurhalisa, S. Y. P., Tresnawan, T., & Budhiana, J. (2022). Hubungan stres dan kecemasan dengan kekambuhan sesak napas pada penderita asma di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi. Jurnal Health Society, 11(2).
Prasetyo, S. (2024). Hubungan faktor risiko pajanan lingkungan dengan eksaserbasi asma bronkhial di Pringsewu, Lampung. Jurnal Kesehatan Nasional, 3(2), 66–71.
Putri, E. S., et al. (2023). Hubungan paparan asap rokok dengan kekambuhan asma pada remaja di SMAN 1 Kampar. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(2), 120–125.
Riset Kesehatan Dasar. (2013). Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4467/1/Laporan_riskesdas_2013_final.pdf
Riset Kesehatan Dasar. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
Rovira, E., Cuadras, A., Aguilar, X., Esteban, L., Borràs-Santos, A., Zock, J.-P., & Sunyer, J. (2014). Asthma, respiratory symptoms and lung function in children living near a petrochemical site. Environmental Research, 133, 156–163. https://doi.org/10.1016/j.envres.2014.05.022
Setiawan, A., & Syafrianti, V. (2020). The analysis study of risk factor, management and outcome of asthma bronchiale in children: A comprehensive systematic review. The International Journal of Medical Science and Health Research, 2(1), 55–72.
Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Wibowo, A. (2017). Hubungan antara faktor risiko paparan lingkungan dengan kasus eksaserbasi asma bronkial di Pringsewu, Lampung. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 1(3), 513–517.
Widya, F., Safitri, Y., & Nurman, M. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan penyakit asma bronkial pada penderita asma bronkial di Desa Kuok di wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Kecamatan Kuok tahun 2021. Sehat: Jurnal Kesehatan Terpadu, 1(1), 1–15.
World Health Organization. (2021). WHO report on the global tobacco epidemic 2021: Addressing new and emerging products. https://www.who.int/publications/i/item/9789240032095
World Health Organization. (2023). Asthma. https://www.who.int/news-room/facts-in-pictures/detail/asthma
World Health Organization. (2024). Asthma. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/asthma
Zulfikar, T., Yunus, F., & Wiyono, W. H. (2011). Prevalens asma berdasarkan kuesioner ISAAC dan hubungan dengan faktor yang mempengaruhi asma pada siswa SLTP di daerah padat penduduk Jakarta Barat tahun 2008. Jurnal Respirologi Indonesia, 31(4), 181–187.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aura Riza Maharani, Hendra Kusumajaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


