UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TEMULAWAK (CURCUMA XANTORRHIZA ROXB) DAN KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS

Authors

  • Elsa Namita Azzahra Program DIII Farmasi, Sekolah Vokasi, Universitas Harkat Negeri, Tegal, Indonesia
  • Inur Tivani Program DIII Farmasi, Sekolah Vokasi, Universitas Harkat Negeri, Tegal, Indonesia
  • Aldi Budi Riyanta Program DIII Farmasi, Sekolah Vokasi, Universitas Harkat Negeri, Tegal, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54909

Keywords:

Temulawak, Kunyit, Antibakteri, Streptococcus mutans, Karies gigi

Abstract

Karies gigi salah satu infeksi gigi yang banyak di alami masyarakat dan mencapai 88,8% di dunia. Infeksi ini disebabkan bakteri Streptococcus mutans dan  jika tidak segera diobati akan berakibat ke penyakit yang lebih serius. Pengobatan sejauh ini menggunakan antibiotik, yang seringkali menyebabkan resistensi. Sehingga diperlukan alternatif herbal seperti temulawak dan kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antibakteri kombinasi ekstrak temulawak dan kunyit terhadap bakteri Streptococcus mutans yang menjadi penyebab utama karies gigi. Metode yang dilakukan untuk uji ekstrak temulawak dikombinasi dengan kunyit menggunakan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Masing masing di uji menggunakan metode sumuran pada media agar, kemudian dilakukan pengukuran luas zona hambat yang terbentuk sebagai pengukuran efektivitas antibakteri. Kontrol positif yang digunakan yaitu antibiotik Clindamicyn. selain itu, dilakukan juga pengujian keberadaan flavonoid menggunakan pereaksi FeCl3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, dengan kombinasi rasio 2:1 menunjukkan daya hambat terbesar dengan rata-rata 66,682 mm², dibandingkan rasio 1:2 dengan rata-rata 36,721 mm² dan rasio 1:1 dengan rata-rata 23,604 mm², sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak temulawak dan kunyit dengan rasio 2:1 yang paling efektif terhadap bakteri Streptococcus mutans.

References

Anggoro, D., Rezki, R. S., & Mz, S. (2015). Ektraksi MultiTahap Dari KUrkumin Temulawak ( Curcuma xanthorriza Roxb .) Menggunakan Prlarut Etanol. 4(2).

Ariyani, B., Armalina, D., & Purbaningrum, D. A. (2021). Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah terhadap Pertum-buhan Streptococcus mutans pada Sediaan Obat Kumur (Uji Invitro). E-GiGi, 9(2), 289. https://doi.org/10.35790/eg.v9i2.34572

Ely, I. P., Pelu, A. D., & Bassy, L. La. (2020). Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Biji Labu Kuning ( Curcubita Moschata ) Terhadap Daya Hambat Bakteri Staphylococcus Aureus. 2(2), 56–64.

Emilia, C., Putri, E., Wulandari, D. M., Hasyim, U. H., Hasyim, I., & Ramadhan, M. S. (2024). Optimasi Waktu Maserasi Pada Ekstraksi Daun Pegagan ( Centella Asiatica ) Terhadap Uji Aktivitas Antioksidan. April.

Harefa, Y. S., Imelda, C., Zai, S., Harefa, Y. S., Imelda, C., & Zai, S. (2022). Pengelolaan Temulawak Plant ( Curcuma Xanthorrhiza Roxb ) As A Traditional Medicine.

Hartanto, H. A. (2024). PENYAKIT JANTUNG. 7(2), 11–18.

Nair, A. C., Ansary, P. Y., & Shincymol, V. V. (2024). MACROSCOPIC AND MICROSCOPIC EVALUATION OF SUNTHI CHOORNA ( POWDER OF DRIED RHIZOME OF ZINGIBER OFFICINALE ROSC .). 13(12), 154–161.

Otoluwa, S. Y., Suleman, N., & Aman, O. (2025). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Daun Katang-Katang ( Ipomea Pes-Caprae ). 7(2), 159–172.

Pebriana, A. Y., Marliana, E., & Ruga, R. (2023). Skrining Aktivitas Escherichia coli ATCC 25922 Ekstrak Metanol Dari Beberapa Tanaman Rimpang. Prosiding Seminar Nasional Kimia, 1(2), 6–10.

Permatasari, D. A. I. (2022). Uji Potensi Ekstrak Etanol dan Fraksi N Heksan-Etil Asetat-Air Batang Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap Bakteri Streptococcus mutans. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 11(1), 116. https://doi.org/10.30591/pjif.v11i1.3214

Prasetya, E. Y., & Endriyatno, N. C. (2025). Formulasi dan Penentuan Nilai SPF Krim Ekstrak Rimpang Temu Mangga ( Curcuma manga Val .) Dengan Kombinasi Emulgator Tween 80 Dan Span 80. 11(1), 216–225.

Riyadi, F. M., Prajitno, A., Fadjar, M., & Syaifurrisal, A. (2021). Potential of Moringa ( Moringa oleifera ) Leaf Extract to Inhibit the Growth of Pathogenic Bacteria Edwardsiella tarda. 10(September), 321–330.

Rufaidah. (2020). 1 , 1 , 1. 5(1), 10–17.

Utamanİngyas, A., Pramestİ, H. T., & Balafİf, F. F. (2022). The Streptococcus mutans ability to survive in biofilms and during dental caries formation : scoping review. 7(2), 150–158.

Wahidah, S. N. (2023). Uji Daya Hambat Antimikroba Secara Difusi Sumuran dan Difusi Paper Disk. 1(4), 28–33.

Yasacaxena, L. N. Y., Defi, M. N., Kandari, V. P., Weru, P. T. R., Papilaya, F. E., Oktafera, M., & Setyaningsih, D. (2023). Review: Extraction of Temulawak Rhizome (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) and Activity As Antibacterial. Jurnal Jamu Indonesia, 8(1), 10–17. https://doi.org/10.29244/jji.v8i1.265

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles