PENGUATAN PROGRAM KLIK GITA SEBAGAI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN KARIES DINI PADA BALITA DI PUSKESMAS PULOAMPEL

Authors

  • Erlitha Azhari Dewi Program Studi Magister, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta1
  • Dewi Purnamawati Program Studi Magister, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54874

Keywords:

Kata kunci: karies dini; kesehatan gigi balita; promosi kesehatan; KLIK GITA; puskesmas

Abstract

Karies dini masih menjadi masalah kesehatan gigi yang dominan pada balita dan merupakan tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini berkaitan erat dengan rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Puloampel, capaian program edukasi kesehatan gigi balita belum optimal sehingga diperlukan penguatan intervensi promotive - preventif berbasis keluarga melalui Program KLIK GITA. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi awal pemeliharaan kesehatan gigi balita, tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua, serta mengidentifikasi hambatan pelaksanaan Program KLIK GITA sebagai dasar perumusan strategi penguatan promosi kesehatan gigi balita di tingkat puskesmas. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed methods) melalui pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi kegiatan, dan telaah dokumen program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97% responden melaporkan masih tingginya keluhan gigi pada balita, disertai rendahnya praktik menyikat gigi sesuai anjuran dan keterlibatan orangtua dalam kegiatan edukasi kesehatan gigi. Pelaksanaan Program KLIK GITA belum berjalan secara sistematis akibat keterbatasan sumber daya manusia, media edukasi, dan frekuensi kegiatan. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi Program KLIK GITA melalui edukasi terstruktur, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan strategi komunikasi dengan orangtua sebagai dasar pengembangan intervensi promosi kesehatan gigi balita yang berkelanjutan.

References

Ariyanti, R., & Sari, M. (2020). Hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut balita. Jurnal Kesehatan Gigi, 8(2), 75–82.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan nasional RISKESDAS 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). Sage Publications.

Finlayson, T. L., Siefert, K., Ismail, A. I., & Sohn, W. (2007). Maternal self-efficacy and oral health behaviors in low-income African-American children. Journal of Public Health Dentistry, 67(3), 167–175. https://doi.org/10.1111/j.1752-7325.2007.00023.x

Fitriani, L., & Widodo, A. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies dini pada anak usia bawah lima tahun. Jurnal Kedokteran Gigi Indonesia, 8(1), 29–36.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Nurjanah, S., & Pramesti, D. (2022). Edukasi kesehatan gigi sebagai upaya pencegahan early childhood caries. Jurnal Promosi Kesehatan, 14(1), 42–50.

Pitts, N. B., Baez, R. J., Diaz-Guallory, C., Donly, K. J., Feldens, C. A., McGrath, C., Phantumvanit, P., Seow, W. K., Sharkov, N., Songpaisan, Y., & Twetman, S. (2019). Early childhood caries: IAPD Bangkok Declaration. International Journal of Paediatric Dentistry, 29(3), 384–386. https://doi.org/10.1111/ipd.12490

Putri, A. C., & Rahayu, D. (2020). Peran orangtua dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak balita. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 9(3), 210–217.

Ramadhani, Y., & Hidayat, R. (2021). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang kesehatan gigi anak. Media Bina Ilmiah, 15(5), 3015–3023.

Sihombing, L., & Hutapea, T. (2019). Early childhood caries dan faktor risikonya. Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu, 1(2), 55–62.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

UPT Puskesmas Puloampel. (2024). Laporan kegiatan kesehatan gigi dan mulut balita. Puloampel.

World Health Organization. (2017). Guideline on sugars intake for adults and children. WHO Press.

Xie, Y., Li, Z., & Zhao, X. (2021). Deep learning for predicting functional outcomes in ischemic stroke: A review of current methodologies and clinical implications. Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, 30(2), 105436.

Yang, Y., & Guo, Y. (2024). Ischemic stroke outcome prediction with diversity features from whole brain tissue using deep learning network. Frontiers in neurology, 15, 1394879. https://doi.org/10.3389/fneur.2024.1394879

Yoo, A., et al. (2019). Predicting stroke recovery with deep learning using clinical and imaging data. Stroke, 50(5), 1310-1316.

Yu, Y., et al. (2019). A deep learning-based framework for predicting stroke outcomes using clinical and imaging data. Stroke and Vascular Neurology, 4(4), 218-226

Zhou, H., et al. (2021). Multi-modal deep learning framework for ischemic stroke outcome prediction using imaging and clinical data. NeuroImage, 228, 117684

Downloads

Published

2026-03-03

Issue

Section

Articles