PENGARUH METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN PERKOLASI TERHADAP UJI FITOKIMIA DAN KLT DARI EKSTRAK DAUN PEPAYA JEPANG (CNIDOSCOLUS ACONITIFOLIUS)
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54869Keywords:
Daun pepaya jepang, maserasi, perkolasi, skrining fitokimia, KLtAbstract
Daun pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder. Kandungan senyawa tersebut dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode maserasi dan perkolasi terhadap kandungan fitokimia dan profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak daun pepaya Jepang. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol 96%, kemudian ekstrak dianalisis dengan uji skrining fitokimia dan KLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode ekstraksi menghasilkan ekstrak yang mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Uji KLT menunjukkan nilai Rf yang sama pada kedua metode, yaitu 0,98 (hRf 98). Hal ini menunjukkan bahwa metode maserasi dan perkolasi sama-sama efektif dalam mengekstraksi senyawa metabolit sekunder dari daun pepaya Jepang.References
A’yun, Qurrota, & Nikmati Laily, A. (2015). Analisis fitokimia daun pepaya (Carica papaya L.). Seminar Nasional Konversi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam 2015, 134–137.
Aji, A. P., et al. (2023). Pengaruh metode ekstraksi terhadap kandungan metabolit sekunder ekstrak daun bakau hitam (Rhizophora mucronata). Sains Indonesiana: Jurnal Ilmiah Nusantara, 1(1), 173–181.
Ardiansyah, S., Nafsi, F., & Hanum, G. R. (2023). Test the effectiveness of Japanese papaya leaf extract (Cnidoscolus aconitifolius) on Aedes aegypti larvae mortality. Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology), 6(1), 25–31. https://doi.org/10.21070/medicra.v6i1.1671
Arza, P. A. (2022). Daun pepaya Jepang. [Buku]. 1–78.
Dumiri, R., & Manurung, S. (2024). [Judul buku tidak disebutkan]. Editor: L. A. Alifariki.
Environation, N. M. S., et al. (2023). Pemanfaatan bunga mawar (Rosa sp.) sebagai minyak atsiri untuk peningkatan ekonomi masyarakat Desa Kalipucang. Environmental Engineering Journal of Community Dedication, 2(2), 10–14. https://doi.org/10.33005/environation.v2i2.2
Evanggelista, S., et al. (2017). Uji aktivitas antiinflamasi infusa daun pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) pada tikus putih galur Wistar. 44–50.
Februyani, N., Basith, A., & Pratiwi, S. A. (2023). Skrining dan uji penggolongan fitokimia dengan metode KLT pada ekstrak etanol kemangi (Ocimum basilicum L.) dan sereh dapur (Cymbopogon citratus). Pharmacy Medical Journal, 6(2).
Handayani, F., Apriliana, A., & Natalia, H. (2019). Karakterisasi dan skrining fitokimia simplisia daun selutui puka (Tabernaemontana macracarpa Jack). Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 4(1), 49–58. https://doi.org/10.36387/jiis.v4i1.285
HOBIR. (2020). Pengaruh ukuran dan perlakuan bibit terhadap pertumbuhan dan produksi iles-iles. Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 8(2), 61–66. https://doi.org/10.21082/jlittri.v8n2.2002.61-66
Ii, B. A. B. (2024). Tinjauan pustaka dan hipotesis: Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius). 8–20.
Iyabu, H. (2022). Analisis kandungan minyak atsiri pada kulit buah langsat dengan metode kromatografi gas–spektrometer massa. Jambura Journal of Chemistry, 4(1), 10–16. https://doi.org/10.34312/jambchem.v4i1.10817
Julianto, T. S. (2019). Fitokimia: Tinjauan metabolit sekunder dan skrining fitokimia. Jakarta: EGC.
Khaerunnisa, N. (2023). Perbandingan metode perkolasi dan refluks terhadap aktivitas antioksidan ekstrak kulit ubi jalar. Politeknik Harapan Bersama.
Lutfiah, L. (2022). Aplikasi kamus simplisia dan resep obat tradisional (SIDOTA) berbasis Android. Jurnal Sains dan Informatika, 8(1), 61–69. https://doi.org/10.34128/jsi.v8i1.369
Maisarah, M., et al. (2023). Characteristics and functions of alkaloid compounds as antifungals in plants. SERAMBI Biologi, 8(2), 231–236.
Maria Fatmadewi Imawati, Hartanti, S. D., & Puradewa, L. (2023). Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) dengan metode difusi agar. Jurnal Ventilator, 1(4), 378–384. https://doi.org/10.59680/ventilator.v1i4.839
Novita Sari, Sartika, Prastiwi, R., & Hayati, H. (2022). Studi farmakognosi, fitokimia, dan aktivitas farmakologi tanaman pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius). Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian, 9(1), 19–28. https://doi.org/10.22236/farmasains.v9i1.5403
Padilla-Camberos, E., et al. (2021). Biosynthesis of silver nanoparticles using Stenocereus queretaroensis fruit peel extract: Study of antimicrobial activity. Materials, 14(16). https://doi.org/10.3390/ma14164543
Shalsyabillah, F., & Sari, K. (2023). Skrining fitokimia serta analisis mikroskopik dan makroskopik ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.). Health Information: Jurnal Penelitian, 15(2), 1–9.
Stradivary Maulida Firdaus, et al. (2024). Optimasi proses ekstraksi maserasi: Analisis terhadap variabel yang berpengaruh. Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi (Semnasintek), 138–143.
Suleman, I. F., et al. (2022). Identifikasi Thalassia hemprichii. Jambura Fish Processing Journal, 4(2), 94.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 inka suci natasah, Wilda Amananti, Kusnadi Kusnadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


