EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA MEDAN TAHUN 2018 – 2024

Authors

  • Pebi Priscilia Sembiring Bachelor of Clinical Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Prima Indonesia, Medan, 20118, Indonesia
  • Daimah Wirdatus Sanaun Harahap Department of Clinical Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Prima Indonesia, Medan, 20118, Indonesia
  • Novitaria Br Sembiring PUI Phyto Degenerative & Lifestyle Medicine, Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54863

Keywords:

Evaluasi Penggunaan, Obat Anti Tuberkulosis, Tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia dengan tingkat kasus yang tinggi dan potensi resistensi obat akibat penggunaan terapi yang salah. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh pemakaian obat anti tuberkulosis (OAT) yang tepat, termasuk indikasi yang sesuai, pilihan obat, dosis, dan durasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan OAT pada pasien TB di Rumah Sakit Royal Prima Medan selama periode 2018–2024. Penelitian dilakukan dengan metode observasional secara retrospektif menggunakan data rekam medis dan catatan farmasi dari pasien TB. Jumlah sampel penelitian terdiri dari 210 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien TB adalah pria (66,36%) dengan kelompok usia terbanyak yaitu 46–55 tahun (25,23%). Seluruh peserta termasuk dalam kategori pengobatan I (100%) srta menerima regimen terapi fixed dose combination (FDC). Evaluasi terhadap penggunaan OAT mengindikasikan bahwa kesesuaian dosis, pemilihan obat, dan durasi pengobatan masing-masing tercatat sebesar 100% sesuai dengan pedoman nasional. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemakaian OAT pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Royal Prima Medan selama periode yang dianalisis adalah tepat dan sesuai dengan standar pengobatan TB, sehingga diyakini dapat mendukung keberhasilan pengobatan serta mencegah munculnya resistensi obat.

References

2024 Global tuberculosis report. (2024).

Andira, B. P., Dahliah, D., Wiriansya, E. P., Irwan, A. A., & Hamzah, P. N. (2024). Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Jongaya Makassar. Wal’afiat Hospital Journal, 5(1), 48–59. https://doi.org/10.33096/whj.v5i1.134

Bonavida, V., Frame, M., Nguyen, K. H., Rajurkar, S., & Venketaraman, V. (2022). Mycobacterium tuberculosis: Implications of Ageing on Infection and Maintaining Protection in the Elderly. Vaccines, 10(11). https://doi.org/10.3390/vaccines10111892

Doko, J. K., Renggab, M. P. E., & Klau, M. E. (2020). EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN BARU TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIKUMANA TAHUN 2018. 3(1), 97–102.

Fiamanda, W. E., & Susana, W. (2024). Hubungan Lama Pengobatan Dengan Tingkat Stres Pasien Tuberculosis Di Kecamatan Kalibagor. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(November), 1330–1336.

Fraga, A. D. S. S., Oktavia, N., & Mulia, R. A. (2021). Evaluasi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pasien Baru Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Oebobo Kupang. Jurnal Farmagazine, 8(1), 17. https://doi.org/10.47653/farm.v8i1.530

Gottschlich, A., Rivera-Andrade, A., Bevilacqua, K., Murchland, A. R., Isak, E., Alvarez, C. S., Ogilvie, G., Carey, T. E., Prince, M., Dean, M., Mendoza-Montano, C., & Meza, R. (2020). Using self-collection HPV testing to increase engagement in cervical cancer screening programs in rural Guatemala: a longitudinal analysis. BMC Public Health, 20(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09478-8

Harahap, D. W. S., Andrajati, R., Sari, S. P., & Handayani, D. (2024). Medication Adherence among Drug-Resistant Tuberculosis (DR-TB) Patients at Universitas Indonesia Hospital. Jurnal Respirologi Indonesia, 44(3), 196–200. https://doi.org/10.36497/jri.v44i3.775

Kes, J. S., Suwarno, G., Regional, U., & Hospital, G. (2025). Analisis Evaluasi Manajemen Terapi Penggunaan Obat Antituberkulosis pada Pasien Tuberkulosis Paru Anak di RSUD dr . Gondo Suwarno Ungaran Tahun 2024 Analysis and Evaluation of Antituberculosis Drug Therapy Management in Pediatric Pulmonary Tuberculosis Pa. https://doi.org/10.30872/jsk.v6i3.865

Ki, M. S., Jeong, D., Kang, H. Y., Choi, H., Sohn, H., & Kang, Y. A. (2023). Real-world impact of the fixed-dose combination on improving treatment outcomes of drug-susceptible tuberculosis: A comparative study using multiyear national tuberculosis patient data. BMJ Open Respiratory Research, 10(1). https://doi.org/10.1136/bmjresp-2023-001758

Kuo, A., Teo, J., Morishita, F., Islam, T., Viney, K., Ong, C. W. M., Kato, S., Kim, H., & Liu, Y. (2023). Personal View Tuberculosis in older adults : challenges and best practices in the Western Paci fi c Region. The Lancet Regional Health - Western Pacific, 36(April), 100770. https://doi.org/10.1016/j.lanwpc.2023.100770

Mashidayanti, A., Nurlely, N., & Kartinah, N. (2020). Faktor Risiko Yang Berpengaruh Pada Kejadian Tuberkulosis dengan Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Ulin Banjarmasin. Jurnal Pharmascience, 7(2), 139. https://doi.org/10.20527/jps.v7i2.7928

Purnama Sari, S. A., Astuti, D., & Widyastuti, R. (2024). Identifikasi Faktor Risiko Terhadap Terjadinya Penyakit Tuberculosis. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 4(2), 124–132. https://doi.org/10.37148/comphijournal.v4i2.157

Riyanti, L., & Herliningsih. (2024). Analisis Dampak Efek Samping Obat Anti-Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Di Kecamatan Garawangi Tahun 2023. J.Farmaku, 9(2), 74–80.

Sari, A. R., Purwanto, H., & Rofi’i, A. Y. A. B. (2022). Gambaran Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Semanding. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 6(2), 106. https://doi.org/10.52020/jkwgi.v6i2.3374

Sembiring, N., & Iskandar, Y. (2019). A Review of Component and Pharmacology Activities of Black Garlic. Majalah Obat Tradisional, 24(3), 178–183. https://doi.org/10.22146/mot.45277

World Health Organization. (n.d.). 1. Treatment of drug-susceptible TB using a 6-month regimen. Department for HIV, Tuberculosis, Hepatitis & Sexually Transmitted Infections (HTH). https://tbksp.who.int/en/node/2962

World Health Organization. (2025). Global Tuberculosis Report. In Blood (Issue September). https://doi.org/978 92 4 156450 2

Downloads

Published

2026-03-30

Issue

Section

Articles