HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUALITAS DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54859Keywords:
Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Pasien Pasca Stroke, Stroke, Tingkat SpiritualitasAbstract
Stroke merupakan keadaan dimana jaringan otak mati secara mendadak karena kekurangan oksigen yang menganggu pasokan darah ke otak. Pasien pasca stroke sering mengalami perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dan uji Chi-Square dengan hasil berupa analisis univariat dan bivariate. Penelitiian ini dilakukan pada bulan Oktober tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pasca stroke di ruang fisioterapi di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025 sebanyak 40 orang. Sampel penelitian ini adalah pasien pasca stroke yang berjumlah 40 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat spiritualitas yang baik, dukungan keluarga yang tinggi, serta kualitas hidup yang baik. Hasil penelitian menggunakan Chi-Square yaitu tingkat spiritualitas diperoleh nilai p-value (0,000) < α (0,05), dan dukungan keluarga diperoleh nilai p-value (0,001) < α (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat spiritualitas dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025. Saran dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa tingkat spiritualitas dan dukungan keluarga berhubungan dengan kualitas hidup pasien pasca stroke. Diharapkan lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan spiritual, dukungan keluarga, serta kualitas hidup pasien pasca stroke yang menjalani kontrol di ruang fisioterapi.References
Adolph, R. (2016). Hubungan Dukungan Keluarga dengan pasien dengan konsep diri pada pasien stroke. Kesehatan, 1–23.
Amila, sembirig evaria, sinaagah janno. (2020). Home Care Pada Pasien Pasca Stroke. Deepublish.
Anik Supriani, Kiftiyah, N. N. R. (2021). Analisis Domain Kualitas Hidup Lansia Dalam Kesehatan Fisik Dan Psikologis. 12, 59–67.
Dewi Modjo, Novita Efendi, & Schraini A. Tahir. (2022). Pengaruh Konseling Kesehatan Mental Terhadap Ketidakberdayaan Pasien Stroke Non Hemoragik Di Rsud. Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 2(1), 104–113. https://doi.org/10.55606/jikki.v2i1.996
Dzul Fahmi Hasani & Robingun, S. E. S. (2022). Relasi Identik Tingkat Spiritualitas Dengan Kemampuan Seksualitas Dalam Islam. Jumabis (2017), 22.No.2.De(2), 88–103.
Erma Fatimah Nuriyah, Dwi Novitasari, Martyarini Budi Setyawati, A. D. S. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Konsep Diri Penyandang Stroke Yang Masih Bekerja. 5(Cc), 889–896.
Eva Puspita & Abdul Khamid. (2023). Hubungan Kesehatan Spiritual Dengan Pasien Stroke Di Rumah Sakit Mekar Sari Tahun 2023. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 11895–11903. https://jinnovative.org/index.php/Innovative/article/view/1819
Fadli Syamsuddin, R. N. R. A. (2023). Analisis Praktik Klinik Keperawatan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Pemberian Latihan Pemasangan Puzzle Jigsaw Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Rsud Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. 3, 3701–3716.
Heliyanty, D. (2022). Peningkatan Hubungan Sosial Antar Teman Sebaya Melalui Layanan Bimbingan Kelompok. 14, 7–10.
Hosnu Inayati & Laylatul Hasanah. (2022). Gambaran Dukungan Keluarga Dengan Kehadiran Lansia pada Posyandu Lansia di Desa Errbabu Kecamatan Bluto. 2(7), 2975–2982.
Ifa Mardhiyah, Mohammad Arifin Noor, D. R. S. (2025). Hubungan Kebutuhan Spiritualitas dan Dukungan Keluarga dengan ADL ( Activity Daily Living ) pada Pasien Stroke yang Mengalami Gangguan Mobilitas Fisik. 3(April).
Indah Mulya Destriande, Intan Faridah, Kharisma Oktania, S. R. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pada Lanjut Usia. Oncology in Clinical
Ludiana & Supardi. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarsari Metro. Jurnal Wacana Kesehatan, 5(1), 505. https://doi.org/10.52822/jwk.v5i1.117
Ni Putu Ayu Mawar Ariasih, Ni Luh Putu Thrisna Dewi, N. L. P. D. P. (2025). Analisis Faktor-Faktor Kualitas Hidup Analisis Faktor-Faktor Kualitas Hidup Pasien Pasca-Stroke.
Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurain Tanua, Harismayanti, F. S. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasca Stroke Di RSUD Prof. Dr. H.Aloei Saboe Kota Gorontalo. Jurnal Surya Medika, 7(2), 62–66.
Nursalam. (2017). Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
WHO. (2020). WHO Guidelines on Integrated People-Centred Health Services. Geneva: WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salsabilah Salsabilah, Rima Berti Anggraini, Nurwijaya Fitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


