FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAHPANGKALPINANG TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54842Keywords:
Tuberkulosis paru, Pengetahuan, Kebiasaan merokok, Jenis kelaminAbstract
Tuberkulosis merupakan penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, yang berkembang biak di dalam bagian tubuh dimana terdapat banyak aliran darah dan oksigen. Infeksi bakteri ini biasanya menyebar melewati pembuluh darah dan kelenjar getah bening, tetapi secara utama menyerang paru-paru. Tuberkulosis, yang sering disingkat sebagai TB, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi dari Mycobacterium tuberculosis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang berlandaskan pada filsafat positivisme dan digunakan untuk penelitian pada populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapakan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan variabel independen (pengetahuan, kebiasaan merokok dan jenis kelamin) dan variabel dependen (kejadian (TB Paru) dengan sampel sebanyak 52 orang. Hasil penelitian menggunakan Uji Chi-Square yaitu pengetahuan p-value 0,000 < 0,05, kebiasaan merokok p-value 0,000 < 0,05 dan jenis kelamin p-value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, kebiasaan merokok dan jenis kelamin terhadap kejadian penyakit tuberkulosis paru di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025. Saran dari penelitian ini adalah perlunya kepada institusi kesehatan agar sering melakukan promosi kesehatan tentang TB Paru dan masyarakat untuk dapat mengurangi aktifitas merokok untuk memperlambat progresivitas pemburukan fungsi paru, meningkatkan pengetahuan dan pencegahan TB Paru.References
Aditama, W., Zulfikar, Z., & Baning R. (2013). Evaluasi programpenanggulangan tuberkulosis paru di Kabupaten Boyolali. Kesmas: National Public Health Journal, 7(6), 243. https://doi.org/10.21109/ kesmas.v7i6.33
Agung, S., Nofianti , & Rd Halim. (2022). Faktor Yang Berhubungan DenganKejadian Tuberkulosis. Artikel Penelitian , 4(1), 98-105.
Alberta, L. T., Tyas, D. T. P., Muafiroh, A., & Yuniarti, S. (2022). Faktor yangberhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah PuskesmasPacarkeling Surabaya. Jurnal Penelitian Kesehatan, 20(4), 612.
Aldila, N. R,. Gisely, V,. Intan, S. M,. & Rini, H. (2021) Faktor Faktor YangBerhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Usia Produktif Di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu. Jurnal Kesehatan masyarakat, 10(5), 570-578.
Ardiansyah, M. (2012). Medikal bedah untuk mahasiswa. Diva Press.
Cantika, D., Wowor, T. J. F., & Sukamti, N. (2023). Faktor-faktor yangberhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas JatiasihKotaBekasi. Manuju: Malahayati Nursing Journal, 5(9), 30543062.
Dinkes Kota Pangkalpinang. (2024). Jumlah temuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Dinas Kesehatan KotaPangkalpinang.
Dinkes Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2024). Angka kematian pada kasuspasien Tuberkulosis Paru. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan BangkaBelitung.
Eka. (2013). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis Paru. UJPH, 2(1).
Gulland, A. (2015). Tuberculosis killed 1.5 million people in 2014. BMJ, h5798. https://doi.org/10.1136/bmj.h5798
Hudnah dan Lia, M. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianTuberculosis Paru Di Poli Paru Rumah Sakit Umum Datu Beru KabupatenAceh Tengah. Jurnal Maternitas Kebidanan, 8(1) 2599-1841.
Kemenkes RI. (2020). Laporan Nasional Riskesdas 2020. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksanaTuberkulosis (E. Burhan (ed.)). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2022). Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2023). Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/infeksi-pernapasan--tb/tuberkulosis
Kemenkes RI. (2024). Laporan tuberkulosis Indonesia 2024. KementerianKesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. KementerianKesehatan RI.
Riskesdas 2018. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2018 Indonesia Riskesdas Provinsi Kep, Bangka Belitung, 2013 Laporan Riskesdas Provinsi Kep, Bangka Belitung
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Wahyuni, I. T. (2023). Hubungan tingkat stres dan lingkungan sosial denganperilaku merokok pada remaja di SMPN 44 Surabaya. STIKES HangTuahSurabaya.
WHO. (2024). Global tuberculosis report 2024. World Health Organization. https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung- health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024
WHO. (2025). Tuberculosis. World Health Organization. https://www.who.int/ news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Oktarini, Hendra Kusumajaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


