TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID YANG TIDAK RASIONAL DI APOTEK DUTA SEHAT

Authors

  • Muslimatu Sa'diyah Universitas Harkat Negeri
  • Susiyarti Susiyarti Universitas Harkat Negeri
  • Meliyana Perwita Sari Universitas Harkat Negeri

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54815

Keywords:

obat kortikosteroid, pengetahuan, penggunaan obat tidak rasional

Abstract

Penggunaan obat kortikosteroid yang tidak rasional masih sering ditemukan di masyarakat, terutama dalam praktik swamedikasi tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Kortikosteroid merupakan golongan obat keras yang dapat menimbulkan efek samping serius apabila digunakan tidak sesuai indikasi, dosis, dan lama penggunaan, seperti hipertensi, osteoporosis, dan sindrom Cushing. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai risiko tersebut dapat meningkatkan potensi penyalahgunaan obat. Apotek sebagai fasilitas pelayanan kefarmasian memiliki peran penting dalam menilai tingkat pemahaman konsumen terkait penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan konsumen mengenai bahaya penggunaan obat kortikosteroid yang tidak rasional di Apotek Duta Sehat Dukuhturi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling, dengan jumlah responden sebanyak 95 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan konsumen. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 24 responden (25,3%) memiliki tingkat pengetahuan rendah, 44 responden (46,3%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 27 responden (28,4%) memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai bahaya penggunaan obat kortikosteroid yang tidak rasional. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar konsumen di Apotek Duta Sehat Dukuhturi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, namun masih diperlukan upaya edukasi secara intensif supaya tidak terjadi penggunaan obat tidak rasional pada kelompok obat kortikosteroid.

References

Hariyanti, T., Harsono, H., & Prabandari, Y. S. (2015). Health Seeking Behaviour Pada Pasien Stroke. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 28(3), 242–246.

Hasisah, H. (2022). Gambaran Penggunaan Obat Dalam Upaya Swamedikasi Pada Pengunjung Apotek X Di Jelbuk. Universitas Dr. Soebandi. http://repo.uds.ac.id/id/eprint/615

Hidayah, I., Zahara, F., & Junaidi, J. (2025). Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kota Langsa Terhadap Ketepatan Penggunaan Obat Kortikosteroid (Dexamethason). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(9), 16069–16078.

I Ketut Swarjana, (2022). Konsep Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Persepsi, Stres, Kecemasan, Nyeri, Dukungan Sosial, Kepatuhan, Motivasi, Kepuasan, Pandemi Covid-19, Akses Layanan Kesehatan – Lengkap Dengan Konsep Teori, Cara Mengukur Variabel, Dan Contoh Kuesioner. Penerbit Andi. https://books.google.co.id/books?id=apfeeaaaqbaj

Juwita, D. A., Arifin, H., & Perdana, J. (2019). Kajian Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Rawat Jalan Rsup Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Farmasi Higea, 11(1), 32–40. http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/8060

Notoatmodjo, S. (2018). Metode Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan No. 9 Tahun 2019 Tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat Yang Baik, Badan Pengawas Obat Dan Makanan (2019). https://peraturan.bpk.go.id/details/182036/peraturan-bpom-no-9-tahun-2019

Pratiwi, H., Mustikaningtias, I., Widyartika, F. R., Setiawan, D., Nasrudin, K., & Julietta, L. (2020). Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Apoteker Pada Layanan Kefarmasian Di Apotek Kecamatan Sokaraja, Baturraden, Sumbang, Dan Kedungbanteng. Jpscr: Journal Of Pharmaceutical Science And Clinical Research, 5 (1). J Pharm Sci, 1, 34.

Prawitasari, S., & Choiroh, W. U. (2023). Bullous Striae Distensae In Cushing Syndrome Patient. Journal Of Dermatology, Venereology And Aesthetic, 4(1), 15–25.

Putri, A. F. (2019). Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. Schoulid: Indonesian Journal Of School Counseling, 3(2), 35–40.

Rahmayanti, S. N., & Ariguntar, T. (2017). Karakteristik Responden Dalam Penggunaan Jaminan Kesehatan Pada Era Bpjs Di Puskesmas Cisoka Kabupaten Tangerang Januari-Agustus 2015. Jmmr (Jurnal Medicoeticolegal Dan Manajemen Rumah Sakit), 6(1), 61–65.

Sholihul, A., Annisa, N., Yelvi, L., & Wichda Shirosa, N. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kepatuhan Berobat Penderita Tb Paru Di Wilayah Kabupaten Lamongan Pada Januari 2016–Desember 2018. Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kepatuhan Berobat Penderita Tb Paru Di Wilayah Kabupaten Lamongan Pada Januari 2016–Desember 2018, 2(2), 80–87.

Susilawati, S., & Damayanti, N. A. (2020). Karakteristik Pasien Dengan Keputusan Pembelian Jasa Layanan Kesehatan Gigi Dan Mulut. Jurnal Keperawatan Silampari, 4(1), 83–91.

Telaumbanua, M. M., & Nugraheni, M. (2018). Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga. Sosio Informa, 4(2).

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (1945). Https://Www.Mkri.Id/Public/Content/Persidangan/Resume/Resume_Sidang_Resume 013end

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles