HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA

Authors

  • Keisya Gabriella Saerang Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
  • Paul A. T. Kawatu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
  • Chreisye K. F. Mandagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54700

Keywords:

ASI eksklusif, kesehatan masyarakat, pengetahuan ibu, perilaku menyusui

Abstract

ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi usia 0–6 bulan karena mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta perlindungan imunologis bayi. Pemberian ASI eksklusif juga berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit infeksi dan meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak dini. Meskipun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif di masyarakat masih belum optimal. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap rendahnya cakupan tersebut adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai manfaat ASI eksklusif serta tata laksana menyusui yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Remboken, Kabupaten Minahasa, yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 92 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44,6% responden memberikan ASI eksklusif, sedangkan 55,4% tidak memberikan ASI eksklusif. Selain itu, sebanyak 52,2% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang, dan 47,8% memiliki pengetahuan baik. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan ibu melalui edukasi kesehatan menjadi komponen penting dalam upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Oleh karena itu, Puskesmas disarankan untuk memperkuat program penyuluhan menyusui dan pendampingan laktasi secara berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga kegiatan posyandu.

References

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Kabupaten Minahasa dalam Angka 2022. Manado: BPS Kabupaten Minahasa.

BPS. (2023). Persentase bayi usia <6 bulan mendapat ASI eksklusif menurut provinsi. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Baskoro, A. (2018). Manajemen laktasi dan permasalahannya. Jakarta: Penerbit Kesehatan.

Das, A., Mitra, S., & Mandal, S. (2023). Total population sampling in public health research:

Principles and applications. Journal of Public Health Research

Das, A., Saha, B., & Naskar, M. K. (2023). Sampling methods in research: An overview. International Journal of Research and Analytical Reviews

Depkes RI. (2018). Pedoman pemberian ASI eksklusif. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik

Indonesia.

Edita, L. (2019). ASI eksklusif dan MP-ASI. Yogyakarta: Pustaka Medika.

Fitriani, L., & Wahyuni, S. (2021). Manajemen laktasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Bandung: Media Sehat.

Hasnidar, H., Amiruddin, A., & Yusuf, Y. (2020). Hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat,

World Health Organization (WHO). (2020). Exclusive breastfeeding for optimal

World Health Organization (2020) Exclusive breastfeeding for optimal growth, development and health of infants. Geneva:

Downloads

Published

2026-03-26

Issue

Section

Articles