PENGARUH WORKPLACE STRETCHING MELALUI MICROBREAK 5 MENIT TERHADAP PENURUNAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGRAJIN SEPATU

Authors

  • Ellysa Okky Gusma S1 Fisioterapi, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta
  • Gatot Sunarto RSUD Sumberglagah Mojokerto
  • Gian Lisuari Adityasiwi S1 Fisioterapi, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta
  • Nathan Agwin Khenda S1 Fisioterapi, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta
  • Nicolas Adi Perdana Susanto S1 Fisioterapi, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54676

Keywords:

nyeri punggung bawah, microbreak, pengrajin sepatu, workplace stretching

Abstract

Low back pain merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dialami pekerja sektor informal, termasuk pengrajin sepatu, akibat paparan postur kerja statis dan aktivitas berulang dalam durasi panjang. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga berdampak pada keterbatasan fungsi aktivitas dan penurunan produktivitas kerja. Salah satu pendekatan ergonomi yang berpotensi mengatasi permasalahan tersebut adalah workplace stretching yang dilakukan melalui microbreak singkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh microbreak workplace stretching selama 5 menit terhadap intensitas nyeri punggung bawah dan disabilitas fungsional pada pengrajin sepatu di Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh pengrajin sepatu di Mojokerto dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi intensitas nyeri punggung bawah dan disabilitas fungsional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan Roland–Morris Disability Questionnaire (RMDQ). Intervensi microbreak workplace stretching diberikan selama 5 menit, dua kali sehari, selama dua minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada intensitas nyeri saat gerak, nyeri saat diam, serta disabilitas fungsional setelah intervensi (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah microbreak workplace stretching merupakan intervensi ergonomi yang efektif dalam menurunkan nyeri punggung bawah dan meningkatkan kapasitas fungsional pekerja, serta relevan sebagai strategi promotif–preventif dalam kesehatan kerja sektor informal.

References

Almoallim, H., Alwafi, S., Albazli, K., Alotaibi, M., & Bazuhair, T. (2014). Low back pain prevalence and risk factors among health workers. Journal of Back and Musculoskeletal Rehabilitation, 27(3), 281–286. https://doi.org/10.3233/BMR-140449

Bolarinde, S. O. (2017). Effects of stretching exercises on pain and functional disability in quarry workers with work-related low back pain. Journal of Physical Therapy Science, 29(8), 1422–1427. https://doi.org/10.1589/jpts.29.1422

Gasibat, Q., Aziz, A. R., & Simbak, N. B. (2017). Stretching exercises to prevent work-related musculoskeletal disorders: A review article. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 23(1), 1–8. https://doi.org/10.1080/10803548.2016.1234131

Gusma, E. O., & Indasah. (2022). Pengaruh workplace stretching-exercise dan edukasi postur kerja angkat angkut terhadap keluhan low back pain pada pengerajin sepatu. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 13(Nomor Khusus), 281–284. https://doi.org/10.33846/sf13nk353

La Tho, I. (2018). Kejadian low back pain (LBP) pada petugas penanganan prasarana dan sarana umum. Edu Masda Journal, 2(2), 1–7.

Mehrparvar, A. H., Mirmohammadi, S. J., Haghpanah, M., Davari, M. H., & Mostaghaci, M. (2013). Ergonomic intervention, workplace exercises, and musculoskeletal complaints: A comparative study. Medical Journal of the Islamic Republic of Iran, 27(4), 222–228.

Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (5th ed.). Salemba Medika.

Santoso, G. (2006). Kapasitas angkat beban untuk pekerja Indonesia. Jurnal Teknik Industri, 8(2), 148–155.

Saputra, K. (2012). Pengaruh peregangan terhadap nyeri otot. Jurnal Fisioterapi Indonesia, 1(2), 45–50.

Shariat, A., Cleland, J. A., Danaee, M., Kargarfard, M., Sangelaji, B., & Tamrin, S. B. M. (2017). Effects of stretching exercise training and ergonomic modifications on musculoskeletal discomforts of office workers: A randomized controlled trial. Brazilian Journal of Physical Therapy, 22(2), 144–153. https://doi.org/10.1016/j.bjpt.2017.09.003

Tarwaka. (2014). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja. Harapan Press.

Wong, A. Y. L., Karppinen, J., & Samartzis, D. (2017). Low back pain in older adults: Risk factors, management options and future directions. Scoliosis and Spinal Disorders, 12, 14. https://doi.org/10.1186/s13013-017-0121-3

Zulkaidah, F. (2011). Distribusi penggunaan kursi kerja ergonomis dan kejadian nyeri punggung bawah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 85–92

Downloads

Published

2026-03-02

Issue

Section

Articles