HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP RIWAYAT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIBABANGUN TAHUN 2025

Authors

  • Rahmaidah Pohan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Syafran Arrazy Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54619

Keywords:

ISPA, Balita, Ventilasi, Perilaku Keluarga, Lingkungan Fisik Rumah

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sibabangun. Lingkungan fisik rumah dan perilaku keluarga diduga berperan penting terhadap kejadian ISPA pada balita. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah dan perilaku keluarga terhadap riwayat ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sibabangun. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 75 responden yang merupakan ibu dari balita, dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara luas ventilasi (p=0,021), kepadatan hunian (p=0,003), kelembaban udara (p=0,010), suhu ruangan (p=0,046), kebiasaan merokok dalam rumah (p=0,000), dan kebiasaan memanaskan kendaraan dalam rumah (p=0,018) dengan kejadian ISPA pada balita. Sedangkan jenis lantai (p=0,500), jenis dinding (p=0,419), penggunaan obat nyamuk bakar (p=0,343), dan penggunaan kayu bakar untuk memasak (p=0,112) tidak berhubungan signifikan. Lingkungan fisik rumah dan perilaku keluarga berperan penting terhadap kejadian ISPA pada balita. Pencegahan ISPA perlu mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk menurunkan risiko kejadian.

References

Aryanti, R. F. N. (2021). Literatur review: Pengaruh kualitas fisik lingkungan hunian terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Media Gizi Kesmas, 10(1), 118–137.

Atmawati, F., Jumakil, & Kohali, R. E. (2022). Hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Motaha Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan tahun 2021. Jurnal Gizi Kesehatan Indonesia, 7–14.

Dela, M., Syukrianti, S., & Syafriani. (2024). Faktor perilaku keluarga yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Kampa. Evidence Midwifery Journal.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Informasi tentang ISPA pada balita dan pusat penyuluhan kesehatan masyarakat. Depkes RI.

Dinas Kesehatan Kota Medan. (2021). Laporan tahunan kesehatan Kota Medan tahun 2021. Dinkes Medan.

Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah. (2024). Data penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tahun 2023–2024. Dinkes Tapanuli Tengah.

Dingis, R. I., Majid, R., Salma, W. O., & Pasca, J. (2023). Kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada anak balita usia 6–59 bulan di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(11), 3358–3367.

Edi, P. M., Moh, A., & Bambang, P. (2022). Hubungan kondisi fisik rumah dan perilaku keluarga terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak. Journal of Environmental Health and Sanitation.

Hidayanti, R., & Darwel. (2020). Hubungan lingkungan rumah dengan infeksi saluran pernapasan akut pada balita di Kota Padang. Menara Ilmu, 14(1), 120–125.

Indri, S. A., Masrida, S., & Erye, Z. B. (2024). Determinan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Eahun Kabupaten Rote Ndao tahun 2024. SEHATMAS.

Irma., Harleli., Saktiansyah, L. O., & Halik, R. A. (2024). Kondisi fisik rumah sebagai determinan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada balita. Journal of Public Health Science (JoPHS).

Irwansyah, & Chaniago, R. W. (2025). Hubungan sanitasi fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas. Jurnal Pendidikan Multidisiplin.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (1999). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan perumahan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Kemenkes RI.

Leky, A. S., Setyobudi, A., & Nabuasa, C. D. (2022). Hubungan antara kondisi sanitasi rumah dan perilaku. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 215–229.

Meita, P. R. R., Nurmaini, & Dharma, S. (2015). Hubungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar usaha pembuatan batu bara di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 1–9.

Pasaribu, R. K., Santosa, H., Nurmaini, N., & Hasan, D. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di daerah pesisir Kota Sibolga. Syntax Idea.

Puskesmas Sibabangun. (2024). Rekapitulasi kasus ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sibabangun tahun 2023–2024.

Ridha, R. N., Irwan, & Dali, A. (2024). The relationship between home physical sanitation and the incidence of acute respiratory tract infections in Bone Bolango District. Journal of Health Sciences and Research.

Rusady, Y. P., & Imroatu, Z. (2022). Hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita usia 7–24 bulan. Journal of Baja Health Science, 2(2), 138–147. https://doi.org/10.47080/joubahs.v2i02.217.

Saparuddin., Patmawati., & Anwar, M. (2022). Hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Duampanua Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. JPCS.

Sari, R. P., & Qomariyah, K. (2022). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita usia 7–24 bulan. Sakti Bidadari, 5(1), 20–28. https://doi.org/10.31102/bidadari.2022.5.1.20-28

Sari, S., & Ayu, N. J. (2024). Hubungan kondisi fisik rumah, paparan asap rokok, dan pengetahuan ibu dengan kejadian pneumonia pada balita. Journal of Public Health.

Sofia, S. (2017). Faktor risiko lingkungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2(1), 43–50.

Stefani, M., & Setiawan, A. (2021). Hubungan asap rokok terhadap derajat keparahan pneumonia anak usia di bawah lima tahun. Sari Pediatri, 23(4), 235. https://doi.org/10.14238/sp23.4.2021.23-5

Syaifatul, H., Sakdiah, R. I., Mulya, S., Vera, M. D., & Bakhtiar. (2022). Hubungan sumber polutan dalam rumah dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada balita. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika.

United Nations Children’s Fund. (2021). Pneumonia. https://data.unicef.org/topic/child-health/pneumonia

Vivi, W. O., et al. (2020). Pengaruh paparan kayu bakar terhadap ISPA. Jurnal Epidemiologi, 8(1), 45–58.

Wahyudi, A., & Zaman, C. (2022). Analisis kejadian ISPA pada anak dalam lingkungan keluarga perokok di wilayah kerja UPTD Puskesmas X Kota Palembang. Journal of Health and Medical.

Widya Wulandari., & Girsang, E. (2019). Hubungan ventilasi, jenis lantai, kepadatan hunian, dan kebiasaan merokok di dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Prima Indonesia, 1(2).

World Health Organization. (2023). World health statistics. https://www.who.int

World Health Organization. (n.d.). The top 10 causes of death. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death

Wulandhani, S., & Purnamasari, A. B. (2022). Pengaruh sumber polutan dalam rumah terhadap kejadian ISPA di Kecamatan Bontoala. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains.

Yuniawati, D. (2020). Hubungan kadar debu lingkungan dan perilaku merokok dengan gejala ISPA pada pekerja penggilingan padi Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar. [Skripsi].

Zolanda, A., Raharjo, M., & Setiani, O. (2021). Faktor risiko kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada balita di Indonesia. Link, 17(1), 73–80.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles