ANALISIS PRIORITAS DAN AKAR MASALAH PROGRAM PENANGGULANGAN MALARIA MENGGUNAKAN METODE USG DAN FISHBONE DI DIREKTORAT PENYAKIT MENULAR KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Authors

  • Nilta Kamila Alisha Haris Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54562

Keywords:

Malaria, Prioritas Masalah, Metode USG, Fishbone Analysis

Abstract

Indonesia tengah menghadapi tantangan krusial menuju eliminasi malaria 2030, di mana tren Annual Parasite Incidence (API) justru menunjukkan peningkatan signifikan dari 1,12% pada 2021 menjadi 1,93% pada 2024. Meskipun wilayah barat cenderung stabil, beban kasus di wilayah timur dan risiko kasus impor di zona eliminasi menuntut strategi penanggulangan yang lebih sistematis. Direktorat Penyakit Menular memerlukan penetapan prioritas masalah yang berbasis bukti untuk mengoptimalkan intervensi di tengah keterbatasan sumber daya dan kompleksitas manajemen program. Penelitian ini bertujuan menganalisis prioritas masalah pada program penanggulangan malaria di Kementerian Kesehatan RI tahun 2024 sebagai dasar rekomendasi strategis. Studi deskriptif kualitatif ini menggunakan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG) dengan melibatkan 55 informan dari Tim Kerja Malaria melalui kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam. Akar masalah dianalisis menggunakan diagram Fishbone berdasarkan delapan dimensi manajemen. Analisis USG menetapkan rendahnya capaian pengobatan standar (81,93%) sebagai prioritas utama (skor 15). Analisis Fishbone mengidentifikasi akar penyebab meliputi beban kerja penanggung jawab yang tinggi (Man), keterlambatan distribusi logistik hingga 9 bulan (Material/Time), serta belum optimalnya sistem informasi digital dalam mencatat hasil pengobatan secara rinci (Technology). Belum optimalnya pengobatan standar menjadi ancaman langsung terhadap target eliminasi karena meningkatkan risiko relaps dan resistensi obat. Penguatan sistem informasi logistik terintegrasi dan sinkronisasi perencanaan pusat-daerah menjadi langkah mendesak untuk menjamin keberlanjutan program penanggulangan malaria nasional.

References

Bittaye, S. O., Jagne, A., Jaiteh, L. E., Nadjm, B., Amambua-Ngwa, A., Sesay, A. K., Singhateh, Y., Effa, E., Nyan, O., & Njie, R. (2022). Clinical manifestations and outcomes of severe malaria in adult patients admitted to a tertiary hospital in the Gambia. Malaria Journal, 21(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s12936-022-04294-4

Hasugian, A. R., & Tjitra, E. (2015). ARTESUNAT-AMODIAKUIN DAN KLOROKUIN UNTUK PENGOBATAN MALARIA VIVAKS DI PUSKESMAS KOPETA, MAUMERE, NUSA TENGGARA TIMUR, 2007. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 24(4). https://doi.org/10.22435/MPK.V24I4.3668.161-168

Hasyim, H., Dale, P., Groneberg, D. A., Kuch, U., & Müller, R. (2019). Social determinants of malaria in an endemic area of Indonesia. Malaria Journal, 18(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/S12936-019-2760-8/TABLES/2

Herdiana, H., Prameswari, H. D., Puspadewi, R. T., Fajariyani, S. B., & Diptyanusa, A. (2025). Shrinking the malaria map in Indonesia : progress of subnational control , elimination , and future strategies.

Holifahtus Sakdiyah, S., Eltivia, N., & Afandi, A. (2022). Root Cause Analysis Using Fishbone Diagram: Company Management Decision Making. Journal of Applied Business, Taxation and Economics Research, 1(6), 566–576. https://doi.org/10.54408/jabter.v1i6.103

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Situasi Terkini Perkembangan Program Pengendalian Malaria di Indonesia Tahun 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–44. https://dataindonesia.id/kesehatan/detail/kasus-malaria-indonesia-melonjak-3629-pada-2022

Kinansi, R. R., Pratamawati, D. A., & Mayasari, R. (2021). Pengobatan Malaria di Perkotaan dan Pedesaan di Indonesia (Analisis Lanjut Riskesdas 2013). Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 179–190. https://doi.org/10.22435/blb.v17i2.4443

Rosenthal, P. J. (2022). Malaria in 2022: Challenges and Progress. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 106(6), 1565–1567. https://doi.org/10.4269/ajtmh.22-0128

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 - Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan | BKPK Kemenkes. (n.d.). Retrieved December 5, 2025, from https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Syafira Ariyanti, N., & Amirul Adha Raden Bambang Sumarsono Sultoni, M. (2020). Strategy to Determine the Priority of Teachers’ Quality Problem Using USG (Urgency, Seriousness, Growth) Matrix. International Research-Based Education. International Research-Based Education Journal, 2(2), 54–62.

Tobing, T. C. L., Saputri, E., Wafa, N. I., Zulfianti, P. D., Sihaloho, L. I., Husna, A. R., Sabrina, A., Darayani, A., Harianja, H., Barus, S. A., Salim, E., Nurkolis, F., & Syahputra, R. A. (2024). Malaria in Indonesia : current treatment approaches , future strategies , and potential herbal interventions. 1–14. https://doi.org/10.3897/pharmacia.71.e116095

World malaria report 2024. (n.d.). Retrieved August 29, 2025, from https://www.who.int/teams/global-malaria-programme/reports/world-malaria-report-2024

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles