EFEKTIVITAS BRAIN GYM TERHADAP PENURUNAN STRES AKADEMIK PADA REMAJA DI SMP
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54560Keywords:
brain gym, remaja, stres akademikAbstract
Masa remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial. Pada tahap ini, remaja sering menghadapi berbagai tekanan, salah satunya stres akademik yang muncul akibat tuntutan belajar di lingkungan sekolah. Stres akademik pada remaja usia 12–15 tahun dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tuntutan prestasi, hubungan dengan teman sebaya, tekanan dari lingkungan sekolah, serta kondisi keluarga. Apabila tidak dikelola dengan baik, stres akademik dapat berdampak negatif terhadap kondisi emosional, motivasi belajar, dan prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, diperlukan suatu intervensi yang dapat membantu remaja dalam mengelola dan menurunkan tingkat stres akademik, salah satunya melalui latihan Brain gym. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Brain gym dalam menurunkan tingkat stres akademik pada remaja di SMP Garuda Manado. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pre-test post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 44 remaja yang terdiri dari 22 siswa pada kelompok intervensi dan 22 siswa pada kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan two-stage cluster sampling. Pengukuran tingkat stres akademik dilakukan menggunakan instrumen Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi serta uji Mann Whitney U untuk membandingkan perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brain gym berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat stres akademik. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,113 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Uji Mann Whitney U menunjukkan p-value = 0,000 dengan mean rank 12,05 pada kelompok intervensi dan 32,95 pada kelompok kontrol. Dengan demikian, Brain gym terbukti efektif menurunkan stres akademik pada remaja.References
Alfarizi, M. A. (2025a). Stres akademik pada murid kelas VII SMP Negeri 2 Jakarta (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Jakarta). Universitas Negeri Jakarta.
Alfarizi, M. A., Safitri, D., & Sujarwo, S. (2025b). Transisi yang Mengguncang: Stres Akademik dalam Masa Remaja Awal di SMPN 2 Jakarta. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 1566-1573.
Azizah, L., Martiana, T., & Soedirham, O. (2017). The Improvement of Cognitive Function and Decrease the Level of Stress in the Elderly with Brain gym. International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS), 1(1), 26-31.
Barseli, M., Ifdil, I., & Nikmarijal, N. (2017). Konsep stres akademik siswa. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 5(3), 143-148.
Baskara, F. (2024). Pengaruh Brain gym Terhadap Tingkat Stress Dalam Persiapan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Pada Siswa Kelas 12 SMK Negeri 4 Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Kusuma Husada).
Dewi, N. M. R. S., Devi, N. L. P. S., & Utami, K. C. (2025). GAMBARAN STRES AKADEMIK SISWA SMP NEGERI 1 KUBU SELAMA PANDEMI COVID-19. Community of Publishing in Nursing, 13(1), 53-57.
Fitriani, A. (2024). Peningkatan Kesadaran Kesehatan Mental pada Remaja Melalui Promosi Kesehatan Mental. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 3(2), 404-409.
Hao, L., Mat Ludin, A. F., Ahmad, M., Meng, X., & Zhong Lei, H. (2024). The prevalence and its associated factors of psychological stress among middle school students in China: pooled evidence from a systematic scoping review. Frontiers in Public Health, 12, 1358210.
Hisan, K. (2022). PENGARUH PARENTAL PRESSURE TERHADAP STRES AKADEMIK REMAJA (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA).
Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) Research Report. (2022). Pusat Kesehatan Reproduksi. Center for Reproductive Health, University of Queensland, & Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.
Irvanti, R. N., Khairunnisa, Z., & Kosasi, F. I. (2025). Pengaruh Beban Tugas Akademik Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11).
Kartasasmita, A. M. (2022). Hubungan Tingkat Stres Akademik dan School Well-Being yang di Moderasi oleh Konseling Kelompok pada Siswa SMP Kelas 3. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 1(01), 46-54.
Khaira, W. (2023). Faktor penyebab stres akademik siswa remaja. FITRAH: International Islamic Education Journal, 5(1), 123-135.
Kumar, S. (2017). Academic Stress: Concept, Sources and Effects. Journal of Applied Research, 7(9), 1–2.
Lismiati, L. (2018). Pengaruh Brain gym Terhadap Perubahan Tingkat Stres Pada Remaja (Usia 12-15 Tahun) Studi di SMPN 3 Jombang (Doctoral dissertation, STIKes Insan Cendekia Medika Jombang).
Manik, S. Y., Nisa, K., & Gannika, L. (2024). Hubungan Penggunaan Media Sosial dan Stres Akademik dengan Masalah Tidur Remaja. Mapalus Nursing Science Journal, 2(2), 08-19.
Oktavia, D. A., Setiawati, D., & Mardiningsih, I. A. (2024). Profil Stres Akademik Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Taman Sidoarjo menggunakan Student Stres Inventory. Journal Of Human And Education (JAHE), 4(5), 468-473.
Prakash, G. H., Kumar, D. S., Arun, V., Hegde, S., Yadav, D., & Gopi, A. (2024). Prevalence and correlates of depression, anxiety, and stress among adolescents in urban and rural areas of South India. Journal of Family Medicine and Primary Care, 13(8), 2979-2985.
Pramesti, T. A., Sastrawan, K. B., & Wardhana, Z. F. (2018). Pengaruh Brain gym Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Anak Sekolah di SD Negeri 1 Tonja Denpasar. Bali Health Journal, 2(1), 12-22.
Rosanti, R., Purwanti, P., & Wicaksono, L. (2022). Studi tentang stres akademik pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 18 Pontianak. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(9), 1578-1583.
Roy, S. K., Jahan, K., Alam, N., Rois, R., Ferdaus, A., Israt, S., & Karim, M. R. (2021). Perceived stress, eating behavior, and overweight and obesity among urban adolescents. Journal of Health, Population and Nutrition, 40(1), 54.
Sagita, D. D., Fairuz, S. U. N., & Aisyah, S. (2021). Perbedaan stres akademik mahasiswa berdasarkan jenis kelamin. JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa, 9-16.
Sari, H., Prawitasari, S., & Rosiana, R. F. (2024). Pengaruh Stres Akademik Terhadap Perkembangan Emosi Remaja Awal (12-15 Tahun). Journal of Health Science and Psychology, 5(1), 173-181.
SKI (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Surokim, A., Haryani, T., & Lestari, W. A. (2025). Stres Akademik Pada Remaja: Tinjauan Pustaka. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(1), 1-10.
Utami, N. H. (2024). Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Stres Akademik Pada Siswa Kelas VII SMPN 44 Jakarta. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 6(3), 5626-5633.
Vogelaar, S., van Buel, R., & van der Lans, R. (2023). Academic Stress and Wellbeing in Secondary Education. International Journal of Educational Psychology, 12(1), 4-25.
WHO. (2024). Adolescent Mental Health. World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Severnaya Eglis Awuy, Lenny Gannika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


