FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK KEJANG DEMAM DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54538Keywords:
anak, kejang demam, pengetahuan orang tua, pertolongan pertamaAbstract
Kejang demam pada anak masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Penanganan awal di tingkat keluarga sering kali belum optimal, yang mencerminkan keterbatasan pengetahuan orang tua dalam melakukan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan, usia, dan pengalaman orang tua dengan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada anak kejang demam di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dari anak yang mengalami demam dan/atau kejang demam di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Sampel berjumlah 48 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai pertolongan pertama kejang demam (56,3%). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan (p = 0,001) dan usia orang tua (p = 0,000) dengan tingkat pengetahuan, sedangkan pengalaman tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,62). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan usia orang tua berhubungan dengan pengetahuan pertolongan pertama pada anak kejang demam, sementara pengalaman tidak berhubungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan orang tua dalam menangani kejang demam pada anak.References
Arifin, A., Hasan, F., & Suhendra, E. (2023). Analisis Pengaruh Usia Terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama. Jurnal Kesehatan dan Pendidikan, 11(2), 123-130.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Hidayati, N. (2020). Hubungan pengalaman dan pengetahuan mengenai pertolongan pertama bijak keluarga di era pandemi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(3), 243-250.
Kemenkes RI. (2023). Laporan Prevalensi Kejang Demam Pada Anak Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khusal, M. (2021). Risiko Neurologis Pada Anak Dengan Kejang Demam.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Kusyani, R. (2022). Kejang Demam Pada Anak: Epidemiologi dan penanganannya.
Mariyani, R., & Sinurat, T. (2022). Pengetahuan Orang Tua Tentang Pertolongan Pertama Kejang Demam.
Mulia, S. (2023). Media Pendidikan Kesehatan Dalam Peningkatan Pengetahuan Orang Tua.
Paizer, J., Ramadhan, A., & Situmorang, L. (2023). Realita Pengetahuan Orang Tua Dalam Menangani Kejang Demam. 7(2), 55–63.
Siallagan, D., Simanjuntak, P., & Manurung, E. (2024). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pengetahuan Orang Tua Tentang Kejang Demam.
Siregar, F. (2022). Risiko Kesalahan Penanganan Kejang Demam Oleh Orang Tua. Jurnal Keperawatan Anak, 9(1), 20–27.
Suriyani, Mikawati, & Pratiwi, R. (2023). Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Penanganan Kejang Demam Pada Anak Melalui Pendidikan Kesehatan. JPIK (Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan), 2(2). https://doi.org/10.33757/jpik.v2i2.44.
Putri, A. R., & Rahmawati, L. (2023). Pengaruh usia dan akses informasi digital terhadap pengetahuan orang tua dalam penanganan kejang demam anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 7(3), 201–209.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elsa Aprilia, Rizky Meilando

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


