HUBUNGAN IKLIM DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR KHALIPAH KABUPATEN DELI SERDANG
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54512Keywords:
Iklim, ISPA, Puskesmas, Studi EkologiAbstract
studi ekologi menggunakan desain penelitian cross-sectional . Adapun populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang terkena ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah dengan jumlah 8781 jiwa dengan sampel yang diambil mencakup seluruh kasus yang ada. Uji analisis pada penelitian ini dilakukan menggunakan koefisien korelasi Pearson. Hasil dari penelitian ini, tidak terdapat hubungan antara curah hujan dengan kejadian ISPA (p-value = 0,273) dan (r=0,197), terdapat hubungan antara kelembapan udara dengan kejadian ISPA (p-value = 0,006) dan (r = 0,542), terdapat hubungan antara kecepatan angin dengan kejadian ISPA (p-value = 0,010) dan (r = - 0,516), terdapat hubungan antara suhu dengan kejadian ISPA (p-value = 0,046) dan (r = -0,411) . Disarankan agar pihak puskesmas lebih proaktif dalam melakukan upaya promotif dan preventif, terutama pada musim atau kondisi iklim yang ekstrem untuk meminimalisir kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah.References
Anggraini, A., Noveni, T., & Lubis, L. H. (2022). Analisis karakteristik intensitas curah hujan di Kabupaten Deli Serdang. FISITEK (Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi), 34–39.
Azizah MN, Ilmi MB, Hayati R. Hubungan curah hujan, kelembaban, suhu, dan kecepatan angin terhadap kejadian ISPA di Kota Banjarmasin tahun 2019–2021 (studi ekologi). 2023.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2020). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2020. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Ernyasih, F., Fajrini, F., & Latifah, N. (2024). Analisis hubungan iklim (curah hujan, kelembaban, suhu udara, dan kecepatan angin) dengan kasus ISPA di DKI Jakarta tahun 2011–2015. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Hartono, M. Z. (2023). Hubungan suhu udara dan kelembapan udara serta curah hujan dengan kejadian ISPA di Kota Medan tahun 2013–2022. Skripsi/Tesis.
Hidayat MT, Syam AF, Maulida R. Analisis Kasus ISPA Berdasarkan Kualitas Udara Ambien dan Unsur Meteorologi di Kota Kendari .2023
Juriskha N, Hidayati D. Kejadian Penyakit ISPA (Pneumonia) oleh Pengaruh Kondisi Iklim dan Konsentrasi PM10 di Kota Padang. 2025
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Informasi tentang ISPA pada balita. Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.
Khairiyati, L., Fakhriadi, R., & Fadillah, N. A. (2020). Hubungan suhu, curah hujan, kelembaban udara, dan kecepatan angin dengan kejadian ISPA di Banjarmasin selama 2012–2016. Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases, 1–6.
Lestari R, Kadir A, Natsir H. Hubungan Sanitasi Fisik Rumah Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Tpa Tamangappa Antang Makassar Tahun 2020. Alami J Pendidikan Ipa. 2020
Maulana, A. N. (2023). Hubungan curah hujan, kelembapan, suhu, dan kecepatan angin terhadap kejadian ISPA di Kota Banjarmasin tahun 2019–2021 (studi ekologi) [Skripsi]. Universitas Islam Kalimantan.
Putri, N. K. (2023). Analisis kadar particulate matter (PM2.5) dan faktor iklim (suhu dan kelembapan) dengan kejadian ISPA di Jakarta. Skripsi/Tesis.
Rahmawati F, Sari DN, Putri M. Pengaruh Suhu Udara Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Kota Yogyakarta Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022
Selfiana S, Takaria T, Lumintang L. Hubungan Konsentrasi Debu Dan Kelembaban Udara Terhadap Kejadian Ispa Di Kecamatan Mapanget. Jurnal Kesehatan Lingkungan Poltekkes Manado. 2020
World Health Organization. (2007). Pencegahan dan pengendalian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi di fasilitas pelayanan kesehatan: WHO interim guidelines (WHO/CDS/EPR/2007.6). World Health Organization.
World Health Organization. (2020). Constitution of the World Health Organization (49th ed.). World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rafiqoh Hasibuan, Yulia Khairina Ashar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


