HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN PEMERINTAH DESA TERHADAP KEPEMILIKAN JAMBAN DI WILAYAH PESISIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS ELPAPUTIH KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT

Authors

  • Rusli Karepesina Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Stikes Widyagama Husada Malang
  • Tiwi Yuniastuti Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Stikes Widyagama Husada Malang
  • Misbahul Subhi Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Stikes Widyagama Husada Malang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54398

Keywords:

pengetahuan, komitmen pemerintah desa, Daerah pesisir, jamban, kepemilikan jamban

Abstract

Sanitasi yang layak dan ketersediaan jamban yang memadai merupakan indikator penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Namun, masalah sanitasi masih menjadi tantangan di wilayah pesisir, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Elpaputih, di mana masih banyak masyarakat yang melakukan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di pantai. Tingkat pengetahuan yang rendah dan dukungan yang belum maksimal dari pemerintah desa seringkali menjadi kendala utama dalam kepemilikan jamban sehat. Tujuan Penelitian ini adalah  untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan pemerintah desa terhadap kepemilikan jamban di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Elpaputih Kabupaten Seram Bagian Barat. Desain Penelitiani menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional.  Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 90 responden yang dipetoleh melalui teknik pengambilan sampel random sampling, dimana untuk menjaga relevansi data responden harus ada kriteria Inklusi yang sudah ditetapkan. Prosedur pengumpulan data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner sebagai data primer dan data yang diperoleh secara tidak langsung dari data laporan rutin puskesmas elpaputih sebagai data sekunder. Data di analisis menggunakan SPSS dengan tahapan analisis univariat dan anallisis bivariat melalui uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepemilikan jamban (p-value = 0,678). Sementara itu terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan pemerintah desa terhadap kepemilikan jamban (p-value = 0,046). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat yang sudah baik tidak berkorelasi signifikan dengan kepemilikan jamban, namun dukungan pemerintah desa yang dinilai kurang optimal memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepemilikan jamban di wilayah tersebut.

References

Agnesria, Maria, Bambang & Caca. (2024). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepemilikan Jamban di Kelurahan Bunta II, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai Tahun 2021. Buletin Kesehatan Mahasiswa, vol. 2, No.2. 82-83.

Agustyaningsih, Kurnia, & Larasati. (2020). Hubungan pengetahuan tentang jamban sehat dan lingkungan fisik dengan perilaku buang air besar sembarangan. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 8(2), 130-139.

Aulia, Dhewi, Ariyanto & Fauzan. (2025). Hubungan Kepemilikan Jamban Sehat, Sumber Air Bersih dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare di Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin Tahun 2025. Health Research Journal of Indonesia, 4(1), 17–23.

Boys. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepemilikan Jamban Keluarga (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Kupang).

Direktorat Penyehatan Lingkungan. (2024). Pedoman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Revisi 1. Kementrian Kesehatan RI

Gargita. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan jamban setelah pemicuan stbm di desa pantolobete wilayah kerja puskesmas Lalundu Despot Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Jurnal Kolaboratif Sains, 3(5), 223-231.

Gasper, Arna, Siagian, Ponidjan, Nurmawi, Rosmawati & Kristiani. 2025). Ilmu Perilaku Kesehatan. Cetakan Pertama. PT. Media Pustaka Indo.

Hasanudin, Amsal, Saharudin. (2024). Faktor Pendidikan dan Pengetahuan Terhadap Kepemilikan Jamban di Desa Silanga Kabupaten Parigi Mautong. Jurnal Promotif Prefentive. Vol.7. no.6. 1152-1158.

Mila, Aryana & Rusminingsih. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga Dengan Kepemilikan Jamban Sehat. Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL), 13(1), 14-27.

Mukhlasin & Solihudin. (2020). Kepemilikan Jamban Sehat Pada Masyarakat. Faletehan Health Journal, 7(03), 119-123.

Nahrun, Kuswary & Nur. (2024). Knowledge Role of Officers Role of Government on Family Latrine Ownership in Patilereng Village Working Area of Bontosikuyu Health Center Kab. Kep. Selayar. Jurnal Data Kesehatan Indonesia, 2(2).

Nanda, Nasution, Rizqika, Munthe & Febrina. (2025). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Keluarga Di Kampung Nelayan Kelurahan Belawan I. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 12(5).

Nihaya, Wulandari & Sugiono. (2024). Peran pemerintah desa membalong dalam keberhasilan implementasi program stop buang air besar sembarangan di desa membalong kecamatan membalong kabupaten belitung. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 11(2), 403-424.

Pranaka, R. N., & Agustinus, E. (2022). Faktor Karakteristik Kepala Keluarga yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban di Desa Bengawan Ampar Kabupaten Landak. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 32(1), 65-76.

Puskesmas Elpaputih. (2024). Laporan Sanitarian Puskesmas Elpaputih tahun 2024. Elpaputih: Puskesmas Elpaputih.

Putri, Hubaybah, Fitri, Aswin, Hidayati & Hidayat. (2024). Analisis Pilar Pertama pada Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Wilayah Kerja Sungai Lokan Tanjung Jabung Timur. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 8(2), 166-172.

Rachmawati, Margawati & Laksono. (2019). Dukungan kader dan kepemilikan jamban pada penduduk pesisir di Koba Bangka Belitung. Berita Kedokteran Masyarakat , 35 (5), 163-168.

Safriani & Putri. (2020). Promosi Manfaat Jamban dan Tangki Septik Serta Peningkatan PHBS di Desa Lueng Baro Kabupaten Nagan Raya. Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 33-40.

Saleh, Yudianti, Damayati, Basri & Amansyah. (2025). Evaluasi Peran Kepemilikan Jamban dalam Kejadian Stunting: Temuan dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(1), 101-108.

Sari, Ningsih, & Sudirham. (2025). Edukasi Pentingnya Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar GP Tombasian Atas. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 7(2), 129-136.

Sari. (2020).Intensi Kepada Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Penggunaan Jamban Sehat Di Kelurahan Bukik Cangang KAyu Ramang Bukit Tinggi. Sari, Mila, 1(2), 116–124.

Sonia & Hidayati. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Kerta Dewa Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Kesmas Jambi, 7(2), 90-101.

Susilawati, Darmayanti, Falef & Hanafi. (2023). Community-Based Sanitation Management Model Using Local Aspects of Coastal Areas.

Tiak, Kanan, Dwicahya & Sudarsa. (2024). Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kepemilikan Jamban di Kelurahan Bunta II Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai Tahun 2021: Factors influencing latrine ownership in Bunta II Village, Bunta District, Banggai Regency in 2021. Buletin Kesehatan Mahasiswa, 2(2), 78-84.

Widyastuti, Jamaluddin, Arisanti & Kartiasih. (2023, October). Analisis Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Akses Sanitasi Layak di Indonesia Tahun 2021. In Seminar Nasional Official Statistics (Vol. 2023, No. 1, pp. 105-116).

Wijayanti & Maulana. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, 1(1), 1-15.

Wirdawati & Dewi. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Penyak Lalang Kabupaten Sintang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), 177-181.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles