GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAMANGAPA

Authors

  • Rachmat Faisal Syamsu Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Dahliah Dahliah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Salahuddin Andi Palloge Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Hermiaty Nasruddin Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Rezky Putri Indarwati Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Armanto Makmun Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Burhanuddin Bahar Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Abbas Zavery Nurdin Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Fatimah Fatimah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Nadiyah Nurfadhilah Program Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Azzah Zahiyah Program Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.54271

Keywords:

Hipertensi, Indeks Massa Tubuh, Status Gizi

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko penting penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi adalah status gizi, yang umumnya dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kelebihan berat badan dan obesitas dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui mekanisme resistensi insulin, aktivasi sistem saraf simpatis, dan retensi natrium. Di Indonesia, perubahan pola makan dan gaya hidup menyebabkan meningkatnya jumlah pasien hipertensi dengan status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang tercatat di Puskesmas Tamangapa tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 25 pasien hipertensi yang diambil menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian adalah status gizi pasien hipertensi yang diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Alat pengumpulan data berupa data sekunder yang meliputi berat badan dan tinggi badan pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi berdasarkan kategori IMT menurut kriteria WHO Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi memiliki status gizi normal sebanyak 16 orang (64%), diikuti kategori overweight sebanyak 8 orang (32%), dan obesitas kelas I sebanyak 1 orang (4%). Kesimpulan penelitian ini mayoritas pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa memiliki status gizi normal hingga overweight. Pemantauan dan pengendalian status gizi tetap diperlukan sebagai bagian penting dalam upaya pengelolaan dan pencegahan komplikasi hipertensi.

References

Carey RM, et al. (2023). Hypertension in adults: new diagnostic thresholds and updates. JAMA Cardiology.

Carey RM, Whelton PK. (2023). Evolving interpretations of hypertension thresholds: Implications for JNC-derived guidelines. J Clin Hypertens.

Handayani S, Putra A, Wulandari D. (2022). Pengaruh edukasi berkelanjutan terhadap perubahan indeks massa tubuh pasien penyakit kronis

Kurniawan B, Astuti N, Lestari E. (2024). Dampak aktivitas fisik terstruktur pada perbaikan IMT peserta Prolanis. Jurnal Gizi Klinik Indonesia

Lee H, Kim J. (2023). Overweight metabolic risk profiles among Asian adults: Updated evidence 2022–2023. Nutrients.

Lee H, Kim J. (2023). The impact of obesity-related inflammation on blood pressure regulation: Recent evidence. Nutrients. 2023;15(11):2455.

Lee H, Kim J. (2024). Nutritional status assessment and its implications for chronic disease risk: Updated perspectives 2022–2024. Nutrition Reviews.

Minihane AM, et al. (2023). Nutrigenomics: understanding the gene–diet interactions in human health. Proc Nutr Soc, 82(1):10–21.

Ordovás JM, Mooser V. (2023). Nutrigenomics and nutrigenetics. Curr Opin Lipidol, 34(2):72-81

Prasetyo AD, et al. (2024). Association between BMI categories and hypertension severity among Indonesian adults: A national health survey analysis 2024. Asia Pac J Clin Nutr. 2024;33(2):210–218.

Prasetyo AD, et al. (2024). Trends of BMI and Dietary Patterns in Indonesia: Implications for Community-Based Interventions. Asia Pac J Clin Nutr.

Rahmawati F, Surya D, Yuliana M. (2023). Efektivitas senam Prolanis dalam menurunkan risiko kardiometabolik pada pasien hipertensi

Sakamoto H, et al. (2024). BMI as a Cardiometabolic Predictor in Asian Adults: A Multicenter Cohort Study 2022–2024. European Journal of Clinical Nutrition.

Santos LP, et al. (2023). Anthropometric indicators and their clinical relevance in evaluating nutritional status: A review of recent evidence. Clinical Nutrition.

Suryani N, Fauzan R, Mardiana T. (2023). Peran monitoring kesehatan berkala dalam pengendalian berat badan pasien Prolanis. Indonesian Journal of Preventive Medicine

Widodo A, Siregar R, et al. (2024). Association Between BMI Category and Hypertension Prevalence in Indonesian Adults: A National Survey Analysis 2023–2024. Indonesian Journal of Medical Sciences.

Williams B, et al. (2024). Contemporary perspectives on hypertension staging and treatment updates: A review of global guideline comparisons 2022–2024. Curr Hypertens Rep.

Williams B, et al. (2024). Global definition and clinical approach to hypertension: recent updates. The Lancet Hypertension Review.

Zeisel SH. (2023). Nutrigenomics and nutrigenetics in the context of diet-related disease risk. Annu Rev Nutr, 43:101–125.

Zheng X, Zhang W, Wan X, et al. (2024). Body Mass Index and Hypertension Risk: Updated Meta-analysis on Asian Populations. BMC Nutrition.

Downloads

Published

2026-02-14

Issue

Section

Articles