HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE, PENGGUNAAN SABUN MANDI BERSAMA DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PUSKESMAS BATAKTE, KEC. KUPANG BARAT

Authors

  • Aprilia Priskila Faot Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Pius Weraman Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Amelya B. Sir Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.54102

Keywords:

kepadatan hunian, kepemilikan jamban, ketersediaan air bersih

Abstract

Menurut International Alliance for the Control of Scabies (2022), kasus skabies terjadi secara global memengaruhi lebih dari 130 juta orang setiap saat. Puskesmas Batakte adalah puskesmas dengan kasus tertinggi dari semua puskesmas di Kabupaten Kupang dari tahun 2021-2022 sebanyak 255-307 kasus menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene, penggunaan sabun mandi bersama dan sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies di Puskesmas Batakte, Kec. Kupang Barat. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain case control. Populasi kelompok kasus yaitu seluruh penderita skabies dan kelompok kontrol yaitu yang tidak menderita skabies. Jumlah sampel penelitian sebanyak 42 kasus dan 42 kontrol yang dipilih menggunakan systematic random sampling. Sampel kasus dan kontrol di-matching untuk menyamakan karakteristik yaitu umur dan tempat tinggal. Setiap variabel penelitian diuji dengan uji Chi-square untuk melihat hubungannya dengan kejadian skabies. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dengan kejadian skabies yaitu personal hygiene (p value 0,034< 0,05, OR=3,188, 95%CI 1,193-8,520) dan kepadatan hunian (p value 0,007<0,05, OR=6,500, 95%CI 1,705-24,777). Sedangkan, tidak ada hubungan dengan kejadian skabies yaitu penggunaan sabun mandi bersama (p value 1,000 > 0,05, OR=1,127, 95%CI 0,432-2,944), kepemilikan jamban (p value 1,000>0,05, OR=2,050, 95%CI 0,179-23,512), dan ketersediaan air bersih (p values 0,184 > 0,05, OR=2,400, 95%CI 0,804-7,161). Puskemas dapat mengupayakan penanganan skabies berupa peningkatan penyuluhan, pemberian poster dan leaflet tentang cara penularan skabies dan faktor-faktor penyebab skabies.

References

Adwiyah, R. (2021). Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Keluhan Penyakit Kulit di Desa Rambung merah kecamatan Siantar Kabupaten Simulangan (p. 74).

Asyari, N. (2023). Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Skabies di Wilayaj Kerja Puskesmas Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 19(1), 1–16.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. (2021). Kecamatan Kupang Barat dalam Angka 2021. BPS Kabupaten Kupang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. (2020). Laporan Data Kesakitan LB 1 (ICD 10). Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. (2021). Laporan Data Kesakitan LB 1 (ICD 10). Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Fauzi, H. I. (2022). Hubungan Kepadatan Hunian dan Penggunaan Alat Mandi Bersama dengan Kejadian Skabies pada Santri di Asrama Baitussakhi Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Kabupaten Cirebon Tahun 2022.

Fitria, N. (2020). Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Higiene Perorangan dengan Keluhan Penyakit Skabies pada Anak-Anak di Panti Asuhan Amaliyah Kota Kendari Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes, 1(03), 13–20.

Ilmi, M. B., & Mahmudah. (2017). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skabies di Kelurahan Pengambangan Kota Banjarmasin Tahun 2016. Prosiding Hasil Penelitian Dosen Uniska Tahun 2017, 313–321.

Intan, N. (2018). Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya. Jurnal Keajaiban Dunia, 1(1).

Julianti, I. S. (2019). Faktor risiko kejadian scabies di wilayah kerja puskesmas dolo kabupaten sigi Risk Factors of Scabies in The Working Area of The Sigi District Dolo Health Center. https://doi.org/https://doi.org/10.56338/jks.v2i1.842

Kustono, H. D., & Dkk. (2019). Occupational Accident Prevention (OCP): Implementasi Machine Barrier and K3 Training. Media Nusa Creative.

Patilaiya, H. La, & Al, E. (2022). Higiene Sanitasi dan K3 (M. Sari & R. M. Sahara, Eds.). PT Global Eksekutif Teknologi.

Pinontoan, O. R. (2019). Dasar Kesehatan Lingkungan. Deepublish.

Rahmatia, N., & Ernawati, T. (2020). Penatalaksanaan Skabies Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Satelit. Majority, 9(1), 1–8.

Romadlon, S., Hilal, N., & Lagiono. (2016). Hubungan Praktik Personal Hygiene dan Kondisi Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Skabies pada Santri di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Sirau Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Tahun 2016. 213–219.

Sa’adatin, M., & Ismail, T. S. (2015). Hubungan Higiene Perorangan, Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Kontak dengan Kejadian Skabies. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 10(1), 38–46.

Sari, N. P. (2022). Kesehatan Lingkungan Pemukiman dan Perkotaan (M. Sari, Ed.). PT Global Eksekutif Teknologi.

Sulistiarini, F. (2022). Hubungan Faktor Lingkungan Fisik dan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren. Jurnal Kesehatan, 15(2), 137–150. https://doi.org/10.23917/jk.v15i2.19340

Ubaidillah. (2020). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Scabies di Madrasah Tsanawiyah Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 12. https://doi.org/DOI:https://doi.org/10.34035/jk.v12i1.603

Widasmara, D. (2020). Konsep Baru Skabies. UB Press.

Winandar, A., & Muhammad, R. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan Penderita Scabies di Wilayah Kerja Puskesmas Sibigo Kecamatan Simeulu Barat. Jurnal Sains Dan Aplikasi, IX(2), 140–149.

Yuniaswan, A. (2020). Infestasi Parasit dalam Dermatologi. UB Press.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles