ANALISIS KANDUNGAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN KELEBIHAN SISA KLORIN PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH TERNATE SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.53934Keywords:
bakteri escherichia coli, depot air minum, sisa klorinAbstract
Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus memenuhi persyaratan kesehatan agar aman dikonsumsi. Salah satu sumber pemenuhan kebutuhan tersebut berasal dari depot air minum isi ulang yang kini banyak digunakan masyarakat. Produksi air minum di depot wajib memenuhi standar kualitas sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Permasalahan muncul ketika masih ditemukan depot air minum dengan kandungan mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli dan kadar sisa klorin yang tidak sesuai ambang batas. Penelitian ini bertujuan untuk enganalisis keberadaan bakteri Escherichia coli dan kadar sisa klorin pada depot air minum isi ulang di wilayah Ternate Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh depot air minum isi ulang di wilayah Ternate Selatan, dengan sampel sebanyak 27 depot yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis dilakukan melalui uji mikrobiologi untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli dan uji kimia untuk mengukur kadar sisa klorin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 7 dari 27 sampel (25,9%) teridentifikasi mengandung Escherichia coli. Hasil pengujian sisa klorin menunjukkan 19 sampel (70,4%) berada di bawah ambang batas dan 8 sampel (29,6%) berada dalam batas normal, tanpa ditemukan kelebihan sisa klorin. Sebagian depot air minum isi ulang di wilayah Ternate Selatan belum memenuhi persyaratan mikrobiologis karena masih ditemukan bakteri Escherichia coli, sementara kadar sisa klorin seluruhnya berada dalam kisaran aman.References
Ananthanarayan, R., & Jayaram, C. P. (2020). Textbook of Microbiology, 7th edition. Orient Longman.
Chang, S., & others. (2020). Identifikasi Salmonella Typhi pada Air Galon Bermerek dan Isi Ulang di Banjarmasin. Homeostasis, 3(1), 129–134.
Edge, & others. (2019). Library-Dependent and Library-Independent Microbial Source Tracking to Identify Spatial Variation in Faecal Contamination Sources Along a Lake Ontario Beach (Ontario, Canada). Water Science and Technology. https://doi.org/10.2166/wst.2019.335
Katon, M. R., Solichin, A., & Jati, O. E. (2020). Analisis Pendugaan Bakteri Escherichia Coli pada Kerang Hijau (Perna Viridis) di Morosari, Demak. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 9(1), 40–46. https://doi.org/10.14710/marj.v9i1.27758
Kemenkes. (2023). Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023.
Liu, B., & others. (2020). Structure and Genetics of Escherichia coli O Antigens. FEMS Microbiology Reviews, 655–683. https://doi.org/10.1093/femsre/fuz028
Notoadmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Rafika, R., Rahman, R., & Daud, M. (2022). Pengujian Kualitas Air Minum Isi Ulang pada Depot Air di Wilayah Kelurahan Banta-Bantaeng. Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(2), 38–44. https://doi.org/10.33860/bjkl.v2i2.1342
Rezkina, K., & Roslina, A. (2024). Perbandingan Pertumbuhan Escherichia coli dan Salmonella Sp pada Hari Pertama dan Hari Kedua di Depot Air Minum Isi Ulang. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Universitas Sriwijaya, 11(1), 22–31. https://doi.org/10.32539/jkk.v11i1.225
Saba, R. I., Maddusa, S. S., & Umboh, J. M. (2019). Higiene Sanitasi dan Kandungan Bakteri pada Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Aertembaga Kota Bitung. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3). https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i1.11419
Sunarti, R. N., & others. (2016). Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang di Sekitar Kampus UIN Raden Fatah Palembang. Jurnal Bioilmi, 2(1). https://doi.org/10.19109/bioilmi.v2i1.1116
Wahyudi, B., Winarko, W., & Sulistio, I. (2020). Hubungan Kualitas Fisik Depot Air Minum dengan Kualitas Mikrobiologi Air Minum di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Gema Lingkungan Kesehatan, 18(2), 112–117. https://doi.org/10.36568/kesling.v18i2.1428
Winandar, A., & others. (2020). Analisis Escherichia coli dalam Air Minum Isi Ulang pada Depot Air Minum di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Saintia Jurnal Sains Dan Aplikasi.
World Health Organization. (2017). Guidelines for Drinking-Water Quality, 4th Edition Incorporating the First Addendum. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549950
Zhao, T., & others. (2018). Chlorine Inactivation of Escherichia coli O157:H7 in Water. Journal of Food Protection.
Zikra, W., & others. (2018). Identifikasi Bakteri Escherichia coli (E. coli) pada Air Minum di Rumah Makan dan Cafe di Kota Padang. http://jurnal.fk.unand.ac.id
Zulfa, N., & Mulyawati, I. (2023). Higiene Sanitasi dan Uji Pemeriksaan Mikrobiologi Depot Air Minum Isi Ulang. https://doi.org/10.15294/higeia.v7i1.61441
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indah Putri Bahtera Sangadji, Ismail Rahman, Mawardy Anwar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


