PERBEDAAN KETERAMPILAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK USIA DINI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN EDUKASI MEDIA AUDIKTIF

Authors

  • Komang Dina Okta Trijayanti Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Ni Nyoman Suindri Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Listina Ade Widya Ningtyas Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.53881

Keywords:

DIARE, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cuci tangan, Anak Usia Dini

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak usia dini masih memerlukan perhatian khusus, terutama keterampilan mencuci tangan yang benar. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa hanya 49,8% penduduk Indonesia mencuci tangan dengan benar. Kondisi ini berkontribusi terhadap tingginya kejadian diare pada anak, yang menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2023 masih menjadi penyebab 1,1% kematian balita. Di Provinsi Bali, diare termasuk penyebab kematian terbanyak pada anak usia dini (3%), bahkan Kabupaten Tabanan mencatat angka kematian tertinggi akibat diare sebesar 10%, dengan cakupan pelayanan penderita diare di wilayah kerja Puskesmas Selemadeg Timur I yang masih rendah (19,3%). Situasi tersebut menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif melalui peningkatan keterampilan mencuci tangan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan keterampilan mencuci tangan anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media audiktif di TK Kumara Mandala I, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment pretest–posttest without control group. Populasi penelitian berjumlah 104 anak, dengan sampel 35 anak usia 6 tahun menggunakan purposive sampling. Variabel independen adalah edukasi mencuci tangan melalui media audiktif dan variabel dependen adalah keterampilan mencuci tangan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist observasi enam langkah mencuci tangan dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan mencuci tangan setelah intervensi dengan nilai p value = 0,000 (α < 0,05). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa edukasi mencuci tangan melalui media audiktif efektif meningkaTKan keterampilan mencuci tangan anak usia dini sebagai upaya pencegahan diare.

References

Adha, N. et al. (2021) ‘Pengaruh Kebiasaan Mencuci Tangan Terhadap Kasus Diare Pada Siswa Sekolah Dasar: a Systematic Review’, Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(2), pp. 112–119. Available at: https://doi.org/10.31004/jkt.v2i2.1842.

Algarini Allo, O., Bannepadang, C. and Silamba, J. (2021) ‘Pengaruh Penyuluhan Melalui Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa Kelas Iv SDN 1 Bangkelekila’ Kabupaten Toraja Utara Tahun 2021’, Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 6(1), pp. 37–49. Available at: https://doi.org/10.56437/jikp.v6i1.55.

Anggraini, N.V., Anggraeni, D.T. and Rosaline, M.D. (2022) ‘Peningkatan Kesadaran PHBS Cuci Tangan dengan Benar pada Anak Usia Sekolah’, Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 5(4), pp. 1172–1179. Available at: https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i4.5399.

Dahlia, L. et al. (2022) ‘Keefektifan Metode Bercerita Terhadap Pengetahuan dan Sikap Mencuci Tangan’, Jurnal Mahasiswa Kesehatan, 000, pp. 1–8.

Fitriana, A.R. and Maryati, M. (2021) ‘Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SDN Cipadu Tangerang’, Journal of Nursing and Health Science, 1(1), pp. 32–36. Available at: https://doi.org/10.58730/jnhs.v1i1.21.

Harjanty, R. and Fitriani, L. (2022) ‘Penerapan Media Audio Visual Dalam Melatih Perkembangan Seni Untuk Kelompok B Di Tk Sa’Addatutdarain’, NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, 3(2), pp. 211–229. Available at: https://doi.org/10.55681/nusra.v3i2.455.

Kemenkes RI (2020) ‘Rencana Aksi Nasional 2022-2030 Cuci Tangan Pakai Sabun’, Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 7(2), pp. 107–15..

Rismala, Y. et al. (2021) ‘Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia Dini’, El-Athfal : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak, 1(01), pp. 46–55. Available at: https://doi.org/10.56872/elathfal.v1i01.273.

Rohima, N. (2023) ‘Penggunaan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Keterampilan Belajar Pada Siswa’, Publikasi Pembelajaran, 1(1), pp. 1–12.

Rosa, D., Suastra, I.W. and Sariyasa (2023) ‘Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar’, Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran, 7(3), pp. 443–450. Available at: https://doi.org/10.23887/jipp.v7i3.60119.

Sunardi and Ruhyanuddin, F. (2017) ‘The Impact of Hand Washing on The Incident of Diarrhea Among School-Aged Children At The District of Malang’, Jurnal keperawatan, 8(1), pp. 85–95.

Suyanto, S. and Aisyah, M.N. (2021) ‘Meningkatkan Keterampilan Cuci Tangan Siswa SD Menggunakan Media Audio Visual Dalam Upaya Pencegahan Diare’, Khatulistiwa Nursing Journal, 3(2), pp. 1–8. Available at: https://doi.org/10.53399/knj.v3i2.78.

Downloads

Published

2026-03-30

Issue

Section

Articles