DEEP BREATHING & MUSIK RELAKSASI PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAFAS TIDAK EEKTIF

Authors

  • Made Nadia Dwi Wulandari Devanty Program Studi Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng
  • Ni Ketut Putri Martasari Program Studi Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng
  • G.Nur Widya Putra Program Studi Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.53861

Keywords:

deep breathing exercise, pola napas tidak efektif, PPOK, terapi musik

Abstract

Pola napas tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering dialami pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan ditandai dengan sesak napas, peningkatan frekuensi napas, penggunaan otot bantu pernapasan, serta kecemasan, yang dapat memperburuk status respirasi dan menurunkan kenyamanan pasien, khususnya di ruang perawatan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi musik relaksasi dalam memperbaiki pola pernapasan dan menurunkan kecemasan pada pasien PPOK. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Intervensi berupa Deep Breathing Exercise yang dikombinasikan dengan terapi musik relaksasi diberikan selama 10–15 menit per sesi dengan frekuensi 2–3 kali per hari selama perawatan. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan frekuensi napas, saturasi oksigen, penggunaan otot bantu pernapasan, pola napas, serta respon subjektif pasien terhadap sesak dan kecemasan. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi napas dari 28 menjadi 24 kali per menit, peningkatan saturasi oksigen dari 92% menjadi 95%, berkurangnya penggunaan otot bantu pernapasan, serta pola napas yang lebih dalam dan teratur. Pasien tampak lebih rileks dengan penurunan keluhan sesak napas, meskipun suara mengi masih terdengar dengan intensitas yang lebih ringan. Disimpulkan bahwa kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi musik relaksasi efektif dalam memperbaiki pola napas tidak efektif, meningkatkan ventilasi, serta mengurangi kecemasan pada pasien PPOK sehingga dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan pendukung di ruang perawatan intensif.

References

Agustina, I. I., & Haryanti, D. Y. (2023). Asuhan Keperawatan Pasien Yang Mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Ppok) Dengan Pola Nafas Tidak Efektif Di Ruang Melati Rsd Balung Jember. Health & Medical Sciences, 1(2), 1–7. Https://Doi.Org/10.47134/Phms.V1i2.35

Aldisti, Sylsifa, Kusumajaya, Hendra, Anggraini, & Berti, R. (2025). Faktor – Faktor Yang Behubungan Dengan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 4931–4939.

Asry Yosepha C. Sihotang. (2023). Pengaruh Tindakan Deep Breathing Exercises Terhadap Sesak Napas Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2023 [Universitas Imelda Medan]. Http://Repository.Uimedan.Ac.Id/Handle/1688807833

Fadhilah, M. A. (2024). Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Jurnal Medika Nusantara, 2(2).

Huang, J., Yuan, X., Zhang, N., Qiu, H., & Chen, X. (2021). Music Therapy In Adults With Copd. Pubmed, 66(3), 501–509.

Khaidar Ali Fikri. (2025). Implementasi Pursed Lip Breathing Dan Guided Imagery Music Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis Dengan Kecemasan Di Rsud Kardinah [Politeknik Harapan Bersama Tegal]. Http://Eprints.Poltektegal.Ac.Id/Id/Eprint/6205%0a

Kholidah, W. S., Mohtar, S., Mahmudah, R., & Sari. (2025). Pengaruh Diaphragma Breathing Exercise Terhadap Masalah Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif. Health Sciences And Pharmacy Journal, 9(2), 99–103.

Mohammed, K., Alfawzan, A., & Mohammed, M. A. (2024). The Effectiveness Of Deep Breathing Techniques In Improving Lung Function In Patients With Chronic Obstructive Pulmonary Disease ( Copd ). Journal Of International Crisis And Risk Communication Research, 7(59).

Ramadani, A. Y. (2023). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) Di Rsud Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Republik Indonesia.

Rustamaji, G.A.S., & Ismawati, R. (2021). Daya Terima dan Kandungan Gizi Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Makanan Selingan Balita Stunting. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 1(1): 31-37

Shihadeh, A., Alsharif, F., Alqahtani, M., & Almutairi, K. (2025). Caffeine consumption, sleep quality, and psychological distress among university students. Journal of Psychosomatic Research, 173, 111469. https://doi.org/10.1016/j.jpsychores.2024.111469

Shochat, T., Tavor, I., Tzur, R., & Perez-Lloret, S. (2014). Functional consequences of inadequate sleep in college students: A systematic review. Nature and Science of Sleep, 6, 73–84. https://doi.org/10.2147/NSS.S62907

Sulaiman, N., Ali, A., Zakaria, M. K., Shahim, M. R. A., Jean, S. W., & Jalil, A. M. M. (2024). Caffeine consumption, sleep quality, and mental health outcomes among Malaysian university students. National Journal of Community Medicine, 15(5), 370–378.

Talutu, M. E., & Suyandary, D. (2024). Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Ruang ICU RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran [Universitas Kusuma Husada Surakarta]. In Universitas Kusuma Husada Surakarta. Http://Eprints.Ukh.Ac.Id/Id/Eprint/6050

WHO. (2024). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (Copd). Https://Www.Who.Int/En/News-Room/Fact-Sheets/Detail/Chronic-Obstructive-Pulmonary-Disease-%28copd%29

Yun, R., Bai, Y., Lu, Y., Wu, X., & Lee, S. (2021). How Breathing Exercises Influence On Respiratory Muscles And Quality Of Life Among Patients With COPD ? A Systematic Review And Meta-Analysis. Canadian Respiratory Journal, 2021. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.1155/2021/1904231

Downloads

Published

2026-04-13

Issue

Section

Articles