DIMSUM “SICHIRO“ FORMULASI AYAM, IKAN PATIN DAN WORTEL SEBAGAI KUDAPAN UNTUK BALITA STUNTING USIA 12–23 BULAN

Authors

  • Novia Balisintara Putri Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Theresia Puspita Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Juin Hadi Suyitno Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.53720

Keywords:

Dimsum, Ikan Patin, Stunting

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan/atau infeksi berulang. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan makanan dengan kualitas yang lebih baik yaitu dengan inovasi berupa kudapan padat gizi. Perlu dilakukan inovasi kudapan padat gizi, salah satu makanan yang dapat diberikan adalah dimsum dengan formulasi daging ayam, ikan patin dan wortel sebagai pangan lokal di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu gizi, mutu protein, mutu organoleptik dan taraf perlakuan terbaik pada dimsum ”Sichiro” dengan formulasi daging ayam, ikan patin dan wortel sebagai kudapan pada balita stunting usia 12-23 bulan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan panelis sebanyak 30 orang panelis semi terlatih. Terdapat tiga taraf perlakuan P1 (70:20:10), P2 (50:40:10), P3 (30:60:10) dan satu kontrol P0 (100:0:0). Analisis mutu gizi diperoleh melalui perhitungan Calculated Value dengan Yield Factor dan Retention Factor. Nilai energi dan mutu gizi terbaik untuk energi adalah P1 251,54 kkal, protein adalah P1 10,43 gram, lemak adalah P1 10,62 gram dan karbohidrat terbaik adalah P3 26,88 gram. Mutu protein tertinggi adalah P1 95,45%. Uji mutu organoleptik menggunakan uji hedonik dengan variabel rasa terbaik P1 3,53, warna terbaik P1 3,67, aroma terbaik P1 3,47 dan tekstur terbaik P3 3,53. Pada P1 (70:20:10) merupakan taraf perlakuan terbaik. Dimsum dengan formulasi daging ayam, ikan patin dan wortel dapat dijadikan inovasi pemberian makanan tambahan untuk pada balita stunting usia 12-23 bulan.

References

Afina, H. N., & Maryanto, S. (2020). Pengaruh Pemberian Modisco Iii Dengan Penambahan Kedelai Terhadap Kadar Albumin Pada Tikus Kekurangan Energi Protein. 12(1), 11–18.

Asra Laily, L., Indarjo, S., Ilmu Kesehatan Masyarakat, J., Ilmu Keolahragaan, F., & Negeri Semarang, U. (2023). 354 Higeia 7 (3) (2023) Higeia Journal Of Public Health Research And Development Literature Review: Dampak Stunting Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak. Https://Doi.Org/10.15294/Higeia/V7i3/63544

Azmy, U., & Mundiastuti, L. (2018). Konsumsi Zat Gizi Pada Balita Stunting Dan Non- Stunting Di Kabupaten Bangkalan. 292–298. Https://Doi.Org/10.20473/Amnt.V2.I3.2018.292-298

Damanik, A. M. (2019). Karakteristik Profil Asam Amino Pada Daging Ikan Patin Karakteristik Profil Asam Amino Pada Daging Ikan Patin.

Fernandez, I. (2014). Asam Amino Esensial Untuk Tumbuh Kembang Anak. Food For Kids Indonesia, November.

Fransiska, Onphing, Jafer Nepsy, & Wiliodorus. (2023). Pengaruh Variasi Substitusi Ekstrak Kulit Buah Mangga Terhadap Sifat Organoleptik Permen Jelly. 5(2), 36–43.

Hasanah, U., Ulya, M., & Purwandari, U. (2020). Pengaruh Penambahan Tempe Dan Tepung Tapioka Terhadap Karakteristik Fisikokimia Dan Hedonik Nugget Nangka Muda (Artocarpus Heterophyllus Lmk). 8(3), 154–162.

Karim, Farhan Alfarobi, Swastawati, F., & Anggo, Apri Dwi. (2014). Pengaruh Perbedaan Bahan Baku Terhadap Kandungan Asam Gliamat Pada Terasi. 3, 51–58.

Kebudayaan, Kementrian Pendidikan Dan. (2018). Pengetahuan Bahan Makanan 2.

Kemenkes Ri. (2019). Pedoman Pencegahan Dan Tatalaksana Gizi Buruk Pada Balita. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–120.

Khoiriyah, H., & Ismarwati, I. (2023). Faktor Kejadian Stunting Pada Balita : Systematic Review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(01), 28–40. Https://Doi.Org/10.33221/Jikm.V12i01.1844

Mursyid, Et Al. (2015). Evaluasi Nilai Gizi Protein Tepung Tempe Yang Terbuat Dari Varietas. 33–41.

Nurhikma, Serliana, & Wulandari, Diah Anggraini. (2024). Karakterisasi Kimia Dan Sensori Surimi Di Perairan Tarakan. 19, No 1, 88–96.

Olyfia Rosalina, Et Al. (2023). Sosialisasi Dan Pelatihan Diversifikasi Ikan Mujair Menjadi Nugget Untuk Penanganan Stunting.

Pamungkas, P., Bahar, A., Nurlaela, L., & M, Mauren Gita. (2021). Keunggulan Penambahan Wortel (Daucus Carota .L) Pada Beberapa Kue Tradisional Indonesia. 10(3), 511–518.

Pasande, F., Kristianto, B., Astuti, Nia Budhi, Sarmpumpwain, A., & Lusiana, Sanya Anda. (2025). Pontianak Nutrition Journal Http://Ejournal.Poltekkes-Pontianak.Ac.Id/Index.Php/Pnj/Index Zat Gizi Biskuit Bigaw Dengan Penambahan Tepung Ikan Gabus Dan Tepung Wortel Untuk Balita Stunting. Pontianak Nutritional Jurnal, 8, 641–646.

Prayoga, R., Pratama, A., & Yuniarti, E. (2024). Pengaruh Tingkat Penambahan Labu Siam ( Sechium Edule ) Terhadap Sifat Fisik Dan Organoleptik Dimsum Ayam. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 5(September), 48–69. Https://Doi.Org/10.24198/Jthp.V5i2.56916

Ri, Kementrian Kesehatan. (2024). Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Penyuluhan.

Riestamala, E., Fajar, I., & Setyobudi, Sugeng Iwan. (2021). Formulasi Ikan Lele Dan Bayam Hijau Terhadap Nilai Gizi, Mutu Organoleptik, Daya Terima Risoles Roti Tawar Sebagai Snack Balita. 10(April), 233–242.

Rosida, D., & Anggraeny, F. T. (2023). Bhakti Inovasi Bagi Masyarakat Dalam Edukasi Manfaat Dan Diversifikasi Olahan Dimsum. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 52–58.

Roziqo, Ikhfina Oktokenia, & Nuryanto. (2016). Hubungan Asupan Protein, Zat Besi, Vitamin C Dan Seng Dengan Kadar Hemoglobin Pada Balita Stunting. Journal Of Nutrition College, 5(Jilid 3).

Salsabila, Nabiila Nibraasa, & Ismawati, R. (2023). Daya Terima Dan Kandungan Gizi Dimsum Siomay Substitusi Ikan Kakap Putih Dan Daun Kelor Sebagai Alternatif Pjas. 9(1), 20–31.

Saputra, A. I., & Sahreni, S. (2019). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Terhadap Perubahan Status Gizi Balita Gizi Buruk Di Tfc-Fajar Uptd Puskesmas Saigon Kota Pontianak Tahun 2018 Background : The Best Indicator To Measure The Nutritional Status Of The Community Is Through The N. 2(1), 45–53.

Sholihah, R., Santoso, A. H., & Suwita, I. K. (2017). Formulasi Tepung Ikan Gabus (Channa Striata), Tepung Kecambah Kedelai (Glycine Max Merr) Dan Tepung Kecambah Jagung (Zea Mays) Untuk Sereal Instan Balita Gizi Kurang. 3(2), 132–144.

Sopiawadi, M., Wina, N., Kirana, R. Z., Paujiah, W., Winengsih, W., Tinggi, S., Ekonomi, I., & Subang, S. (N.D.). Desain Formulasi Strategi Bisnis Pada 29 Dimsum Di Subang. Https://Doi.Org/10.46306/Vls.V5i1

Widodo, S., Qur, B., Kadir, K., & M, A. F. (2021). Peningkatan Kandungan Gizi Makro Bakpao Dengan Substitusi Tepung Tempe. 494–507.

Wijayanti, I., Santoso, J., & Jacoeb, A. M. (2016). Pengaruh Frekuensi Pencucian Terhadap Karakteristik Gel Surumi Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus). Jurnal Saintek Perikanan, 8(1), 8–13.

Wiliyanarti, P. F., Israfil, & Ruliati. (2020). Peran Keluarga Dan Pola Makan Balita Stunting. 5(1).

Yuliantini, E., Maigoda, T. C., & Ahmad, A. (2022). Asupan Makanan Dengan Kejadian Stunting Pada Keluarga Nelayan Di Kota Bengkulu. 7(1), 79–88.

Yunianto, A. E., Aisyah, I. S., Neni, N., Fatimah, Di. S., Aulia, A. D., Salsabila, D., Khairinisa, S., Ningsih, S. R., Nuriyah, V. P., & Hadi, Z. T. (2023). Edukasi Gizi Dan Pelatihan Ikan Patin Sebagai Salah Satu Makanan Alternatif Peningkatan Kecukupan Protein Dan Pencegahan Stunting. Jmm (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(1), 275. Https://Doi.Org/10.31764/Jmm.V7i1.12028

Zhafarinnadia, M., Sumanti, D. M., Hanidah, I., & Barqin, G. A. (2024). Effect Of Consuming Prebiotic Biscuit Based On Protein Quality Evaluation By In Vivo Method. Journal Of Nutrition College, 13, 278–286.

Downloads

Published

2026-03-30

Issue

Section

Articles