EFEKTIVITAS SENAM HIPERTENSI DAN JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI

Authors

  • Kartika Setia Purdani Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Nadya Indah Sari Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Gusnawati Sulaeman Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Afifah Anwar Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Nazhiifah Luthfi Suyudi Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Lenny Retnawati Puskesmas Air Putih Samarinda Ulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.53603

Keywords:

Jalan Kaki, Senam Hipertensi, Tekanan Darah

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal, serta kini menjadi epidemi global yang terus meningkat. Lebih dari 1,28 miliar orang di dunia mengalami hipertensi, dengan sebagian besar kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah. Salah satu alternatif pengelolaan hipertensi adalah aktivitas fisik teratur, yang berperan dalam menjaga elastisitas pembuluh darah dan membantu mengontrol tekanan darah. Senam hipertensi dan berjalan kaki termasuk metode non-farmakologis yang banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas senam hipertensi dan berjalan kaki dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 18 Kelurahan Air Putih. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi pada responden yang sama. Populasi terdiri dari 59 penderita hipertensi, dan sebanyak 21 orang dijadikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi berupa senam hipertensi dan berjalan kaki dilakukan selama 30 menit dalam satu sesi. Pengukuran tekanan darah menggunakan stetoskop, sphygmomanometer, dan lembar observasi. Terdapat penurunan tekanan darah setelah intervensi. Rata-rata tekanan sistolik turun dari 134,90 mmHg menjadi 128,14 mmHg, sedangkan diastolik menurun dari 79,29 mmHg menjadi 77,84 mmHg. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0,000 (<0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Senam hipertensi dan berjalan kaki terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 18 Kelurahan Air Putih.

References

Cahyani, A., Fauzan, S., & Ligita, T. (2022). Pengaruh Aktivitas Fisik Jalan Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi : Literature Review. 1–8.

Dwisetyo, B., Suranata, F. M., & Tamarol, W. (2023). Pengaruh Senam Hipertensi terhadap Perubahan Tekanan Darah Masyarakat. 4(2), 74–80.

Indriani, M. H., Djannah, S. N., & Ruliyandari, R. (2023). Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18, 1–5.

Iqbal, M. F., & Handayani, S. (2022). Terapi Non Farmakologi pada Hipertensi. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat, 6(1).

Janah, S., & Hudiyawati, D. (2024). Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 130–136.

Kusumawardani, L. A., Andrajati, R., & Nusaibah, A. (2020). Drug‑related Problems in Hypertensive Patients: A Cross‑sectional Study from Indonesia. Journal of Research in Pharmacy Practice. https://doi.org/10.4103/jrpp.JRPP

Manik, N. M., Reski, S., & Wahyuningrum, D. R. (2023). Hubungan Status Gizi, Pola Makan dan Riwayat Keluarga terhadap Kejadian Hipertensi pada Usia 45-64 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Baru. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(8), 1856–1870.

Moonti, M. A., Rusmianingsih, N., Puspanegara, A., Laora, M., Nugraha, M. D., Tinggi, S., & Kesehatan, I. (2022). Senam hipertensi untuk penderita hipertensi. Jurnal Pemberdayaan Dan Pendidikan Kesehatan, 2(1), 44–50. https://doi.org/10.34305/jppk.v2i01.529

Nirnasari, M., Wati, L., & Setiawati, S. (2021). Efektifitas Brisk Walking Exercise untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Rumkital DR.Midiyato Suratani Tanjung Pinang. Jurnal Keperawatan, 11(1), 26–34.

Nuraini, Sari, I. N., & Afrilia, E. M. (2023). Efektivitas Durasi Aktivitas Fisik dengan Berjalan Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Desa Sukamurni Wilayah Kerja Puskesmas Gembong Kabupaten Tangerang. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia, 7.

Rahmawati, & Kasih, R. P. (2023). Hipertensi Usia Muda. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh,2(5).

Rahmiyati, & Prasety, S. (2025). Faktor-faktor Determinan Kejadian Hipertensi pada Lansia dan Non Lnasia di Indonesia : Data SKI 2023. Jurnal Ners, 9(2), 2839–2850.

Sari, N. N., & Wulandari, R. (2022). Jalan Kaki Terstruktur sebagai Alternatif Intervensi dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 6(1), 1–6.

Siswati, Maryati, H., & Praningsih, S. (2021). Senam Hipertensi sebagai Upaya Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Journal of Health Science, VI(Ii), 46–50.

Syamsu, R. F., Nuryanti, S., & Semme, M. Y. (2021). Karakteristik Indeks Massa Tubuh dan Jenis Kelamin Pasien Hipertensi di RS Ibnu Sina Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 07(2), 64–74.

Taiso, S. N., Sudayasa, I. P., & Paddo, J. (2020). Analisis Hubungan Sosiodemografis Dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lasalepa , Kabupaten Muna. Journal Nursing Care and Health Technology, 1(2).

Wahab, M., & Nurfadhila. (2025). Langkah Sehat , Tekanan Darah Terjaga Manfaat Jalan Kaki Untuk Penderita Hipertensi Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Pekkabata. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 05(01), 53–60.

WHO. (2020). Hipertensi. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension%0A.

Wulandari, D. Y., Yustiyani, Nisa, H., & Shofwati, I. (2025). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Usia Dewasa di Puskesmas Karawaci Baru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14, 29–36.

Yusransyah, Halimah, E., & Suwantika, A. A. (2020). Measurement of the Quality of Life of Prolanis Hypertension Patients in Sixteen Primary Healthcare Centers in Pandeglang District , Banten Province , Indonesia , Using EQ-5D-5L Instrument. 1103–1109.

Downloads

Published

2026-03-24

Issue

Section

Articles