EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE JANUARI-JUNI 2024

Authors

  • Ananda Fadila Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Kota Banjarmasin, Indonesia
  • Juwita Ramadhani Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Kota Banjarmasin, Indonesia
  • Aris Fadillah Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Kota Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.53426

Keywords:

antibiotik, metode gyssens, pneumonia, rasionalitas, rawat inap

Abstract

Penggunaan rasional antibiotik merupakan langkah penting dalam pencegahan peningkatan resistensi terhadap antibiotik, khususnya di kalangan pasien pneumonia yang sedang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau rasionalitas dalam penerapan antibiotik, yang diharapkan mampu memberikan wawasan terkait tingkat ketaatan pada pedoman penggunaan antibiotik. Metode penelitian ini bersifat deskriptif observasional dikerjakan melalui pendekatan retrospektif, dimana pengambilan data dilakukan dari rekama medis pasien pneumonia yang mengalami rawat inap pada bulan Januari-Juni tahun 2024 dan dievaluasi dengan menggunakan metode Gyssens. Teknik analisis data dideskripsikan menggunakan excel. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas dilakukan berdasarkan kategori Gyssens yang meliputi ketepatan indikasi, pemilihan obat, dosis, interval, rute pemberian, serta durasi terapi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil diperolah Secara umum penggunaan antibiotik yang digunakan dinilai rasional sebanyak 81 (85,26%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah sesuai dengan pedoman terapi yang berlaku, namun tetap diperlukan upaya monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah resistensi antibiotik di masa mendatang.

References

Alam, S., Yasin, N. M., & Andayani, T. M. (2023). Gambaran terapi antibiotik empirik dan luaran klinik pada pasien anak dengan community-acquired pneumonia di rawat inap RS Akademik UGM. Majalah Farmaseutik, 19(2), 272–278. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i2.77146

Aryadi. (2022). Profil penyakit pneumonia pada pasien rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin. Jurnal Kesehatan.

Barao, V. A. R., Costa, R. C., Shibli, J. A., Bertolini, M., & Souza, J. G. S. (2022). Evaluation of antibiotic use in pneumonia patients. Brazilian Dental Journal, 33(1).

Bestari, M. P., & Karuniawati, H. (2019). Evaluasi rasionalitas dan efektivitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia pediatrik di instalasi rawat inap rumah sakit pusat Jawa Tengah. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 14(2), 62–71. https://doi.org/10.23917/pharmacon.v14i2.6524

Corica, M., et al. (2022). Risk factors and gender differences in pneumonia incidence. Journal of Respiratory Medicine.

Efriani, L., Putra, T. A., & Fitriyani, F. (2025). Effectiveness analysis of levofloxacin and ceftriaxone antibiotics in pneumonia patients in inpatient installation. Journal of Pharmaceutical Research.

Florentina, D. (2021). Profil penggunaan antibiotik pada pasien pediatri rawat inap dengan diagnosis bronkopneumonia. Journal of Pharmacy and Science, 6(1), 7–11.

Fransiska, F. W. B. P., Rahardjoputro, R., & Sari, A. P. (2023). Potensi interaksi antibiotik pada kasus infeksi pneumonia di bangsal rawat inap. Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, 3(2), 109–119. https://doi.org/10.30867/jifs.v3i2.400

Hadiq, S., Bunyanis, F., Wulandari, N. A., & Basri, W. (2024). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa rawat inap. Media Informasi Kesehatan, 20, 73–79.

Hardiana, I., Laksmitawati, R. D., Ramadaniati, H. U., & Sutarno. (2021). Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien pneumonia komunitas di instalasi rawat inap RSPAD Gatot Subroto. Majalah Farmasi dan Farmakologi, 25(1), 1–6. https://doi.org/10.20956/mff.v25i1.11555

Herawati, D., Azzahra, D. N., Farhah, H. D., et al. (2023). Side effects of irrational antibiotic use in respiratory disorders. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9(2), 464–471.

Ihsan, M., et al. (2024). Effectiveness of azithromycin in pediatric community-acquired pneumonia. Jurnal Farmasi Klinik.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kemenkes RI.

Kresnawati, V., Herawati, F., Crisdiono, H., & Yulia, R. (2021). Analisis penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia komunitas. Media Pharmaceutica Indonesiana, 3(4), 245–252. https://doi.org/10.24123/mpi.v3i4.4468

Lestari, S. (2022). Faktor risiko pneumonia pada anak balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Lee, C. H., Park, J. Y., & Kim, S. H. (2022). Clinical outcomes of community-acquired pneumonia in adults. Journal of Infection and Chemotherapy, 28(4), 533–540. https://doi.org/10.1016/j.jiac.2022.01.005

Meriyani, H., Sanjaya, D. A., Juanita, R. A., & Siada, N. B. (2024). Kualitas penggunaan antibiotik pada pasien community-acquired pneumonia. Jurnal Ilmiah Medicamento, 10(1), 35–42. https://doi.org/10.36733/medicamento.v10i1.7592

Metlay, J. P., Waterer, G. W., Long, A. C., et al. (2019). Diagnosis and treatment of adults with community-acquired pneumonia. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 200(7), e45–e67.

National Institute for Health and Care Excellence. (2024). Pneumonia in adults: diagnosis and management (CG191). NICE.

Permenkes RI. (2021). Pedoman penggunaan antibiotik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Prina, E., Ranzani, O. T., & Torres, A. (2023). Community-acquired pneumonia. The Lancet, 401(10377), 538–551.

Qian, C., Chen, Q., Lin, W., et al. (2024). Incidence of community-acquired pneumonia among children under 5 years. BMJ Open, 14(1), e078489. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2023-078489

Ramdani, R., Kartidjo, P., Suherman, L. P., Septiani, V., & Islamiyah, A. N. (2024). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien anak pneumonia. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 8(3), 197–208.

Rumende, C. M. (2020). Pneumonia dan komplikasinya. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia.

Tambun, S. H., Puspitasari, I., & Laksanawati, I. S. (2019). Evaluasi luaran klinis terapi antibiotik pada pasien community-acquired pneumonia. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 9(3), 213. https://doi.org/10.22146/jmpf.47915

Downloads

Published

2026-03-24

Issue

Section

Articles