PENGARUH STADIUM TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA AKUT DI MAKASSAR

Authors

  • Syahrujuita Kadir Ilmu Kesehatan THT-BKL, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
  • Yuni Susantri Ilmu Kesehatan THT-BKL, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
  • Wahyuni Surya Wulandari Ilmu Kesehatan THT-BKL, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.53424

Keywords:

gangguan pendengaran, Makassar, otitis media akut, stadium klinis, telinga tengah

Abstract

Otitis media akut (OMA) merupakan peradangan akut telinga tengah yang sering menyebabkan gangguan pendengaran konduktif sementara, dengan stadium klinis yang meliputi oklusi, hiperemis, supurasi, perforasi, dan resolusi. Gangguan pendengaran pada OMA secara teoritis diperkirakan meningkat seiring progresi stadium akibat penumpukan sekret, edema mukosa, dan perforasi membran timpani yang mengganggu transmisi suara. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh stadium OMA terhadap kejadian dan derajat gangguan pendengaran pada pasien OMA di Makassar. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan retrospektif terhadap 20 pasien OMA yang berobat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, RS Universitas Hasanuddin, RS Labuang Baji, dan RS Haji Makassar periode Maret 2024–Februari 2025. Sampel diambil secara total sampling dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Stadium OMA ditentukan dari temuan klinis dan otoskopi, sedangkan derajat gangguan pendengaran dinilai dengan pemeriksaan pure tone audiometri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan (70%) dan berusia 40–49 tahun serta ≥ 60 tahun (masing-masing 30%). Stadium OMA terbanyak adalah oklusi (45%) dan perforasi (40%), sedangkan derajat gangguan pendengaran yang paling sering adalah mild (50%) dan moderate (35%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,650 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara stadium OMA dengan derajat gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran konduktif dengan berbagai derajat ditemukan pada seluruh stadium OMA dan tidak semata-mata ditentukan oleh stadium penyakit. Faktor lain seperti durasi inflamasi, jumlah dan viskositas sekret, serta respons individu kemungkinan berperan dalam menentukan beratnya gangguan pendengaran pada OMA.​

References

Akanmode, A. M., & Winters, R. (2024). Tympanocentesis. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Bruss, D. M., & Shohet, J. A. (2024). Neuroanatomy, ear. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Danishyar, A., & Ashurst, J. V. (2024). Acute otitis media. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Gaddey, H. L., & Wright, M. T. (2019). Otitis media: Rapid evidence review. American Family Physician, 100(7), xxx–xxx.

Hayashi, T., et al. (2020). Clinical practice guidelines for the diagnosis and management of acute otitis media in children—2018 update. Auris Nasus Larynx, 47, 493–526.

Jamal, A., Alsabea, A., Tarakmeh, M., & Safar, A. (2022). Etiology, diagnosis, complications, and management of acute otitis media in children. Cureus, 14(8), e28019.

Kolegium Ilmu Kesehatan THT-KL. (2020). Buku acuan modul telinga: Radang telinga tengah (Ed. ke-3)

Lopez, D., et al. (2023). Update of the consensus document on the aetiology, diagnosis and treatment of acute otitis media and sinusitis. Nama Jurnal, volume(nomor), xxx–xxx.

McGovern Medical School. (n.d.). Ear anatomy – outer ear. McGovern Medical School. https://med.uth.edu/orl/online-ear-disease-photo-book/chapter-3-ear-anatomy/ear-anatomy-outer-ear/

Mercy, M. (2024). New guidelines on acute otitis media: An overview of their key principle for practice. Nama Jurnal/Laporan/Situs, volume(nomor), xxx–xxx. (Sesuaikan dengan jenis sumber aslinya.)

Nugroho, P. S., & Wiyadi, H. (2009). Anatomi dan fisiologi pendengaran perifer (edisi ke-10). Nama Penerbit.

Rosario, D. C., & Mendez, M. D. (2022). Chronic suppurative otitis. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Sakulchit, T., & Goldman, R. D. (2017). Antibiotic therapy for children with acute otitis media. Canadian Family Physician, 63(9), xxx–xxx.

Sánchez López de Nava, A., & Lasrado, S. (2022). Physiology, ear. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Soepardi, E., Iskandar, N., Bashiruddin, J., & Restuti, R. (2012). Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala & leher (Ed. ke-7). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Suzuki, H. G., Dewez, J. E., Nijman, R. G., & Yeung, S. (2020). Clinical practice guidelines for acute otitis media in children: A systematic review and appraisal of European national guidelines. BMJ Open, 10, e035343.

Vanneste, P., & Page, C. (2019). Otitis media with effusion in children: Pathophysiology, diagnosis, and treatment. A review. Journal of Otology, 14, 33–39.

Downloads

Published

2026-03-24

Issue

Section

Articles