STUDI CROSS-SECTIONAL ANALITIK : HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN DERAJAT KEPARAHAN MELASMA

Authors

  • Devy Maryam Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ida Ayu Diah Purnama Sari Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Aditya Prabawa Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.53411

Keywords:

Alat Kontrasepsi

Abstract

Melasma merupakan kelainan pigmentasi kulit yang ditandai dengan hiperpigmentasi berwarna coklat hingga coklat keabu-abuan, terutama pada area wajah yang sering terpapar sinar matahari. Etiologi melasma bersifat multifaktorial, dengan faktor hormonal memegang peranan penting, terutama pada wanita. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal diketahui dapat mempengaruhi kadar hormon estrogen dan progesteron, yang berperan dalam proses melanogenesis. Namun, data terkait hubungan antara durasi penggunaan alat kontrasepsi hormonal dan derajat keparahan melasma masih terbatas, khususnya di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan didapatkan sebanyak 60 responden. Derajat keparahan melasma dinilai menggunakan skor melasma area severity index (MASI), sedangkan durasi penggunaan alat kontrasepsi hormonal dicatat dalam satuan bulan. Derajat keparahan melasma paling banyak berada pada kategori sedang (51,7%) dengan rata-rata skor MASI sebesar 17,7. Rata-rata durasi penggunaan alat kontrasepsi hormonal adalah 44,9 bulan. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik (r = 0,522; p < 0,001). Terdapat hubungan positif yang bermakna antara durasi penggunaan alat kontrasepsi hormonal dan derajat keparahan melasma, di mana semakin lama penggunaan kontrasepsi hormonal, semakin tinggi derajat keparahan melasma.

References

Azzahra, C. N., Widyawati, Afriliana, L., & Dewantiningrum, J. (2021). Melasma show up in contraceptive pills acceptors. Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 10(1), 74–77.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali (2024) Banyaknya peserta KB aktif menurut metode kontrasepsi dan kabupaten/kota di Provinsi Bali, 2019–2024. Available at: https://bali.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTE4IzE=/banyaknya-peserta-kb-aktif-menurut-metode-kontrasepsi-dan-kabupaten-kota-di-provinsi-bali--2019-2024.html (Accessed: 15 November 2025).

Basit, H., Godse, K.V. and Al Aboud, A.M. (2023). Melasma. In: StatPearls [online]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459271/ [Accessed 4 Desember. 2025].

Doolan, B.J. and Gupta, M. (2021). Melasma. Australian Journal of General Practice, 50(12), pp.880–885. Available at: https://doi.org/10.31128/AJGP-05-21-6002.

Elviana, M. (2017). Hubungan antara penggunaan kontrasepsi oral kombinasi dengan kejadian melasma di Kecamatan Grogol Sukoharjo (Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Espósito, A.C.C., Cassiano, D.P., da Silva, C.N., Lima, P.B., Dias, J.A.F., Hassun, K., Bagatin, E., Miot, L.D.B. & Miot, H.A. (2022) Update on melasma-Part I: Pathogenesis. Dermatology and Therapy (Heidelberg), 12(9), pp.1967–1988. doi:10.1007/s13555-022-00779-x.

Goandal, N.F., Rungby, J. & Karmisholt, K.E. (2022) [The role of sex hormones in the pathogenesis of melasma]. Ugeskrift for Læger, 184(6), p.V10210769. (In Danish). PMID: 35179119.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) (2024) Panduan praktik klinis bagi dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. ISBN 978-623-99603-2-2.

Platsidaki, E., Efstathiou, V., Markantoni, V., Kouris, A., Kontochristopoulos, G., Nikolaidou, E., Rigopoulos, D., Stratigos, A. and Gregoriou, S. (2023). Self-Esteem, Depression, Anxiety and Quality of Life in Patients with Melasma Living in a Sunny Mediterranean Area: Results from a Prospective Cross-Sectional Study. Dermatology and Therapy (Heidelberg), 13(5), pp.1127–1136. Available at: https://doi.org/10.1007/s13555-023-00915-1.

Platsidaki E, Markantoni V, Nicolaidou E, Katoulis A, Rigopoulos D, Stratigos AJ, Gregoriou S. Melasma: A Clinical and Epidemiological Single-Group Observational Study in the Greek Population. Dermatol Ther (Heidelb). 2024 Nov;14(11):3183-3192. doi: 10.1007/s13555-024-01297-8. Epub 2024 Nov 1. PMID: 39485595; PMCID: PMC11557805.

Praharsini, I.G.A.A., Suryawati, N. & Dewi, H. (2017) Skor kualitas hidup dermatologi berkorelasi positif dengan melasma area and severity index. Intisari Sains Medis, 8(3), pp.189–192. doi:10.15562/ism.v8i3.142.

Pramedisca, M. A. (2022). Hubungan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dengan derajat melasma. Skripsi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Viorizka, P.B.B., Setyaningrum, T., Qurnianingsih, E. & Damayanti (2023) The profile and triggering factors of melasma patients: a retrospective study. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin, 35(2), pp.142–147. doi:10.20473/bikk.v35.2.2023.142-147

Downloads

Published

2025-12-26