PERAN PARAMETER KLINIS PREEKLAMPSIA (TEKANAN DARAH, PROTEINURIA, DAN DISFUNGSI ORGAN) TERHADAP PENENTUAN METODE PERSALINAN PADA KASUS PREEKLAMPSIA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.53380Keywords:
Preeklampsia, tekanan darah, proteinuria, gangguan fungsi organ, metode persalinanAbstract
Preeklampsia merupakan gangguan yang muncul selama kehamilan dan sering berujung pada terjadinya berbagai komplikasi pada morbiditas dan mortalitas maternal sehingga diperlukan penilaian klinis yang tepat untuk menentukan metode persalinan. Parameter klinis seperti tekanan darah, proteinuria, dan gangguan fungsi organ memiliki peran penting dalam menentukan keputusan terminasi kehamilan. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi keterkaitan antara antara tekanan darah, proteinuria, dan gangguan fungsi organ terhadap metode persalinan pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Studi ini menerapkan rancangan analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional menggunakan data rekam medis tahun 2023–2024. Sampel berjumlah 54 ibu hamil yang ditetapkan sebagai sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dan Fisher’s Exact pada tingkat signifikansi 0,05. Temuan penelitian memperlihatkan adanya keterkaitan yang signifikan antara tekanan darah dengan metode persalinan (p = 0,001; PR = 2,4), di mana seluruh pasien dengan tekanan darah ≥160/110 mmHg menjalani sectio caesarea. Terdapat pula hubungan signifikan antara proteinuria dengan metode persalinan (p = 0,001; PR = 0,067), serta keterkaitan signifikan antara gangguan fungsi organ dan metode persalinan (p = 0,001; PR = 2,56), di mana sekitar 55% pasien yang mengalami disfungsi organ menjalani tindakan sectio caesarea. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ketiga parameter klinis; tekanan darah, proteinuria, dan gangguan fungsi organ berperan penting dalam menentukan metode persalinan pada ibu dengan preeklampsia, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan klinis untuk meningkatkan keselamatan ibu dan janin.References
Annisa, H., Yuseran, H., Hendriyono, F. X., Abimanyu, B., & Devi, W. R. (2024). Perbedaan kadar ureum dan kreatinin pada preeklampsia dan preeklampsia berat. Homeostasis, 7(1), 93–102.
ACOG. (2020). ACOG Practice Bulletin: Clinical Management Guidelines for Obstetrician Gynecologists—Gestational Hypertension and Preeclampsia. Obstetrics & Gynecology, 135(6), e237–e260.
Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Spong, C. Y., & Casey, B. M. (2022). Williams Obstetrics (26th ed.). McGraw Hill.
Dong, X., Gou, W., Li, C., Wu, M., Han, Z., Li, X., & Chen, Q. (2017). Proteinuria in preeclampsia: Not essential to diagnosis but related to disease severity and fetal outcomes. Pregnancy Hypertension, 8, 60–64. https://doi.org/10.1016/j.preghy.2017.03.005
Haider, M. Z., & Aslam, A. (2025). Proteinuria. In StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK564390/
Ives, C. W., Sinkey, R., Rajapreyar, I., Tita, A. T. N., & Oparil, S. (2020). Preeclampsia—Pathophysiology and clinical presentations: JACC state-of-the-art review. Journal of the American College of Cardiology, 76(14), 1690–1702.
Karrar, S. A., Martingano, D. J., & Hong, P. L. (2025). Preeklamsia. In StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK570611/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Mariah, A., Prihatanti, N. R., & Tunggal, T. (2025). Hubungan preeklampsi berat dengan kejadian persalinan sectio caesarea di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Karya Generasi Sehat, 3(1).
Muin, R. A., & Subriani, S. (2025). Hubungan umur dan pekerjaan terhadap preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Bara-Baraya Makassar tahun 2024. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan, 1(4), 11–24.
Nursheha, B., Kusumastuti, B., Siti Nur Farida, B., Mardianingsih, S., & Marlinawati, I. T. (2024). Buku ajar psikologi kehamilan, persalinan, dan nifas. PT Nuansa Fajar Cemerlang.
Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo (Edisi ke-4). Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Puspitaningrum, D., Dewi, M. U. K., & Istiana, S. (2023). Korelasi preeklampsia berat dan riwayat sectio caesarea dengan persalinan sectio caesarea di RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal. Prosiding Seminar Nasional Kebidanan UNIMUS.
Ramdhanie, A. D. A., & Yusnia, N. (2020). Kejadian preeklampsia berat dan kaitannya dengan tindakan sectio caesarea. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 10(1).
Setiana, P. (2019). Hubungan kelainan letak janin, preeklampsia, ketuban pecah dini dengan persalinan sectio caesarea. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 9(18), 69–75.
Siagian, L., Anggraeni, M., & Pangestu, G. K. (2023). Hubungan antara letak janin, preeklampsia, ketuban pecah dini dengan kejadian sectio caesarea di RS Yadika Kebayoran Lama Tahun 2021. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), 1107–1119.
Suryadana, F. U. (2024). Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 (Tesis Magister Kesehatan Masyarakat).
World Health Organization. (2021). Caesarean section rates continue to rise, amid growing inequalities in access. https://www.who.int/news/item/16-06-2021-caesarean-section-rates-continue-to-rise-amid-growing-inequalities-in-access
Zahara, P. (2024). Hubungan paritas dan riwayat hipertensi dengan kejadian pre-eklampsia pada ibu hamil di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2023 (Diploma thesis). Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andi Rassya Daffa Islami, Efriyan Imantika, Terza Aflika Happy, Rodiani Rodiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


