LITERATURE REVIEW : DRY EYE SYNDROME PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.53368Keywords:
diabetes melitus, neuropati okular, sindrom mata keringAbstract
Sindrom Mata Kering (Dry Eye Syndrome/DES) merupakan komplikasi okular umum pada penderita Diabetes Melitus (DM) dengan prevalensi 20-54%, dipicu oleh hiperglikemia kronis, neuropati kornea, dan stres oksidatif yang mengganggu fungsi kelenjar lakrimal serta stabilitas film air mata. Artikel ini bertujuan untukenganalisis hubungan Sindrom Mata Kering (DES) pada penderita Diabetes Melitus (DM). Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 10 artikel ilmiah. Kriteria inklusi antara lain menggunakan tiga database yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dan artikel tersedia dalam teks lengkap. Kriteria eksklusi artikel dari scooping review, literatur review, dan metaanalisis, serta buku. Strategi pencarian literatur review pada database yang dituju menggunakan metode penulisan yang efektif untuk setting jurnal dengan memasukkan kata kunci sesuai judul penelitian yaitu "Dry Eye Syndrome" OR "Sindrom Mata Kering" OR "Keratoconjunctivitis Sicca") AND ("Diabetes Mellitus" OR "Diabetes Melitus" OR "DM" OR "T2DM") AND ("prevalensi" OR "patofisiologi" OR "gejala" OR "terapi" OR "pengobatan"). Kriteria inklusi mencakup studi original pada manusia dewasa (>18 tahun) yang melaporkan hubungan DES-DM dengan diagnosis standar untuk DM, serta ukuran sampel minimal 30 responden dengan outcome primer prevalensi, gejala, atau terapi. Sebaliknya, kriteria eksklusi menyingkirkan studi kasus report, review naratif, abstrak saja, atau studi yang fokus utama pada retinopati diabetik tanpa data DES spesifik. Literatur yang ditelaah menunjukkan bahwa sindrom mata kering (Dry Eye Syndrome/DES) merupakan komplikasi okular yang sering terjadi pada penderita Diabetes Melitus, dengan prevalensi berkisar sekitar 20–>50% dan cenderung meningkat pada DM tipe 2 dengan durasi penyakit yang lebih lama. Kondisi ini berhubungan erat dengan hiperglikemia kronis yang memicu neuropati, stres oksidatif, dan gangguan fungsi kelenjar lakrimal sehingga menimbulkan instabilitas film air mata, penurunan sekresi air mata, serta gejala klinis seperti mata kering, iritasi, fotofobia, dan penglihatan kaburReferences
De Freitas, G. R., Ferraz, G. A. M., Gehlen, M., & Skare, T. L. (2021). Dry eyes in patients with diabetes mellitus. Primary Care Diabetes, 15(1), 184–186. https://doi.org/10.1016/j.pcd.2020.01.011
Fatihah Annisa Humaira, Havriza Vitresia, N. (2024) ‘Overview Of Dry Eye Severity In Diabetic Retinopathy Patients’, 6(October), pp. 405–416.
Haryono, N. W., Gunawan, D., & Kembaren, P. N. (2023). Hubungan lama menderita diabetes melitus dengan derajat sindrom mata kering pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam. Zona Kedokteran, 13(1).
Locatelli, E. V. T. et al. (2023) ‘Individuals with Diabetes Mellitus Have a Dry Eye Phenotype Driven by Low Symptom Burden and Anatomic Abnormalities’.
Raihana, R. (2021) ‘Hubungan Fakoemulsifikasi Dengan Kejadian Sindroma Mata Kering Di Rskm Padang Eye Center Tahun 2021’, Nusantara Hasana Journal, 1(7), pp. 132–137.
Septina, R. B. (2024) ‘Hubungan Diabetes Melitus Dengan Kejadian Mata Kering Berdasarkan Tes Schirmer’.
Setyorini, D. P. et al. (2021) ‘Dry Eyes Syndrome pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2’, 8(3), pp. 326–334.
Silva, M. et al. (2025) ‘Exploring the impact of diabetes mellitus on dry eye disease and ocular health : a narrative review’, 1990(1), pp. 1–10. doi: 10.21037/aes-25-3.
Syawal, S. R. and Maharani, R. N. (2023) ‘Hubungan antara Diabetes Melitus dengan Sindrom Mata Kering pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar’, 3(1), pp. 62–71.
Tamimi, A. et al. (2023) ‘Post-LASIK dry eye disease: A comprehensive review of management and current treatment options’, Frontiers in Medicine, 10(April). doi: 10.3389/fmed.2023.1057685.
Tiranda, V. C. et al. (2023) ‘Hubungan faktor risiko dengan kejadian amputasi pada pasien kaki diabetik di rs bethesda yogyakarta’.
Zhang, X. et al. (2016) ‘Dry Eye Syndrome in Patients with Diabetes Mellitus : Prevalence , Etiology , and Clinical Characteristics’, 2016, pp. 1–7. doi: 10.1155/2016/8201053.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ketut Harita Nayaka Dewi Nugraha, Ni Nyoman Sekarsari, Komang Hendra Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


