REVIEW ARTICLE : PENETAPAN KADAR OBAT DENGAN METODE APLIKASI SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE

Authors

  • Embun Larasati Kuncoro Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang
  • Egalita Adliyah Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang
  • Iqlima Farah Novantri Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang
  • Adriansyah Adriansyah Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang
  • Calista Luna Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang
  • Margaret Rianti Martalina Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang
  • Aurelia Devi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.53243

Keywords:

Analisis Farmasi, Bahan Kimia Obat, Spektrofotometri Visible

Abstract

Teknik analisis Spektrofotometri visible (Vis) merupakan alat kuantitatif yang mendasarkan prinsipnya pada pengukuran absorbansi radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang cahaya tampak (400–800 nm) untuk mengukur konsentrasi analit dalam larutan. Metode Spektrofotometri Vis memiliki aplikasi yang luas dalam analisis bahan dan obat, khususnya untuk validasi metode dan pengawasan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis perkembangan dan penerapan metode spektrofotometri visibel dalam penetapan kadar obat guna memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan metode yang selektif dan akurat. Berbagai penelitian telah mengonfirmasi efektivitasnya dalam penetapan kadar berbagai macam senyawa. Penelitian ini menggunakan studi literature review terhadap 23 artikel nasional dan internasional terbaru yang relevan, dengan fokus pada jenis senyawa yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan dalam bidang farmasi dan keamanan pangan, Spektrofotometri Vis telah menunjukkan kemampuan untuk menganalisis Bahan Kimia Obat (BKO) yang sering ditambahkan secara ilegal ke dalam jamu, seperti asam mefenamat dan asetosal dalam formulasi obat pereda nyeri. Aplikasi ekstensif juga mencakup penetapan kadar antibiotik, meliputi: Ciprofloxacin (melalui pembentukan charge-transfer complex yang menghasilkan puncak serapan pada 440 nm), Tetracycline Hydrochloride (dengan reaksi penggandengan menggunakan asam sulfanilat pada 403 nm), Amoxicillin Trihydrate (menggunakan reagen sodium nitroprusside/SNP), Gentamisin sulfat dalam sediaan topikal, dan Rifampisin. Lebih lanjut, metode ini terbukti valid untuk penetapan vitamin seperti Riboflavin dan \beta-karoten dalam ekstrak Spirulina maxima (yang memiliki serapan khas pada 400–500 nm), serta untuk obat sitostatika Doksorubisin.

References

Ali, R. J., Hawezy, H. J. S., & Abdullah, M. S. (2018). Spectrophotometric determination of tetracycline hydrochloride through coupling with sulphanilic acid. Diyala Journal of Medicine, 15(2), 15-22.

Aprillyani, S. A., Martono, Y., Riyanto, C. A., Mutmainah, M., & Marliana, L. (2018). Validation of UV-VIS Spectrophotometric Methods for Determination of Inulin Levels from Lesser Yam (Dioscorea esculenta L.). Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 21(4), 161–165.

Buhari, I. (2010). Analisis Kadar Vitamin C dalam Produk Olahan Buah Salak (Salacca zalacca) secara Spektrofotometri UV-Vis. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995) . Farmacope Indonesia. Edisi IV.

Fatimah, S. F., Aisyah, V., Nurani, L. H., & Edityaningrum, C. A. (2018). Validasi metode analisis β-karoten dalam ekstrak etanol 96% Spirulina maxima dengan spektrofotometri visibel. Media Farmasi, 15(1), 1-13.

Hamzawy, M. A. (2017). Visible spectrophotometric determination of amoxicillin using sodium nitroprusside reagent. Asian Journal of Pharmaceutical Analysis, 7(2), 65–70.

Harmita. (2004). Validasi Metode Analisis. Majalah Ilmu Kefarmasian. Volume I, Nomor 3. Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia. Jakarta.

Hutagaol, R. P., & Niken. (2012). Validasi metode penetapan kadar cyanocobalamin secara spektrofotometri visibel double beam. Jurnal Ilmiah Universitas Nusa Bangsa, 2(1), 24–34.

Kashid, L.M., Jagtap, D.K., & Suryawanshi, V.B. (2025). Development and validation of a fluorescence spectroscopic method for the assessment of riboflavin in pharmaceutical formulations. Int. J. Chem. Res. Dev. 7(1):104-110.

Kuntari, T., Aprianto, T., Noor, R. H., & Baruji. (2017). Verifikasi metode penentuan asetosal dalam obat sakit kepala dengan metode spektrofotometri UV. Jurnal Sains dan Teknologi, 6(1), 31–40.

Listiana, L., Wuhlantono, P., & Ismail, S. S. R. (2022). Penetapan Kadar Tanin Dalam Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr) Berasan dan Rebusan Dengan Spektrofotometer UV-Vis. Pharmacy Genius, 1(2), 62–73.

Mahmoud, T. Y., Hamza, I. S., & Jarallah, A. L. (2024). Spectrophotometric method for the determination of ciprofloxacin in pure and pharmaceutical preparations: development and validation. Engineering Proceedings, 59(1), 164, 1-8.

Mulyani, E. (2018). Perbandingan Hasil Penetapan Kadar Vitamin C pada Buah Kiwi (Actinidia deliciousa) dengan Menggunakan Metode Iodimetri dan Spektrofotometri UV-Vis. Pharmauho, 3(2).

Ngibad, K., & Herawati, D. (2019). Perbandingan pengukuran kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang UV dan visible. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 1(2), 77–81.

Nisfiliyah, A., & Sukmawati, A. (2021). Validasi metode penetapan kadar gentamisin sulfat dalam sediaan salep dengan spektrofotometri visible. The 13th University Research Colloquium (URECOL), 318–325.

Patel, A., Shah, N., & Desai, R. (2019). Visible spectrophotometric estimation of curcumin via borate complex formation in turmeric extracts and commercial formulations. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 10(4), 1805–1812.

Ramadhani, J. A. S., Nurfitriyanti, Y., Salsabilla, M., Aryani, N. B., & Hajid, R. M. (2024). Analisis metabolit sekunder dalam bahan alam menggunakan spektrofotometri Vis. Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(5), 25–31.

Rohyami, Y., Ratri, H. P. I., & Wihyarti. (2018). Validasi metode penentuan rhodamin B dalam contoh saos secara spektrofotometri UV-Vis dengan dua variasi pelarut. Indonesian Journal of Chemical Analysis, 1(1), 20–28.

Romsiah, Marista, S. L., & Fatoni, A. (2017). Validasi metode dan penetapan kadar nitrit (NO₂⁻) pada sosis sapi curah dan sosis sapi kaleng yang dijual di swalayan kota Palembang secara spektrofotometri UV-Vis. Scientia: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 7(2), 113–119.

Sahumena, M. H., Ruslin, R., Asriyanti, A., & Djuwarno, E. N. (2020). Identifikasi jamu yang beredar di Kota Kendari menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 2(2), 63–65.

Saputra, S. A., Zummah, A., & Kurniawati, A. (2018). Evaluasi Mutu Sediaan Tablet Rifampisin BERMEREK DAGANG DAN GENERIK BERLOGO. In Prosiding SINTESIS (Seminar Nasional Sains, Teknologi dan Analisis).

Sikora, T., Morawska, K., Lisowski, W., Rytel, P., & Dylong, A. (2022). Application of Optical Methods for Determination of Concentration of Doxorubicin in Blood and Plasma. Pharmaceuticals, 15(2), 112.

Sudjarwo, & Angerina N., P. S. (2021). Validasi Metode Spektrofotometri-Visibel Pada Penetapan Kadar Boraks Di Dalam Bakso. Jurnal Berkala Ilmiah Kimia Farmasi, 8(2), 41–47.

Tahir, M., Kusuma, A. T., Ekawati, E. (2018). Analysis of Lycopene and Vitamin C Levels of Pomelo Citrus Fruit (Citrus maxima (Burm) Merr) Red n White Varieties From South Sulawesi. JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences), 2(1): 125–130.

The Committee on JP. (2006). The Japanese Pharmacopoeia. Edisi XV. The Committee on JP. Jepang.

Yulianti, C. H., Devianti, V. A., & Ferry, M. A. H. (2017). Validasi metode spektrofotometri visible untuk penentuan kadar formaldehida pada pembalut wanita yang beredar di pasaran. Journal of Pharmacy and Science, 2(1), 9–15.

Downloads

Published

2026-03-24

Issue

Section

Articles