ANALISIS KETIMPANGAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN ANTARA KAWASAN BARAT DAN TIMUR INDONESIA

Authors

  • Azizah Nurul Marissa S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Adyalitta Athiana Maqfirah S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Andhini Ummu Hanifah S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Monica Ayu Priscilla S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Fitri Amalia Monica Ayu Priscilla4

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.53077

Keywords:

akses kesehatan, ketimpangan wilayah, pelayanan kesehatan, pembangunan kesehatan, wilayah timur Indonesia, eastern Indonesia, health access, health development, health services, regional disparity

Abstract

Ketimpangan akses pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, terutama antara Kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia. Meskipun pemerintah telah mengimplementasikan berbagai kebijakan pemerataan, perbedaan ketersediaan fasilitas kesehatan, distribusi tenaga medis, serta pemanfaatan layanan kesehatan antarwilayah masih tampak signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat akses pelayanan kesehatan antara Kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi terjadinya ketimpangan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis komparatif antarwilayah. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi resmi lembaga pemerintah, seperti Badan Pusat Statistik dan Kementerian Kesehatan. Variabel penelitian meliputi jumlah fasilitas kesehatan, rasio tenaga kesehatan, serta tingkat pemanfaatan layanan kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk membandingkan kondisi akses pelayanan kesehatan di kedua kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Barat Indonesia memiliki tingkat akses pelayanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan Kawasan Timur Indonesia, ditunjukkan oleh ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang lebih memadai serta pemanfaatan layanan yang lebih tinggi. Sedangkan, Kawasan Timur masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, tenaga kesehatan, dan hambatan geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan akses pelayanan kesehatan antarwilayah masih relatif tinggi, sehingga diperlukan kebijakan pemerataan pembangunan pelayanan kesehatan yang lebih terarah, kontekstual, dan berkelanjutan.

References

Ansar. (2017). PROBLERMATIKA ALOKASI DAN DISTRIBUSI ANGGARAN KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN PROPINSI SULAWESI TENGAH MENURUT UNDANG-UNDANG KESEHATAN. Jurnal Preventif, 8(1), 1–58.

BPS. (2023a). Profil Statistik Kesehatan 2023. Badan Pusat Statistik.

BPS. (2023b). Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Provinsi, 2023. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdwSFJHRjRVVkJqWlRWRU9EQkhNVFY0UjB4VVVUMDkjMyMwMDAw/jumlah-tenaga-kesehatan-menurut-provinsi.html?year=2023

Cahyono, H., & Wardani, N. (2022). Ketimpangan mutu pelayanan kesehatan dasar antarwilayah di Indonesia. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(1), 47–57.

Chotimah, S. N. (2022). Implementasi Sistem Informasi Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia : Literature Review. JURAMIK (Jurnal RekamMedis Dan Manajemen Informasi Kesehatan), 2(1), 8–13.

Evarista, V., Purnomo, S., & Putra, A. R. (2025). REGULASI PEMBIAYAAN KESEHATAN : DAMPAK EKONOMI TERHADAP KUALITAS LAYANAN MEDIS. LABEL: Law, Accounting, Business, Economics, and Language, 2(1), 72–79.

Haemmerli, M., Jackson, T. P., Goodman, C., Thabrany, H., & Wiseman, V. (2021). Poor quality for the poor ? A study of inequalities in service readiness and provider knowledge in Indonesian primary health care facilities. International Journal for Equity in Health, 1–13. https://doi.org/10.1186/s12939-021-01577-1

Herawati, C., & Bakhri, S. (2019). Ketimpangan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Ekonomi di Wilayah Perbatasan Inequality of Basic and Economic Health Services in the Border Region. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 17–27.

Johar, M., Soewondo, P., Pujisubekti, R., Satrio, H. K., & Adji, A. (2018). Inequality in access to health care, health insurance and the role of supply factors. Social Science & Medicine. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2018.07.044

Kharisma, B. (2020). Healthcare access inequity within a social health insurance setting: A risk faced by Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) program. Bappenas Working Papers, 3(2), 191–205.

Kemenkes. (2023). PROFIL KESEHATAN INDONESIA 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Laksono, A. D., Ridlo, I. A., & Ernawaty. (2020). DISTRIBUTION ANALYSIS OF DOCTORS IN INDONESIA. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(1), 29–39. https://doi.org/10.20473/jaki.v8i1.2020.29-39

Laksono, A. D., Rukmini, R., Dwi, R., & Id, W. (2020). Regional disparities of facility-based childbirth in Indonesia. 1–13. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0224006

Laksono, A. D., Wulandari, R. D., Rohmah, N., Rukmini, R., & Tumaji, T. (2023). Regional disparities in hospital utilisation in Indonesia : a cross- ­ sectional analysis data from the 2018 Indonesian Basic Health Survey. BMJ Open, 1–9. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2022-064532

Mansur, M. (2021). Manajemen Pengeluaran Daerah di Indonesia : Penanganan Krisis Kesehatan dan Ekonomi Selama Pandemi COVID-19 Local Expenditure Management in Indonesia : Handling the Health and Economic Crisis During the COVID-19 Pandemic. Spirir Publik, 16(2), 116–128.

Nasution, A. H., & Siregar, D. I. (2019). Analisis Efektivitas Anggaran Kesehatan Daerah dan Dampaknya Terhadap Capaian Kesehatan di Provinsi Kepulauan. Jurnal Kebijakan Publik, 24(3), 299–315.

Nurcholiq, M., & Hardianto, F. (2024). The impact of poverty on healthcare service disparities in Indonesia: A systematic literature review. Journal of Equity in Medical and Social Sciences, 2(1), 15–27.

Noya, F. C., Carr, S. E., & Thompson, S. C. (2023). Attracting , Recruiting , and Retaining Medical Workforce : A Case Study in a Remote Province of Indonesia. Environmental Research and Public Health, 20(1435). https://doi.org/10.3390/ijerph20021435

Nurjanah, S., & Astuti, Y. (2019). Hambatan geografis dan biaya transportasi kesehatan di wilayah terpencil Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(2), 83–92.

Romadhona, Y. S., & Siregar, K. N. (2018). ANALISIS SEBARAN TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS DI INDONESIA BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSKESMAS. Jurnal Kesehatan Manarang, 4(2), 114–121.

Suparmi, Kusumawardani, N., Nambiar, D., Trihono, & Hosseinpoor, A. R. (2018). Subnational regional inequality in the public health development index in Indonesia. Global Health Action, 11(1). https://doi.org/10.1080/16549716.2018.1500133

Wenang, S., Emilia, O., Wahyuni, A., Afdal, A., & Haier, J. (2024). Obstetrics care in Indonesia : Determinants of maternal mortality and stillbirth rates. PLOS ONE, 19(7), 1–16. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0303590

Primary health care on the road to universal health coverage: 2019 global monitoring report. Executive summary. Geneva: World Health Organization; 2019.

Downloads

Published

2026-03-24

Issue

Section

Articles