PENGARUH EDUKASI HOME VISITE TERHADAP PENANGANAN STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS WEWANGREWU KECAMATAN TANASITOLO KABUPATEN WAJO
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.53030Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas di masa depan. Salah satu upaya penanganan stunting adalah melalui edukasi kepada ibu menggunakan metode home visite. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi home visite terhadap penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Wewangrewu Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak stunting, dengan jumlah sampel 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi melalui home visite. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 4,91 dan setelah edukasi meningkat menjadi 8,78. Nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05) menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi home visite terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam penanganan stunting. Dapat disimpulkan bahwa edukasi melalui home visite efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu terkait penanganan stunting. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan sebagai strategi intervensi promotif preventif dalam menekan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Wewangrewu.References
Anggraheny, H. D., & Sari, C. M. P. (2023). Efektivitas Edukasi Pencegahan Stunting dan Penerapan Praktik Pemberian Makan Pada Anak di Kelurahan Tandang. Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat, 1(Oktober), 287–292. https://doi.org/10.26714/pskm.v1ioktober.268
Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247–256. https://doi.org/10.22435/mpk.v28i4.472
Arfines, P. P., & Puspitasari, F. D. (2017). Hubungan Stunting dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar di Daerah Kumuh, Kotamadya Jakarta Pusat. Buletin Penelitian Kesehatan, 45(1), 45–52. https://doi.org/10.22435/bpk.v45i1.5798.45-52Beyene Teferi, M., Hassen, H. Y., Kebede, A., Adugnaw, E. G. G., & Guesh, M. (2016). Prevalence of Stunting and Associated Factors among Children Aged 06-59 Months In Southwest Ethiopia: A Cross-Sectional Study. Journal of Nutritional Health & Food Science, 4(6), 1–6. https://doi.org/10.15226/jnhfs.2016.00180
Birhanu, A., Mekonen, S., Atenafu, A., & Abebaw, D. (2017). Stunting and associated factors among children aged 6–59 months in Lasta woreda, North East Ethiopia, 2015: a community based cross sectional study design. J Fam Med, 4(3), 1112.
BKKBN. (2020). Peraturan BKKBN No. 12 Tahun 2021. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 69(555), 1–53.
Bupe Mulenga, C., Gubo, Q., & Matsalabi, A. A. (2017). Examining the Factors Influencing Child Stunting Among Rural Households in Zambia: The Case of Sinda District. Developing Country Studies, 7(8), 55–62.
Direktoran Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan. (2021). Panduan Fasilitas Konvergensi Penuruan Stunting di Desa. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Tahun 2021, 3(1), 10–27.
Farisni, T. N., & Zakiyuddin, Z. (2020). Pembentukan Kp-Stunting (Kelompok Preventif Stunting) Sebagai Intervensi Berbasis Upaya Kesehatan Masyarakat Di Kabupaten Aceh Barat. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 94.
https://doi.org/10.25077/logista.4.2.94-103.2020
Fitri, H. W. (2017). Pelaksanaan Home Visit Oleh Konselor Dalam Menangani Kasus Kejahatan Seksual Pada Anak Di Pusat Pelayanan Terpadu
Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Provinsi Riau. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
García Cruz, L., González Azpeitia, G., Reyes Súarez, D., Santana Rodríguez, A., & Loro Ferrer, J.Serra-Majem, L. (2017). Factors Associated with Stunting among Children Aged 0 to 59 Months from the Central Region of Mozambique. Nutrients, 9(5), 491. https://doi.org/10.3390/nu9050491
Gebremariam, B. M., Feleke, A., Meseret, S., & Agide, F. D. (2015). Magnitude of Stunting and Associated Factors Among 6-59 Months Old Children in Hossana Town, Southern Ethiopia. Journal of Clinical Research & Bioethics, 06(01). https://doi.org/10.4172/2155-9627.1000207
IFPRI. (2019). 2019 Global food policy report. International Food Policy Research Institute (IFPRI). https://doi.org/10.2499/9780896293502
Indrawati. (2017). Hubungan Pemberian Asi Esklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun Di Desa Karangrejek Wonosari Gunungkidul. Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta.
Kartikawati, S. L., Indra Dinata, D., Nurakilah, H., Fatmawati, F., Suherdin, S., & Lutfi, B. (2023). Edukasi Pendampingan Pola Asuh Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Family Parenting Assistance EducationIn Efforts to Prevent Stunting in Toddlers. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 328. http://jurnal.unmabanten.ac.id/index.php/jppm
Kemenkes RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2018a). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.
Kemenkes RI. (2018b). Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Percepatan Pencegahan Stunting di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lagu, S., & Laksono, S. A. (2022). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 36-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kanjilo Kabupaten Gowa. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar.
Lieskusumastuti, A. D., Jannah, R., & Nurgianti, R. A. (2022). Upaya Pencegahan Stunting Melalui Metode Kunjungan Rumah. Jurnal Peduli Masyarakat, 4(2), 283–292. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM
Lisanu Mazengia, A. Andargie Biks, G. (2018). Predictors of Stunting among School-Age Children in Northwestern Ethiopia. Journal of Nutrition and Metabolism, 2018, 1–7. https://doi.org/10.1155/2018/7521751
Margawati, A., & Astuti, A. M. (2018). Pengetahuan ibu, pola makan dan status gizi pada anak stunting usia 1-5 tahun di Kelurahan Bangetayu,
Kecamatan Genuk, Semarang. Jurnal Gizi Indonesia, 6(2), 82–89. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jgi.6.2.82-89
Matsungo, T. M., Kruger, H. S., Faber, M., Rothman, M., & Smuts, C. M. (2017). he prevalence and factors associated with stunting among infants aged 6 months in a peri-urban South African community. Public Health Nutrition, 20(17), 3209–3218. https://doi.org/10.1017/S1368980017002087
Mengesha, A., Hailu, S., Birhane, M., & Belay, M. M. (2021). The Prevalence of Stunting and Associated Factors among Children Under Five years of age in Southern Ethiopia: Community Based Cross-Sectional Study. Annals of Global Health, 87. https://doi.org/https://doi.org/10.5334/aogh.3432
Mesfin, F., Worku, A., & Birhane, Y. (2015). Prevalence and associated factors of stunting among primary school children in Eastern Ethiopia. Nutrition and Dietary Supplements, November, 61. https://doi.org/10.2147/nds.s80803
Mulenga, C. B. (2018). What Influences Child Dietary Diversity? Empirical Evidence From Sinda District of Eastern Zambia. Journal of Agribusiness and Rural Development, 50(4). https://doi.org/10.17306/j.jard.2018.00430
Ngaisyah, R. D. (2015). Hubungan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Kanigoro, Saptosari Gunung Kidul. Jurnal Medika Respati, 10(4), 65–70.
Prihutama, N. Y., Rahmadi, F. A., & Hardaningsih, G. (2018). Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 TAHUN. Universitas Diponegoro.
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Rahman, F. (2015). Birth Weight Records with Stunting Incidence among Children under Two Years Old. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 10(2), 67–73.
Rahmah, A. A., Yani, D. I., Eriyani, T., & Rahayuwati, L. (2023). Correlation Mother’s Eduaction and Received Stunting Information with Mother’s Stunting Knowledge. Journal of Nursing Care, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.24198/jnc.v6i1.44395
Rahmandiani, R. D., Astuti, S., Susanti, A. I., Handayani, D. S., & Didah. (2019). Hubungan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting Dengan Karakteristik Ibu dan Sumber Informasi di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Jsk, 5(2), 74–80. http://jurnal.unpad.ac.id/jsk_ikm/article/view/25661/0
Ramdhani, A., Handayani, H., & Setiawan, A. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting. Semnas Lppm, ISBN: 978-, 28–35.
Saputri, R. M., & Viridula, E. Y. (2019). Status Gizi dan Riwayat ASI Ekslusif dengan Kejadian Stunting. Jurnal Darul Azhar, 6(1), 59–68.
Sari, S. P., & Mahmudah, U. (2022). Pemberdayaan Peran Orang Tua Melalui Edukasi Stunting Pada Milenial. Jurnal Pengabdian Dharma Bakti, 5(1), 11–14.
Tohirin. (2018). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Rajawali Pers.
WHO. (2019a). Children under 5 years who are stunted (moderate and severe).
World Health Organization.
WHO. (2019b). Prevalensi malnutrisi (berat badan terhadap tinggi badan >+2 atau <-2 standar deviasi dari median Standar Pertumbuhan Anak WHO) pada anak di bawah usia 5 tahun, berdasarkan jenisnya (kurus dan kelebihan berat badan) (SDG 2.2.2). World Health Organization.
Widiyanto, A., Atmojo, J. T., & Darmayanti, A. T. (2019). Pengaruh Faktor Kerawanan Pangan Dan Lingkungan Terhadap Stunting. Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 2016–2021. https://doi.org/10.37341/interest.v8i1.118
Yani, F. (2021). Penerapan Layanan Home Visit Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid -19 Di SD Negeri 13 Sumber Marga Telang Desa Sumberjaya. UIN Raden Fatah Palembang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ery Wardanengsih, Nirmawati Darwis, Nur Asiah, Nurhardianti Nurhardianti, Sapriana Sapriana, Susniati Susniati, Misnayanah Misnayanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


