STUDI CROSS-SECTIONAL DESKRIPTIF : HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN KATARAK SENILIS PADA PASIEN USIA LANJUT

Authors

  • Luh Putu Ayu Rayka Paramitha Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Gusti Ngurah Anom Supradnya Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Made Kusuma Wijaya Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Devy Maryam Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52758

Keywords:

Hipertensi, Katarak Senilis, Lanjut usia

Abstract

Katarak senilis merupakan penyebab utama kebutaan di dunia, terutama pada kelompok usia lanjut akibat proses degeneratif pada lensa mata. Hipertensi diduga berperan dalam pembentukan katarak melalui peningkatan stres oksidatif dan gangguan stabilitas protein kristalin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara hipertensi dengan kejadian katarak senilis pada lansia di Poliklinik Mata RSU Kertha Usada. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diperoleh menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 126 pasien lansia yang berkunjung selama tahun 2024. Data rekam medis dianalisis dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan hipertensi dengan katarak senilis. Hasil penelitian ini katarak senilis merupakan diagnosis mata terbanyak (69%). Sebanyak 42 pasien (33,3%) memiliki hipertensi. Proporsi katarak senilis lebih tinggi pada kelompok hipertensi (90,5%) dibandingkan kelompok tanpa hipertensi (61,9%). Uji Chi- Square menunjukkan hubungan signifikan antara hipertensi dan katarak senilis (p = 0,002). Nilai Odds Ratio sebesar 5,846 menunjukkan bahwa lansia dengan hipertensi berisiko hampir enam kali lebih besar mengalami katarak senilis. Hipertensi berhubungan signifikan dengan kejadian katarak senilis pada lansia. Pengendalian tekanan darah perlu ditingkatkan sebagai langkah pencegahan gangguan penglihatan pada kelompok usia lanjut.

References

Alamri, M., et al. (2018) ‘Pathophysiology of cataracts’, International Journal of Community Medicine and Public Health, 5(9), pp. 3668–3673. Available at: https://doi.org/10.18203/2394- 6040.ijcmph20183382

Angelina, M. and Manoe, H.A. (2025) ‘Characteristics of senile cataract patients treated at Agoesdjam Hospital Ketapang February–April 2025: A descriptive cross-sectional study’, Oftalmologi Jurnal Kesehatan Mata Indonesia, 7(2), pp. 84–88. Available at: https://doi.org/10.11594/ojkmi.v7i2.90

Bales, T.R., Lopez, M.J. and Clark, J. (2023) ‘Embryology, Eye’, StatPearls, Treasure Island (FL), StatPearls Publishing. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538480/

Hasriani, R. D., Syahrizal, & Misti. (2020). Hipertensi dengan katarak pada peserta skrining gangguan penglihatan. HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, 4(4), 645–655. Available at: https://doi.org/10.15294/higeia.v4i4.38745

Ilyas, S. and Yulianti, S.R. (2022) Ilmu Penyakit Mata (Edisi ke-5). Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Li, J., et al. (2024) ‘Oxidative stress in cataract formation: Is there a treatment approach on the horizon?’, Antioxidants, 13(10), p. 1249. Available at: https://doi.org/10.3390/antiox1310124

Nizami, A.A., Gurnani, B. and Gulani, A.C. (2024) ‘Cataract’, StatPearls, Treasure Island (FL), StatPearls Publishing. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539699/

Sarkar, D., Sharma, R., Singh, P., Verma, V., Karkhur, S., Verma, S., Soni, D. and Sharma, B. (2023) ‘Age-related cataract: Prevalence, epidemiological pattern and emerging risk factors in a cross- sectional study from Central India’, Indian Journal of Ophthalmology, 71(5), pp. 1905–1912. Available at: https://doi.org/10.4103/ijo.IJO_2020_22

Setyandriana, Y., & Putri, D. S. K. (2024). ’The influence of duration and control of diabetes mellitus with the results of phacoemulsification surgery on senile cataract sufferers with diabetes mellitus in Yogyakarta’. Science Midwifery, 12(4), 1527–1531. Available at: https://doi.org/10.35335/midwifery.v12i4.1711

Transari, L., Widyaningrum, R. and Prasetyo, H. (2024) ‘Analisis faktor penyebab kebutaan akibat katarak di Indonesia’, Jurnal Kesehatan Mata Indonesia, 15(2), pp. 123–131.

World Health Organization (2019) World Report on Vision. Geneva: World Health Organization

Downloads

Published

2025-12-25