EVALUASI PROGRAM GANGGUAN JIWA DI UPT PUSKESMAS SIMPANG DOLOK LIMA PULUH

Authors

  • Qisti Mawaddah Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Dewi Agustina Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52742

Keywords:

mental disorders, program evaluation, ipoo,relapse

Abstract

evaluasi meliputi ketersediaan sumber daya, pelaksanaan layanan (skrining, tatalaksana, rujukan, kunjungan rumah), capaian pelayanan, dan dampaknya terhadap efektivitas layanan, kekambuhan, serta keselamatan pasien. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap Kepala Puskesmas, petugas program, kader, dan keluarga/ODGJ, serta telaah dokumen dan observasi. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan analisis tematik.Hasil penelitian menunjukkan pada Input, ketersediaan tenaga kesehatan dan kompetensinya belum merata; sarana–prasarana dan sistem pencatatan-pelaporan masih terbatas. Pedoman teknis tersedia, tetapi belum sepenuhnya terstandardisasi. Pada Proses, kegiatan skrining, kunjungan rumah, edukasi, dan rujukan sudah berjalan namun belum rutin dan belum terdokumentasi secara konsisten. Koordinasi lintas sektor berlangsung, tetapi tidak berkesinambungan. Pada Output, cakupan layanan dan kepatuhan kunjungan kontrol menunjukkan peningkatan meskipun masih bervariasi antar wilayah kerja. Pada Outcome, layanan dinilai cukup efektif bagi pasien yang terpantau dengan indikasi penurunan kekambuhan, sedangkan keselamatan pasien relatif terjaga meski masih ditemukan tantangan berupa stigma dan risiko putus obat.Kesimpulannya, program telah berjalan dan memberikan manfaat, tetapi belum optimal karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya standardisasi proses. Disarankan peningkatan jumlah dan kapasitas tenaga kesehatan, pemantapan koordinasi lintas sektor, perbaikan sistem pencatatan–pelaporan, serta penguatan edukasi masyarakat guna menurunkan stigma dan mencegah kekambuhan.    

References

APA. (2022). What is Mental Ilness. American Psychiatric Associaton. https://www.psychiatry.org/patients-families/what-is-mental-illness

Arifin, A. , N. T. , & P. T. S. (2022). Stigma dan Diskriminasi terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 6(2), 78–85.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kesehatan Mental di Sumatera Utara .

Bahari, K., Widiani, E., & Prabowo, R. Y. (2024). Deteksi Dini Gangguan Jiwa ; Konsep & Aplikasinya Berbasis Android. Nas Media Pustaka. https://books.google.co.id/books?id=8lYbEQAAQBAJ

Bimbingan, J., Islam, K., Rahayu, H., & Nugraha, E. (2024). Stigma Masyarakat Terhadap Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pasawahan Kota Bandung: Implikasi Konseling Psikososial. 14(1), 19–32.

Chong, H. Y. , T. S. L. , W. D. B. , K. S. , C. C. F. , & C. N. (2016). Global economic burden of schizophrenia: A systematic review. (Vol. 12). Neuropsychiatric Disease and Treatment.

Corrigan, P. W. , & W. A. C. (2022). Understanding the impact of stigma on people with mental illness. World Psychiatry, 21(1), 61–69.

Dewi, E. I. , W. E. W. , & S. T. (2020). Stigma against people with severe mental disorder (PSMD) with confinement “Pemasungan.” NurseLine Journal, 4(2), 131–138. https://doi.org/10.19184/nlj.v4i 2.13821

Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara. (2023). Laporan Tahunan Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Simpang Dolok. Dinkes Kabupaten Batu Bara.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2023). Laporan Kesehatan Mental Provinsi Sumatera Utara.

Donabedian, A. (1988). The Quality of Care. In JAMA (Vol. 260, Issue 12, p. 1743). https://doi.org/10.1001/jama.1988.03410120089033

Fazel, S. , & R. B. (2020). Suicide. New England Journal of Medicine, 382(3), 266–274.

Fazel, S. , & S. K. (2021). evere mental illness in 33,588 prisoners worldwide: Systematic review and meta-regression analysis. British Journal of Psychiatry, 200(5), 364–373.

Fitriani, N. , & H. A. (2019). Peran Konseling dalam Penanganan Gangguan Jiwa di Puskesmas. Jurnal Psikologi Dan Kesehatan, 7(1), 45–52.

Gunarsa, S. D. (2020). Psikologi Jiwa (Cetakan 7). PT. Gunung Mulia.

Hafidz, M. , & L. R. (2022). Hambatan pelayanan kesehatan jiwa di wilayah pedesaan: Studi kasus di beberapa Puskesmas. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(1), 55–62.

Irawati, D. . , al. (2022). Keterbatasan Sumber Daya Manusia Dalam Pelayanan Kesehatan Mental di Fasilitas Primer. Jurnal Kesehatan Indonesia , 12(3), 45–56.

Kellogg Foundation. (2004). Logic Model Development Guide:Using logic models to bring together planning, evaluation, and action. .

Kemenkes. (2024). Laporan Tematik Survei Kesehatan Indonesia (Ksi) Tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,p.

Kemenkes RI. (2021). Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan R. (2023). Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Kesehatan Primer.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan No. 36 Tahun 2015 tentang Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOK Nonfisik. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Jiwa.

Lazarus, R. (1991). Emotion and adaptation. Oxford University Press.

Maramis, W. F. (2020). Imu Kedokteran Jiwa. Airlangga University Press.

M.Quraish Shihab. (2002). Tafsir Al-Misbah:Pesan,Kesan,dan Keserasian Al-Qur’an (Jilid 1). Lentera Hati.

M.Quraish Shihab. (2006). Tafsir Al-Misbah:Pesan,Kesan,dan Keserasian Al-Qur’an (Jilid 6). Lentera Hati .

Nasir, A. & A. M. (2021). Dasar Dasar Keperawatan Jitea. Salemba Medika.

Nurlaili, S. , R. D. , & F. L. (2023). Tantangan pendanaan dalam pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas: Studi di wilayah urban dan rural. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(1), 33–41.

Pedoman_Pelayanan_Kesehatan_Jiwa di FKTP. (n.d.).

Permenkes Nomor 43 Tahun 2019. (n.d.). www.peraturan.go.id

Prasetyo, A. . , et al. (2022). Stigma dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Layanan Kesehatan Mental di Indonesia. Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 10(4), 65–78.

Pusat Data Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2019). InfoDATIN: Situasi Kesehatan Jiwa Di Indonesia.

Puskesmas Simpang Dolok. (2025). Profil Puskesmas Simpang Dolok. Batu Bara. Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara.

Putra Sanchaya, K. , M. D. S. N. & P. E. D. Y. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Orang Dengan Gangguan Jiwa. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 1, 87–92.

Rastegar, H., Morasae, E. K., & Doshmangir, L. (2025). The dynamics of mental health policy in Iran over the last century. BMC Psychology, 13(1), 51. https://doi.org/10.1186/s40359-025-02384-x

Suryani, N. . , et al. (2021). Analisis Pendanaan Program Kesehatan Mental di Puskesmas . Jurnal Manajemen Kesehatan , 8(2), 101–110.

Sutejo. (2019). Keperawatan Kesehatan Jiwa Prinsip dan Praktik Asuhan Keperawatan Jiwa. Pustaka Baru Press.

Undang-undang No 18 tahun 2014. (2014). Kesehatan Jiwa. Jakarta.

UU Nomor 17 Tahun 2023. (n.d.).

Videbeck, S. (2011). Psychiatric Mental Health Nursing. Philadelphia. Wolters Kluwer Health.

WHO. (2019). Mental Health in the Workplace. https://www.who.int/mental_health/in_the_wor kplace/en/

WHO. (2021). Sucide. [WWW Document]. URL https://www.who.int/healthtopics/suicide#tab=tab_1 (accessed 8.15.23).

WHO. (2022). Mental Disorder. https://www.who.int/news room/fact sheets/detail/mental disorders

Widarwati, Sri. (2022). Dukungan Sosial untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa di Daerah Miskin. Studi di Sebuah Wilayah Puskesmas di Gunungkidul. BKM Journal of Community Medicine and Public Health, 33(8), 403–410.

Winarno, B. S. (2020). Analisis layanan peningkatan kualitas hidup orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Academica. Journal of Multidisciplinary Studies, 4(1), 133–146.

World Health Organization. (2016). Mental Health Gap Action Programme (mhGAP) Intervention Guide. WHO.

World Health Organization [WHO]. (2022). Mental health and substance use. Diakses Dari Https://Www.Who.Int/Data/Gho/Data/Themes/Mental-Health.

Yoga, A. (2020). Peran Dukungan Keluarga Sosial dan Regulasi Emosi terhadap Resiliensi Keluarga Penderita Skizofrenia (1st ed., Vol. 1). Insan.

Yulianti, T. S., & Ariasti, D. (2020). Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Emosional Masyarakat Di Dukuh Gumuk Sari Dan Gerjen, Pucangan, Kartasura. Kosala : Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 53–62. https://doi.org/10.37831/kjik.v8i2.189

Downloads

Published

2025-12-31