GAMBARAN KEPADATAN JENTIK NYAMUK DI RW 03 KELURAHAN KENJERAN TAHUN 2025

Authors

  • Intania Nabila Rafidah Departemen Epidemiologi, Biostatistik, Kependudukan dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
  • Laura Navika Yamani Departemen Epidemiologi, Biostatistik, Kependudukan dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52737

Keywords:

DBD, jentik, kepadatan, nyamuk

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki kondisi ideal untuk perkembangbiakan nyamuk sehingga meningkatkan risiko penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada tahun 2024, Indonesia mencatat 244.409 kasus DBD dengan 1.430 kematian. Di Kota Surabaya jumlah kasus meningkat dari 191 kasus pada tahun 2023 menjadi 231 kasus pada tahun 2024. Kelurahan Kenjeran sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepadatan jentik nyamuk melalui Density Figre (DF) serta ABJ di RT 03 Kelurahan Kenjeran. Penelitian ini menggunakan jenis studi observasional deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Mei 2025 di wilayah RW 03 Kelurahan Kenjeran yang terdiri dari RT 01 hingga RT 05. Sampel penelitian sebanyak 50 rumah yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara manual dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel untuk memperoleh nilai House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), Density Figure (DF) dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Hasil penelitian ini menunjukan nilai House Index (HI) sebesar 26.92%, Container Index (CI) sebesar 12.43%, dan Breteau Index (BI) sebesar 42,31%, sehingga didapatkan nilai Density Figure (DF) sebesar 4.33. Sementara itu, ABJ dari wilayah ini sebesar 73.08%. Secara keseluruhan, RT 03 Kelurahan Kenjeran termasuk wilayah dengan kepadatan nyamuk sedang dan ABJ dibawah target nasional, sehingga diperlukan upaya pengendalian nyamuk secara berkelanjutan melalui kegiatan rutin Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan penerapan 3M plus.                                                                                                                                                                                        

References

Anggraini, D. R., Huda, S., & Agushybana, F. (2021). FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DAERAH ENDEMIS KOTA SEMARANG. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 12(2), 344–349. https://ejr.umku.ac.id/index.php/jikk/article/view/1080

Anindita, K. :, Kepadatan, S. N., Jentik, P., Di Desa, A. S., Kecamatan, K., Utara, T., & Bekasi, K. A. (2022). Kepadatan Populasi Jentik Aedes sp. di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi. ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Diseases Studies, 14(2), 79–88. https://doi.org/10.58623/ASPIRATOR.V14I2.10

Ashar, Y. K., & Sunarto, N. D. (2024). Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat. Jurnal Kesehatan, 15(1), 1–6. https://doi.org/10.32763/zvmyga78

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2025). Tersedia di: https://jatim.bps.go.id/en. [diakses tanggal 18 November 2025]

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2025). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2024.

Foster, W. A., & Walker, E. D. (2019). Mosquitoes (Culicidae). Medical and Veterinary Entomology, 261–325. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-814043-7.00015-7

Gafur, A., Sulaeman, U., Habo Abbas, H., Istiqamah, U., Saleh, M., Urip Sumoharjo Nokm, J., Panakkukang, K., Makassar, K., & Selatan, S. (2024). Survey Indeks Entomologi dan Identifikasi Larva Aedes Aegypti di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakukkang Kota Makassar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Dan Teknologi, 3(2), 63–69. https://doi.org/10.58169/JPMSAINTEK.V3I2.49

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Nyamuk-nyamuk Yang Berbahaya. Mediakom, 139, 60.

Kementerian Kesehatan RI. (2025). Profil Kesehatan Indonesia 2024. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024

Leri, C. Y. A. P., Setyobudi, A., & Ndoen, E. M. (2021). Density Figure of Aedes Aegypti Larvae and Community Participation in Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Lontar : Journal of Community Health, 3(3), 123–132. https://doi.org/10.35508/LJCH.V3I3.4329

Mareta, O., Hermansyah, H., & Hermansyah, K. (2024). Tingkat kepadatan larva nyamuk Aedes aegypti di wilayah TPA Sukawinatan. Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis, 1(2), 63–68. https://doi.org/10.37304/TROPIS.V1I2.14317

Renita, S., Muchtar, F., & Nurmaladewi, N. (2025). HUBUNGAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUA-WUA KOTA KENDARI. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo , 5(4), 9–18. https://doi.org/10.37887/JKL-UHO.V5I4.50

Sunaryo, S., & Pramestuti, N. (2014). Surveilans Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue. Kesmas: National Public Health Journal, 8(8), 423. https://doi.org/10.21109/KESMAS.V8I8.415

Susanti Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu, Y., Susanti, Y., Kurnia, R., Pitriyanti, L., Kesehatan Lingkungan, J., Kemenkes Tanjungpinang, P., & Unggulan IPTEKS Kesehatan Masyarakat Kepulauan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, P. (2022). INDEKS ENTOMOLOGI DAN SEBARAN VEKTOR NYAMUK Aedes spp DI KELURAHAN PINANG KENCANA KECAMATAN TANJUNGPINANG TIMUR KOTA TANJUNGPINANG, KEPULAUAN RIAU. JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU, 2(1), 35–45. https://doi.org/10.53579/JITKT.V2I1.24

Sutriyawan, A., & Wirawati, K. (2021). Kejadian Demam Berdarah Dengue dan Hubungannya dengan Perilaku 3M Plus : Studi Kasus Kontrol Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever and its Relationship to 3M Plus Behavior : Case Control. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 172–180.

World Health Organization. (2025). Dengue. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

Downloads

Published

2025-12-25