HUBUNGAN AKSES SANITASI AMAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DENGAN KASUS DIARE PADA BALITA DI PROVINSI BALI TAHUN 2024

Authors

  • Aurania Azzra S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
  • Safira Aurellia Salsabila S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.52719

Keywords:

balita, diare, kepadatan penduduk, sanitasi

Abstract

Diare dianggap sebagai penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit endemik ini memiliki prevalensi tertinggi pada kelompok usia balita (4,9%). Provinsi Bali merupakan provinsi dengan tingkat urbanisasi dan kepadatan yang cukup tinggi di Indonesia, yang turut menyumbang angka diare pada balita sebesar 13.868 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memetakan distribusi kasus diare pada balita serta menganalisis hubungan kepadatan penduduk dan akses sanitasi aman terhadap kejadian diare di 9 kabupaten/kota di Provinsi Bali. Desain pada studi ini menggunakan desain ekologi deskriptif-analitik dengan data sekunder dari Profil Kesehatan Provinsi Bali 2024, analisis korelasi populasi menggunakan uji statistik Spearman dan Pearson dilakukan via software R, serta pemetaan menggunakan aplikasi Quantum Geographic Information System (QGIS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Klungkung memiliki prevalensi kasus diare balita tertinggi yang berkorelasi erat dengan akses sanitasi aman rendah, sedangkan kepadatan penduduk tinggi di Kota Denpasar tidak berhubungan signifikan. Akses sanitasi aman terbukti berhubungan bermakna dengan kejadian diare. Kabupaten/kota dengan prioritas intervensi peningkatan akses sanitasi aman adalah Kabupaten Klungkung, Gianyar, Tabanan, dan Bangli dengan akses sanitasi aman rendah. Selain itu, diperlukan peningkatan infrastruktur sanitasi dasar, serta penguatan sistem pencatatan dan pelaporan kasus diare yang terintegrasi dan akurat di seluruh kabupaten/kota untuk memungkinkan deteksi dini outbreak dan evaluasi program yang lebih optimal, sehingga target sanitasi aman dapat tercapai.

References

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, K., Ansariadi, A., & Thaha, I. L. M. (2022). Faktor Air, Sanitasi, dan Higiene terhadap Kejadian Diare pada Balita di Permukiman Kumuh Kota Makassar. Hasanuddin Journal of Public Health, 3(3), 301-311. https://doi.org/10.30597/hjph.v3i3.22002

Bappenas, & UNICEF. (2024). Penilaian Pasar untuk Sanitasi yang Dikelola dengan Aman di Indonesia. Jakarta. https://www.unicef.org/indonesia/id/wash/laporan/kajian-pasar-sanitasi-aman-di-indonesia

Barus, M. B., Lubis, F. H., & Nadeak, T. (2020). Hubungan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan kejadian diare pada masyatakat yang tidak memiliki jamban di wilayah kerja Puskesmas Berohol Kota Tebing Tinggi tahun 2019. Jurnal Penelitian Kesmasy, 2(2), 45-51. https://doi.org/10.36656/jpksy.v2i2.253

BPS. (2024). Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk, Distribusi Persentase Penduduk Kepadatan Penduduk, Rasio Jenis Kelamin Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali, 2024 - Tabel Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. https://bali.bps.go.id/id/statistics-table/3/V1ZSbFRUY3lTbFpEYTNsVWNGcDZjek53YkhsNFF UMDkjMw==/penduduk--laju-pertumbuhan-penduduk--distribusi-persentase-penduduk--kepada tan-penduduk--rasio-jenis-kelamin-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-bali--2024.ht ml?year=2024

Bushen, G., Merga, H., & Tessema, F. (2022). Effects of community-led total sanitation and hygiene implementation on diarrheal diseases prevention in children less than five years of age in South Western Ethiopia: A quasi- experimental study. PLoS ONE, 17(4). https://doi.org/ 10.1371/journal.pone.0265804

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2024. https://diskes.baliprov.go.id/profil-kesehatan-provinsi-bali/

Fadhilah, A. (2025). Peta Persebaran Kasus Diare Menurut Kepadatan Penduduk di Provinsi Bali Tahun 2020-2022. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran, 4(1), 38–50. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.4371

Hasta, M., Hidayat, H., Sulasmi, S., & Haderiah, H. (2024). Analisis Korelasi Antara Implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 2 dan 3 dengan Tingkat Kejadian Diare di Desa Lagego, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Sulolipu Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 24(1), 11–20. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i1.475

Hermawati, D. (2024). Strategi Kebijakan Peningkatan Akses Sanitasi Aman di Kabupaten Gresik. Journal of Economic Bussines and Accounting (COSTING), 7(6), 9437–9453. https://doi.org/10.31539/costing.v7i6.13958

Kartika, N. C. T. M. C., & Lestari, N. K. S. (2023). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kasus Diare Balita di Desa Tidak ODF Wilayah Kerja Puskesmas Cukir. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(8), 1635–1645. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i8.3571

Kamiludin, K. S., & Azizah, R. (2025). Implementasi Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan Insiden Diare pada Balita: Kajian Literatur. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 9(1), 47–60. https://doi.org/10.52643/jukmas.v9i1.5854

Kurniawati, R. D., & Abiyyah, S. F. (2021). Analisis sanitasi dasar lingkungan dengan kejadian diare balita di Kelurahan Babakansari Kecamatan Kiaracondong Bandung. Window of Health Jurnal Kesehatan, 75–84. https://doi.org/10.33096/woh.v4i1.683

Margarethy, Indah & Suryaningtyas, Nungki & Yahya, Yahya. (2020). Kejadian Diare Ditinjau Dari Aspek Jumlah Penduduk dan Sanitasi Lingkungan (Analisis Kasus Diare di Kota Palembang Tahun 2017). Medica Arteriana (Med-Art). 2(10). 10.26714/medart.2.1.2020.10-16.

Munawarah, N. H., Amalia, R., Husein, A., & Istiqomah, S. H. (2022). Analisis Spasial Sebaran Kejadian Kasus Diare dengan Keberadaan E. Coli Pada Air Sumur Dan Kepadatan Penduduk Di Kelurahan Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul. Sanitasi Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 73–87. https://doi.org/10.29238/sanitasi.v15i2.1384

Sabira, N. Z., Shaliha, N. I., Salsabila, S. H., & Kusumaningrum, W. D. (2025). Distribusi Kejadian Diare pada Balita dan Kualitas Sumber Air Minum di Indonesia: Studi Ekologi. UI Scholars Hub. https://scholarhub.ui.ac.id/jurnalkeslingglobal/vol6/iss1/3/

Syahrizal, S. (2023). Pengaruh penerapan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 4(2), 319. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1261

WHO. (2024). Diarrhoeal disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Widyastuti, D., Mulyana, N., Rivani, V. D., Sinaga, S. N. S., Sinulingga, E. A., & Girsang, V. I. (2025). Distribusi Spasial Kasus Diare: Interaksi Antara Kepadatan Penduduk, Sanitasi, dan Aksesibilitas Fasilitas Kesehatan di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022-2023. Prima Wiyata Health, 6(2), 130–140. https://doi.org/10.60050/pwh.v6i2.99

Wulandari, P. R. (2014). Perencanaan Pengolahan Air Limbah Sistem Terpusat (Studi Kasus di Perumahan PT. Pertamina Unit Pelayanan III Plaju – Sumatera Selatan). Jurnal Teknik Lingkungan : Electronic Journal of Civil and Environmental Engineering, 2(3), 499–509.

Downloads

Published

2026-03-26

Issue

Section

Articles