ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN TROMBOSIT DAN HEMOGLOBIN DI RSUD WATES YOGYAKARTA

Authors

  • Intan Puspita Sari Intan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Yeni Rahmawati Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Wahid Syamsul Hadi Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52453

Keywords:

hemoglobin, levey-jennings, trombosit, Westgard Rules

Abstract

Laboratorium klinik sering melakukan pemeriksaan hematologi darah rutin mencakup pemeriksaan trombosit dan hemoglobin menggunakan alat hematology analyzer yang berpotensi melakukan kesalahan dalam membaca hasil, pemantapan mutu internal merupakan kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilakukan untuk mengurangi kesalahan atau penyimpangan hasil. Quality control penting untuk mengetahui apakah proses pemeriksaan yang dilakukan sudah sesuai dengan standar ketentuan yang ada. Penelitian ini berfokus pada akurasi, presisi, grafik Levey Jennings, aturan westgard, dan nilai sigma metrik mendapatkan hasil yang bagus. Desain penelitian menggunakkan metode deskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari hasil quality control pada pemeriksaan trombosit dan hemoglobin menggunakan alat hematology analyzer mindray BC-6200. Hasil penelitian pemeriksaan trombosit mendapatkan nilai bias -0,35%; 1,43% dan 5,39% untuk nilai bias pemeriksaan hemoglobin adalah 0,4%; -0,4% dan -0,24%. Hasil perhitungan (CV) pemeriksaan trombosit adalah 3,29%; 3,33% dan 3,14% untuk nilai (CV) pemeriksaan hemoglobin adalah 0,4%; 0,72% dan 0,64%, didapatkan hasil yang akurat dan presisi karena memperoleh nilai bias tidak keluar dari rentang ±10%, dan nilai CV tidak melebihi batas 5%. Mendapatkan aturan westgard 12s dan 13s. Nilai sigma metrik pemeriksaan trombosit pada bulan adalah 7,71; 7,08 dan 6,25, nilai sigma metrik pemeriksaan hemoglobin adalah 16,5; 10,28 dan 11,31, nilai sigma mendapatkan hasil kelas dunia yaitu nilai sigma 6. Diharapkan untuk petugas di Laboratorium RSUD Wates untuk dapat lebih memperhatikan dalam prosedur pra-analitik, dan analitik agar dapat memberikan hasil yang lebih bagus. 

References

Arnanda, Q.P. dkk. (2019) “Hubungan Kadar Hemoglobin, Eritrosit, dan Siklus Menstruasi pada Mahasiswa Farmasi Universitas Padjadjaran Angkatan 2016,” Farmaka, 17(2), hal. 15–23. Tersedia pada: https://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/download/22053/pdf.

Arni, D. S. (2018). Perbedaan Jumlah Trombosit Sampel Darah Vena dan Kapiler Menggunakna Mikro Pipette Hematology Analyzer. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Bararah, A. S., Ernawati, & Andreswari, D. (2017). Implementasi case based reasoning untuk diagnosa penyakit berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan hematologi dengan probabilitas bayes. Rekursif, 5(1), 43–54.

Faruq, Z. H., & Rahayu, M. (2021). Evaluasi Total Eror dan Validasi Nilai Rujukan Pada Alat Hematology Analyzer. Jurnal Media Informasi Kesehatan, 1(8), 37-46.

Gunadi, V. I., Mewo, Y. M., & Tiho, M. (2016). Gambaran Kadar Hemoglobin pada Pekerja Bangunan. Jurnal E Biomedik, 4(2):2–7. https://doi.org/10.35790/ebm.4.2.2016.14604

Hidayat, N., & Sunarti, S. (2015). Validitas Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Menggunakan Metode Hb Meter pada Remaja Putri di Man Wonosari. Journal of Public Health, 9(1). https://doi.org/10.12928/kesmas.v9i1.1548

Indayani, N.L.D. (2022) Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri di Banjar Selat Peken Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Karya Tulis Ilmiah, Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis

Kashyap, A., Sampath, S., Tripathi, P., Sen, A. (2021). Sigma Metric: A Valueable Tool For Evaluating The Performance of Internal Quality Control In Laboratory. Journal of Laboratory Physicians, 13(4), 328-331.

Prasetya, H. R., Muhajir, N. F., Dumatubun, M. P. I. (2021). Penggunaan Six Sigma Pada Pemeriksaan Jumlah Leukosit di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science, 2(2), 165- 174.

Praptomo, A. J. (2018). Pengendalian Mutu Laboratorium Medis. Yogyakarta: Penerbit Deepublish

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Klinik. Jakarta.

Resmiaty, T. & Sari, R., 2017. Aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen Laboratorium. 1st penyunt. Jakarta: Kemenkes RI.

Siregar, M. T., Winke, S., Doni, S., Anik, N. (2018). Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik (TLM): Kendali Mutu. Pusat Pendidikan Sumberdaya Manusia Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Kemenkes

Soleha, T. U. (2014). Quality Control Of Microbiology Laboratorium. JUKE, 8(4), 276-284

Wahdaniah, W., & Tumpuk, S. (2018). Perbedaan Penggunaan Antikoagulan K2EDTA DAN K3EDTA Terhadap Hasil Pemeriksaan Indeks Eritrosit. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa, 1(2):114. https://doi.org/10.30602/jlk.v1i2.147

Downloads

Published

2025-12-31