PERDARAHAN ANTEPARTUM, SOLUSIO PLASENTA DAN INTRAUTERINE FETAL DEATH (IUFD) : LAPORAN KASUS
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52409Keywords:
IUFD, perdarahan antepartum, solusio plasentaAbstract
Perdarahan antepartum merupakan salah satu komplikasi obstetri yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin, terutama pada kasus solusio plasenta yang sering berhubungan dengan hipertensi kehamilan dan trauma abdomen. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan perfusi plasenta yang berujung pada hipoksia janin hingga kematian intrauterin. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan gambaran klinis, penegakan diagnosis, serta penatalaksanaan kasus perdarahan antepartum akibat solusio plasenta dengan janin IUFD pada kehamilan 35–36 minggu. Metode yang digunakan berupa desain laporan kasus pada seorang wanita 28 tahun, G2P1, yang datang dengan perdarahan pervaginam, nyeri perut hebat, serta riwayat hipertensi kehamilan dan trauma tumpul berulang pada abdomen. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (laboratorium dan ultrasonografi), serta dokumentasi tindakan operatif. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan temuan klinis. Hasil menunjukkan pasien mengalami anemia berat (Hb 6 g/dL), uterus tegang, dan hasil USG mengonfirmasi solusio plasenta grade I dengan janin IUFD. Pasien menjalani seksio sesarea emergensi dengan temuan hematoma pada fundus uteri dan plasenta lahir lengkap. Kondisi ibu stabil pascaoperasi dengan pemantauan ketat terhadap perdarahan dan parameter hematologis. Simpulan dari laporan kasus ini adalah bahwa solusio plasenta pada ibu dengan faktor risiko hipertensi dan trauma abdomen dapat berkembang cepat menjadi IUFD, sehingga diagnosis dini dan intervensi segera diperlukan untuk mencegah komplikasi maternal lebih lanjut.References
American College of Obstetricians and Gynecologists. (2020). Practice Bulletin No. 229: Placental abruption. ACOG.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil Kesehatan Indonesia 2019. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lengkong, K., Ngangi, R., & Lalandos, E. (2020). Determinan kematian neonatal di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–54.
Pratamaningtyas, E. W., & Oktaviana, D. (2019). Faktor risiko persalinan kala II memanjang pada ibu bersalin. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 4(2), 85–92.
Prawirohardjo, S. (2010). Ilmu Kebidanan (Edisi Revisi). PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. (2011). Antepartum haemorrhage (Green-top Guideline No. 63). RCOG Press.
Sharma, N., Gupta, S., & Singh, A. (2023). Maternal outcomes in abruptio placenta: A clinical review. International Journal of Reproductive Medicine, 2023, 1–7.
Tikkanen, M. (2011). Placental abruption: Epidemiology, risk factors and consequences. Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica, 90(2), 140–149.
Williams, J., Cunningham, F., Leveno, K., Bloom, S., Spong, C., & Dashe, J. (2018). Williams Obstetrics (25th ed.). McGraw-Hill Education.
World Health Organization. (2019). Trends in maternal mortality 2000–2017. WHO Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yesan Suci Paramitha, Mediana Sutopo Liedapraja, Fadil Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


