FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PENYAPU JALAN DI KOTAMOBAGU

Authors

  • fachry rumaf Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Moh. Rizki Fauzan Program Studi Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Ni Wayan Dimkatni Program Studi Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Geristiani Agama Program Studi Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.52357

Keywords:

alat pelindung mata, masa kerja, umur

Abstract

Kelelahan mata ini merupakan suatu kondisi subjektif yang disebabkan oleh adanya penggunaan mata secara berlebihan. Gejala yang biasa diakibatkan oleh Upaya berlebihan dari sistem penglihatan yang berada dalam kondisi yang tidak nyaman untuk memperoleh ketajaman penglihatan. Gangguan yang dialami pada mata karena adanya otot-otot yang dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat objek dekat dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kelelahan kerja pada tukang las di Kota Kotamobagu. jenis penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di seluruh bengkel las yang ada di Kota Kotamobagu dan jumlah populasi sebanyak 70 pekerja bengkel las dan teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. variabel yang berhubungan dengan kelelahan mata adalah umur (p= 0,001), masa kerja (p=0,003), APM (P=0.000). terdapat hubungan antara umur, masa kerja, alat pelindung mata dengan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di kotamobagu.

References

(WHO), W. H. O. (2014). Universal Eye Health. A Global Action Plan.

(WHO), W. H. O. (2019). Protecting Workers’ Health.

Atalay, Y. A., Gebeyehu, N. A., & Gelaw, K. A. (2024). Systematic review and meta-analysis on prevalence, pattern, and factors associated with ocular protection practices among welders in sub-Saharan Africa. Frontiers in Public Health, 12. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1397578

Ay İE, Demirezen M, Şenol Y, T. A. (2022). Ocular health among industrial workers: a prevalence study of foreign body injury, refractive error, dry eye, pterygium and pingueculae. Med Lav, v113i5.133. https://doi.org/10.23749

Chowdhury, S., & Chakraborty, P. pratim. (2017). Universal health coverage ‑ There is more to it than meets the eye. Journal of Family Medicine and Primary Care, 6(2), 169–170. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc

Departemen Kesehatan RI. (2016). Hidupkan Pos UKK Agar Pekerja Sektor Informal Tersentuh Layanan Kesehatan Kerja.

Desfita, S., Azzahra, M., Zulriyanti, N., Putri, M. N., & Anggraini, S. (2021). Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service). Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 01(1), 20–31. https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/716/309

Eze BI, Okoye O, A. E. (2015). Awareness and Utilization of Welders’ Personal Protective Eye Devices and Associated Factors: Findings and Lessons From a Nigerian Population. Workplace Health Saf. https://doi.org/10.1177/2165079915578665

Friska. (2024). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja Las.

Grandjean, E., & Kroemer, K. H. . (2018). Fitting the Task to the Human. CRC Press.

Husein Mohammad. (2022). Hubungan Faktor Pekerja Dan Intensitas Cahaya Las Dengan Kelelahan Mata Pada Pekerja. Universitas Batanghari Jambi (JIUBJ), 22(1)., 339–343. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i1.1796.

International Labour Organization (ILO). (2021). Occupational Safety and Health in Welding.

Kemenkes Repub Indo. (2013). Riset Kesehatan Dasar.

Kurniawan. (2017). Gejala Photokeratiits Akibat Radiasi Sinar Ultraviolet (UV) Pada Pekerja Las Di PT. PAL Indonesia Surabaya.

N, S. (2022). Hubungan Masa Kerja Dan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Kejadian Kelelahan Mata Pada Pekerja Welding Logam Di Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. Mega Buana Journal of Public Health, 1(2), 90.

Nadu, M. S., R Salmun, J. A., & Setyobudi, A. (2022). Gambaran Faktor Risiko Penurunan Daya Penglihatan Pada Pekerja Bengkel Las Di Kecamatan Oebobo. Media Kesehatan Masyarakat, 4(1), 122–130. https://ejurnal.undana.ac.id/MKM

Ni Made Maharani Dwimarthaswari, A.A. Sri Agung Aryastuti, & Ni Nyoman Sunariasih. (2024). Hubungan Kedisiplinan Pemakaian Alat Pelindung Mata dengan Kelelahan Mata pada Pekerja Las di Sukawati. Aesculapius Medical Journal, 4(2), 157–164. https://doi.org/10.22225/amj.4.2.2024.157-164

Putra, R. A., Kurniawati, E., & Parman, H. (2022). Factors Associated With Eye Complaints For Welding Workshop Workers in Jelutung District, Jambi City in 2021. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 5(1), 2614–3151. http://jurnal.umpar.ac.id/index.php/makes

Ristanti, A. N., Handayani, P., Azteria, V., & Muda, C. A. K. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Penurunan Fungsi Penglihatan pada Pekerja Pengelasan di Wilayah Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 15(1), 1–5. https://doi.org/10.52022/jikm.v15i1.328

Setyowati, R., et al. (2020). Hubungan umur dan masa kerja dengan kelelahan mata pekerja. Jurnal Kesehatan Kerja.

Suma’mur. (2009). Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja (HIPERKES).

Suma’mur, P. K. (2014). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Sagung Seto.

Sundawa, E., Ginanjar, R., & Listyandini, R. (2020a). 4169-10131-1-Sm (2). 3(2).

Sundawa, E., Ginanjar, R., & Listyandini, R. (2020b). Hubungan Lama Paparan Radiasi Sinar Las Dengan Kelelahan Mata Pada Pekerja Bengkel Las Sektor Informal Di Kelurahan Sawangan Baru Dan Pasir Putih Kota Depok Tahun 2019. Promotor, 3(2), 196–203. https://doi.org/10.32832/pro.v3i2.4169

Tarwaka. (2004). Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. UNIBA Press.

Tarwaka. (2015). Ergonomi Industri. Harapan Press.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles