FAKTOR RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PETANI PEMANJAT KELAPA DI KECAMATAN KOTAMOBAGU SELATAN

Authors

  • Sarman Sarman S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Hairil Akbar S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Christien Gloria Tutu S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Chesity Ainun Undol S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52270

Keywords:

Faktor Risiko, Kecelakaan Kerja, Petani Pemanjat Kelapa

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak terduga atau tidak disebabkan oleh unsur kesengajaan yang dapat menimbulkan kerugian baik waktu, harta benda maupun korban jiwa. Pemicu kecelakaan kerja disebabkan dari faktor manusia misalnya meliputi, umur, durasi kerja masa kejra, dan penggunaan alat pelindung diri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kecelakaan kerja pada petani pemanjat kelapa di Kecamatan Kotamobagu Selatan. Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kotamobagu Selatan dan jumlah populasi sebanyak 60 petani pemanjat kelapa. Besar sampel dalam penelitian ini terdiri dari 60 petani dan teknik pengambilam sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quisioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi square. Untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur, masa kerja, durasi kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kecelakaan kerja pada petani pemanjat kelapa di Kecamatan Kotamobagu Selatan dengan nilai ρ-value <0,05. Kesimpulan Terdapat hubungan umur, masa kerja, durasi kerja dan penggunaan alat pelindung diri dengan kecelakaan kerja pada petani pemanjat kelapa di Kecamatan Kotamobagu Selatan. Pada petani pemanjat kelapa agar dapat lebih memperhatikan faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.

References

Aminuddin. (2022). Keselamatan kerja petani nira di daerah pegunungan: Analisis penggunaan alat pelindung diri. [Studi penelitian].

Asparin, A., dkk. (n.d.). Asparin, A., dkk. (2024). Hubungan Masa Kerja dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Petani Karet Suku Anak Dalam (SAD). Jurnal Kesehatan Lingkungan dan Keselamatan Kerja, 12(1), 45–53. 2024.

Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Perkebunan Indonesia: Kelapa 2019. BPS RI.

Bhattarai, S., Singh, S. B., Baral, D., Sah, R. K., & Budhathoki, S. S. (2016). Work-related injuries among farmers: A cross-sectional study. Journal of Occupational Medicine and Toxicology, 11(1), 1–8.

Camilia. (2024). Overview of Personal Protective Equipment Usage Among Agricultural Workers. [Studi lapangan].

Elliott, L., Smith, J., & Brown, R. (2022). Elliott, L., Smith, J., & Brown, R. (2022). Working hours, sleep, and fatigue in the agriculture, forestry and fishing sector: A review. Journal of Agricultural Safety and Health, 28(3), 145–160.

Farid, A.,Pratiwi, A.,Fitri, A. D. A. (2019). Hubungan Karakteristik Petani Terhadap Presepsi Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Petani Kecamatan Monosalam Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur. Jurnal Sosiologi Pedesaan. (153 – 157).

George, P., Kumar, R., & Thomas, J. (2013). Biomechanics of Climbing Coconut Trees and Its Implications. Journal of Agricultural Ergonomics, 5(2), 77–85.

Hidayat, A. (2021). Kelelahan Kerja dan Dampaknya terhadap Kecelakaan pada Petani Pemanjat Pohon Kelapa di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Indonesia, 7(1), 55–63.

Idham Syah, I., dkk. (2023). Keselamatan Kerja pada Pemetik Buah Kelapa di Indonesia. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 12(2), 55–63.

Kementerian Ketenagakerjaan R1. (2021). Kliping Berita Ketenagakerjaan 13 Januari 2021.

Kessi, A., dkk. (2020). Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja pada Penderes Pohon Aren di Desa Korolokaki. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 101–108.

Mardianto. (2021). Hubungan Masa Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Petani Sawah di Desa Karuni Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 9(2), 88–95.

Markanen, P. (2004). Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Indonesia. 110, 1-53.

Mushidah. (n.d.). Hubungan penggunaan alat pelindung diri body harness terhadap insiden kecelakaan kerja pada pekerjaan ketinggian. 2023.

Nugroho, W. (2012). Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC.

Pemerintah Republik Indonesia. (2013). Pemerintah Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 131.

Rahmawati, N., & Zainal, A. (2020). Risiko Cedera pada Petani Pemanjat Nira di Kabupaten Pangkep. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia, 6(1), 30–38.

Ramadani, R. (2023). Pengaruh Masa Kerja terhadap Pemahaman Risiko Pekerjaan. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 11(1), 45–52.

Risky Bagas Ardiansyah, I. P. (2020). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Petani Padi Di Desa Jatirembe Kecamatan Banjeng Kabupaten Gresik. Majalah Kesmas Aceh. 3 (2) 22 – 232.

Sa’adah, L. (2017). Hubungan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Penderes Di PTPN III Kebun Sei Silau Tahun 2017. Skripsi Sarjana. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhamadiyah Palembang.

Staněk, S. (2022). Analysis of Occupational Accidents in Tree Climbers. International Journal of Forestry Safety, 14(1), 12–24.

Sukmawati, S., dkk. (2019). Jenis dan Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja pada Industri. Jurnal K3 Industri, 7(1), 22–30.

Suma’mur, P. K. (2014). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIKK). Jakarta: Sagung Seto. (Menjelaskan hubungan masa kerja, adaptasi lingkungan kerja, dan risiko kecelakaan.).

Summers, T. (2023). A narrative review of fatigue in agriculture and its impact. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 29(2), 210–225.

Sutrisno. (2019). Faktor Risiko Kecelakaan pada Pemanjat Pohon Kelapa Tradisional di Kabupaten Bireuen. Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh, 4(1), 33–41.

Suyono. (2018). Penggunaan alat pelindung diri pada petani pemetik kelapa di Kabupaten Indramayu. [Laporan penelitian].

Tarwaka. (2015a). Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja dan produktivitas. Surakarta: UNIBA PRESS.

Tarwaka. (2015b). Ergonomi Industri: Dasar-dasar Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.

Tarwaka. (2016). Dasar – Dasar Keselamatan Kerja Serta Pencegahan Kecelakaan Di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.

Tarwaka. (2017). Manajemen Implementasi K3 di tempat kerja. Surakarta: Harapan press.

World Atlas. (n.d.). Top Coconut Producing Countries in The World. WorldAtlas.com.2019.

Wurarah, F. S., dkk. (2020). Profil Tenaga Kerja Sektor Informal di Indonesia. Jurnal Ketenagakerjaan dan K3, 5(1), 14–22.

Downloads

Published

2025-12-31