PENERAPAN EVIDANCE BASED PRACTICE KOMUNIKASI TEKNIK SBAR DALAM PELAKSANAAN HANDOVER DI RUANGAN CVBC RS. PROF. KANDOU MALALAYANG MANADO

Authors

  • Vergeina Mastur Fakultas Keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado, Indonesia
  • Frida Mendur Fakultas Keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado, Indonesia
  • Yosua Aldrin Kaligis Fakultas Keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado, Indonesia
  • Virel Richard Tulangow Fakultas Keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.52109

Keywords:

Handover, Perawat, Komunikasi SBAR

Abstract

Timbang terima merupakan metode komunikasi yang digunakan pada pergantian shift perawat untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi pasien, rencana pengobatan, rencana keperawatan, dan prioritas pelayanan. Handover yang kurang terstruktur dapat menyebabkan informasi pasien tidak lengkap, mengurangi koordinasi tim, dan meningkatkan risiko kesalahan dalam perawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan Teknik SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) diterapkan untuk meningkatkan kualitas handover, sistematisasi komunikasi, koordinasi tim, dan keselamatan pasien. Metode penelitian pendekatan studi kasus dilakukan di ruang CVBC dengan melibatkan kepala ruangan dan perawat pelaksana yang menghadapi kendala dalam praktik handover. Teknik SBAR diterapkan secara berulang selama periode tertentu untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi, akurasi informasi pasien, dan koordinasi tim dalam pelaksanaan keperawatan. Penerapan SBAR memungkinkan transfer informasi menjadi lebih terstruktur, meminimalkan kelalaian, dan memastikan seluruh anggota tim memahami kondisi serta kebutuhan pasien secara jelas. Hasil penelitian penerapan SBAR menunjukkan komunikasi yang lebih sistematis, koordinasi tim yang lebih baik, dan penyampaian informasi pasien yang lebih akurat dan lengkap. Handover yang lebih efektif berdampak pada penurunan risiko kesalahan dan peningkatan keselamatan pasien. Kesimpulannya, penerapan komunikasi SBAR secara konsisten dapat memperbaiki kualitas handover, mendukung koordinasi tim yang lebih terstruktur, dan memastikan akurasi penyampaian informasi pasien. Strategi ini memberikan dasar bagi penerapan praktik berbasis bukti dalam layanan keperawatan serta berpotensi meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan.

References

Ayuni, D. Q., Almahdy, A., & Afriyanti, E. (2019). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan timbang terima pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman 2016. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 10(1), 163–172.

Banunaek, C. D., Dewi, Y. E. P., & Andadari, R. K. (2021). Dilema etik pada profesionalisme perawat terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, 4(2), 110–120. https://doi.org/10.32584/jkmk.v4i2.1143

Dewi, S. C., Rinawati, A., & Maryana. (2019). Modul praktik manajemen dan kepemimpinan dalam keperawatan. Ganiasda Sihura, S. S., Purnama, A., & Rokhmiati, E. (2021). Optimalisasi model.

Lestari, R. F., & Erianti, S. (2022). Gambaran pengetahuan perawat tentang komunikasi SBAR. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 6(2), 1–5. https://doi.org/10.36341/jka.v6i2.2119

Lestari, T., Issroviatiningrum, R., Abdurrouf, M., & Sari, D. W. P. (2020). Hubungan antara minat dengan motivasi mahasiswa S1 keperawatan dalam melanjutkan profesi Ners di Unissula Semarang. Prosiding Konferensi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU), 3, 66–75. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kimukes/article/view/10221/4589

Muhdar, dkk. (2021). [Judul artikel tidak lengkap, mohon lengkapi jika ada].

Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. (2018). Manajemen keperawatan: Aplikasi dalam praktik keperawatan profesional. Jakarta: Salemba Medika. https://doi.org/10.1001/archinte.165.22.2659

Oxyandi, M., & Endayni, N. (2020). Pengaruh metode komunikasi efektif SBAR terhadap pelaksanaan timbang terima. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 5(1), 162–172. https://doi.org/10.36729/jam.v5i1.322

Permenkes. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11. Jakarta: Depkes RI.

Rachmah. (2018). Optimalisasi keselamatan pasien melalui komunikasi SBAR dalam handover. Idea Nurs J, IX(1), 34–41.

Ragita Septyana Cahyani, dkk. (2021). Hubungan kepemimpinan dengan pelaksanaan patient safety: Komunikasi SBAR saat timbang terima di ruang rawat inap RSUD Simo Boyolali. [Jurnal].

Ridwan. (2016). [Judul artikel atau buku tidak lengkap, mohon lengkapi jika ada].

Setiyadi. (2023). Manajemen jurnal kesehatan Kep Rev (Issue July). https://www.researchgate.net/publication/372235293

Sulistyawati, W., & Haryuni, S. (2019). Pengaruh supervisi tentang komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) terhadap kualitas handover pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Jurnal Care.

Tatiwakeng, R. V., Mayulu, N., & Larira, D. M. (2021). Hubungan penggunaan metode komunikasi efektif SBAR dengan pelaksanaan timbang terima (handover): Systematic review. Jurnal Keperawatan, 9(2), 77. https://doi.org/10.35790/jkp.v9i2.36784

World Health Organization. (2015). Communication during patient safety solution [Online]. http://www.WHO.int/PatientSAFETY/PS-Solution

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles