PENERAPAN EVIDANCE BASED PRACTICE KOMUNIKASI TEKNIK SBAR DALAM PELAKSANAAN HANDOVER DI RUANGAN CVBC RS. PROF. KANDOU MALALAYANG MANADO
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.52109Keywords:
Handover, Perawat, Komunikasi SBARAbstract
Timbang terima merupakan metode komunikasi yang digunakan pada pergantian shift perawat untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi pasien, rencana pengobatan, rencana keperawatan, dan prioritas pelayanan. Handover yang kurang terstruktur dapat menyebabkan informasi pasien tidak lengkap, mengurangi koordinasi tim, dan meningkatkan risiko kesalahan dalam perawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan Teknik SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) diterapkan untuk meningkatkan kualitas handover, sistematisasi komunikasi, koordinasi tim, dan keselamatan pasien. Metode penelitian pendekatan studi kasus dilakukan di ruang CVBC dengan melibatkan kepala ruangan dan perawat pelaksana yang menghadapi kendala dalam praktik handover. Teknik SBAR diterapkan secara berulang selama periode tertentu untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi, akurasi informasi pasien, dan koordinasi tim dalam pelaksanaan keperawatan. Penerapan SBAR memungkinkan transfer informasi menjadi lebih terstruktur, meminimalkan kelalaian, dan memastikan seluruh anggota tim memahami kondisi serta kebutuhan pasien secara jelas. Hasil penelitian penerapan SBAR menunjukkan komunikasi yang lebih sistematis, koordinasi tim yang lebih baik, dan penyampaian informasi pasien yang lebih akurat dan lengkap. Handover yang lebih efektif berdampak pada penurunan risiko kesalahan dan peningkatan keselamatan pasien. Kesimpulannya, penerapan komunikasi SBAR secara konsisten dapat memperbaiki kualitas handover, mendukung koordinasi tim yang lebih terstruktur, dan memastikan akurasi penyampaian informasi pasien. Strategi ini memberikan dasar bagi penerapan praktik berbasis bukti dalam layanan keperawatan serta berpotensi meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan.References
Ayuni, D. Q., Almahdy, A., & Afriyanti, E. (2019). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan timbang terima pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman 2016. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 10(1), 163–172.
Banunaek, C. D., Dewi, Y. E. P., & Andadari, R. K. (2021). Dilema etik pada profesionalisme perawat terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, 4(2), 110–120. https://doi.org/10.32584/jkmk.v4i2.1143
Dewi, S. C., Rinawati, A., & Maryana. (2019). Modul praktik manajemen dan kepemimpinan dalam keperawatan. Ganiasda Sihura, S. S., Purnama, A., & Rokhmiati, E. (2021). Optimalisasi model.
Lestari, R. F., & Erianti, S. (2022). Gambaran pengetahuan perawat tentang komunikasi SBAR. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 6(2), 1–5. https://doi.org/10.36341/jka.v6i2.2119
Lestari, T., Issroviatiningrum, R., Abdurrouf, M., & Sari, D. W. P. (2020). Hubungan antara minat dengan motivasi mahasiswa S1 keperawatan dalam melanjutkan profesi Ners di Unissula Semarang. Prosiding Konferensi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU), 3, 66–75. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kimukes/article/view/10221/4589
Muhdar, dkk. (2021). [Judul artikel tidak lengkap, mohon lengkapi jika ada].
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. (2018). Manajemen keperawatan: Aplikasi dalam praktik keperawatan profesional. Jakarta: Salemba Medika. https://doi.org/10.1001/archinte.165.22.2659
Oxyandi, M., & Endayni, N. (2020). Pengaruh metode komunikasi efektif SBAR terhadap pelaksanaan timbang terima. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 5(1), 162–172. https://doi.org/10.36729/jam.v5i1.322
Permenkes. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11. Jakarta: Depkes RI.
Rachmah. (2018). Optimalisasi keselamatan pasien melalui komunikasi SBAR dalam handover. Idea Nurs J, IX(1), 34–41.
Ragita Septyana Cahyani, dkk. (2021). Hubungan kepemimpinan dengan pelaksanaan patient safety: Komunikasi SBAR saat timbang terima di ruang rawat inap RSUD Simo Boyolali. [Jurnal].
Ridwan. (2016). [Judul artikel atau buku tidak lengkap, mohon lengkapi jika ada].
Setiyadi. (2023). Manajemen jurnal kesehatan Kep Rev (Issue July). https://www.researchgate.net/publication/372235293
Sulistyawati, W., & Haryuni, S. (2019). Pengaruh supervisi tentang komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) terhadap kualitas handover pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Jurnal Care.
Tatiwakeng, R. V., Mayulu, N., & Larira, D. M. (2021). Hubungan penggunaan metode komunikasi efektif SBAR dengan pelaksanaan timbang terima (handover): Systematic review. Jurnal Keperawatan, 9(2), 77. https://doi.org/10.35790/jkp.v9i2.36784
World Health Organization. (2015). Communication during patient safety solution [Online]. http://www.WHO.int/PatientSAFETY/PS-Solution
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vergeina Mastur, Frida Mendur, Yosua Aldrin Kaligis, Virel Richard Tulangow

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


