KAJIAN LITERATUR: POTENSI EKSTRAK KIRINYUH SEBAGAI PENGENDALI OPT YANG AMAN BAGI KESEHATAN MANUSIA

Authors

  • Dimas Perkasa S1 Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Ega Novitriyani S1 Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52072

Keywords:

Pestisida nabati, Chromolaena odorata, Organisme Pengganggu Tanaman

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis di Indonesia masih sangat dominan untuk mengendalikan berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT), namun memiliki dampak negatif seperti pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan manusia. Oleh karena itu, pengembangan pestisida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan menjadi suatu kebutuhan penting. Salah satu tanaman yang memiliki potensi besar sebagai sumber pestisida nabati adalah Chromolaena odorata (kirinyuh) yang mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid. Kajian literatur ini dilakukan dengan metode pencarian pustaka daring pada Google Scholar periode 2010–2025 menggunakan kata kunci terkait ekstrak kirinyuh dan toksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kirinyuh efektif dalam mengendalikan berbagai OPT seperti serangga, jamur patogen, gulma, dan nematoda dengan mekanisme kerja yang melibatkan penghambatan enzim, gangguan metabolik, dan kerusakan struktur sel organisme target. Konsentrasi efektif ekstrak bervariasi tergantung jenis OPT yang ditargetkan. Dari sisi keamanan, uji toksisitas terhadap mamalia menunjukkan bahwa ekstrak kirinyuh relatif aman dengan nilai LD₅₀ di atas 2.000 mg/kg dan efek samping yang minimal. Senyawa bioaktif dalam ekstrak tersebut mudah terurai secara alami dan tidak meninggalkan residu berbahaya pada lingkungan dan hasil panen, sehingga mendukung pertanian berkelanjutan. Kesimpulannya, ekstrak daun kirinyuh memiliki potensi besar sebagai pestisida nabati multifungsi yang efektif dan lebih aman dibandingkan pestisida sintetis. Namun, diperlukan standar dosis, formulasi yang stabil, dan evaluasi toksisitas lanjutan untuk memastikan keamanan dan efektivitas pada aplikasi skala lapangan.

References

Ahmad, M. F., Ahmad, F. A., Alsayegh, A. A., Zeyaullah, M., AlShahrani, A. M., Muzammil, K., ... & Hussain, S. (2024). Pesticides impacts on human health and the environment with their mechanisms of action and possible countermeasures. Heliyon, 10(7).

Anyanwu, S., Inyang, I. J., Asemota, E. A., Obioma, O. O., Okpokam, D. C., & Agu, V. O. (2017). Effect of ethanolic extract of Chromolaena odorata on the kidneys and intestines of healthy albino rats. Integrative Medicine Research, 6(3), 292–299. https://doi.org/10.1016/j.imr.2017.06.004

Muliani., Mutaqin, Z., & Ardianti, N. (2024). Potensi ekstrak tanaman kirinyuh sebagai insektisida nabati untuk pengendalian Oryctes rhinoceros L. Agrivet, 12(2), 282–290.

Asomugha, R. N., Ezejiofor, A. N., Okafor, P. N., & Ijeh, I. I. (2015). Acute and Cytotoxicity Studies of Leaf Extracts of Chromolaena odorata. Pakistan Journal of Biological Sciences, 18(1), 46–49. https://doi.org/10.3923/pjbs.2015.46.49

Diba, F., Nauli, U. R., Winarsih, W., & Oramahi, H. A. (2022). The Potency of Kirinyuh and Kemangi Leaf as Biopesticide against Schizophyllum commune. Jurnal Biologi Tropis, 22(1), 304–314. https://doi.org/10.29303/JBT.V22I1.3023

Eriadi, A., Arifin, H., & Nirwanto, N. (2016). Uji toksisitas akut ekstrak etanol daun kirinyuh pada mencit putih jantan. Jurnal Farmasi Higea, 8(2), 122–132.

Gultom, E. S. (2020). Eksplorasi metabolit sekunder daun kirinyuh dengan GC–MS. Biosains.

Gunstone, T., Cornelisse, T., Klein, K., Dubey, A., & Donley, N. (2021). Pesticides and soil invertebrates: A hazard assessment. Frontiers in Environmental Science, 9, 643847.

Huzni, M., Rahardjo, B. T., & Tarno, H. (2015). Uji laboratorium ekstrak kirinyuh sebagai nematisida nabati terhadap Meloidogyne spp. Jurnal HPT, 3(1), 93–101.

Istriningsih, Dewi, Y. A., Yulianti, A., Hanifah, V. W., Jamal, E., Dadang, Sarwani, M., Mardiharini, M., Anugrah, I. S., Darwis, V., Suib, E., Herteddy, D., Sutriadi, M. T., Kurnia, A., & Harsanti, E. S. (2022). Farmers' knowledge and practice regarding good agricultural practices (GAP) on safe pesticide usage in Indonesia. Heliyon, 8(1), e08708. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e08708.

Maharani, I., Ulmillah, A., & Kuswanto, E. (2021). Kombinasi ekstrak alang-alang dan kirinyuh pada gulma Ageratum conyzoides di kebun kopi. Organisms, 1(1), 1–13.

Meidiawati, C., Zuhri, U. M., Keban, S. A., & Winarti, W. (2018). Kadar flavonoid total dan toksisitas akut daun Afrika. JIIS, 3(2), 294–303.

Muhammad, F. F. (2023). Uji bioaktivitas ekstrak daun kirinyuh terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Odeyemi, I. S., Afolami, S. O., & Daramola, F. Y. (2014). Evaluation of Tithonia diversifolia and Chromolaena odorata residues for management of Meloidogyne incognita on cowpea. Journal of Agricultural Science and Environment, 14(1), 73–81. https://doi.org/10.51406/JAGSE.V14I1.1252

Ogbonnia, S., Mbaka, G., Anyika, E., Osegbo, O., & Igbokwe, N. (2010). Acute and subchronic toxicity of hydro-ethanolic extract of Chromolaena odorata. Agriculture and Biology Journal of North America, 1(5), 859–865.

Okafor, C. S., Amuluche, E., Ezinwa, C. S., Nnabuenyi, L. L., & Okafor. The Effect of the Ethanolic Extract of Chromolaena odorata on the Liver of Wistar Rats. (n.d.). bioscientistjournal.com.

Palit, F. B., Rampe, H. L., & Rumondor, M. (2019). Intensitas serangan akibat hama pemakan daun setelah aplikasi ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Ilmiah Sains, 99-104.

Pamungkas, O. S. (2017). Bahaya paparan pestisida terhadap kesehatan manusia. Bioedukasi, 14(1).

Pebriani, T. H., Sari, W. K., & Kristantri, R. S. (2023). Formulasi dan uji iritasi spray gel kulit kayu manis. Parapemikir, 12(1), 46–54.

Pimentel, D. (1995). Amounts of pesticides reaching target pests: environmental impacts and ethics. Journal of Agricultural and Environmental Ethics, 8(1), 17–29.

Poonpaiboonpipat, T., Krumsri, R., & Kato‐noguchi, H. (2021). Allelopathic and herbicidal effects of crude extract of Chromolaena odorata. Plants, 10(8). https://doi.org/10.3390/PLANTS10081609

Purwati, S., Jailani, J., & Masitah, M. (2024). Metabolit sekunder akar wangi dan potensinya sebagai insektisida nabati. Partner, 29(2), 149–158.

Putri, A. Y. (2018). Uji aktivitas antifungi dan fitokimia metabolit sekunder Trichoderma sp. terhadap Colletotrichum sp. dan Fusarium oxysporum.

Raharjo, S. (2021). Buku Pintar Penanggulangan OPT. Diva Press.

Sari, V. I., Hafif, R. A., & Soesatrijo, J. (2017). Ekstrak gulma kirinyuh (Chromolaena odorata) sebagai bioherbisida pra tumbuh untuk pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit. Jurnal Citra Widya Edukasi, 9(1), 71-79.

Sefina, N., Chatri, M., Advinda, L., Hilda Putri, D., & lainnya. (2025). Literature Review: Senyawa Aktif Tumbuhan sebagai Pestisida Nabati. Jurnal Biosense, 8(1), 62–75.

Senen, M. A., Leiwakabessy, C., Lamerkabel, J. S., & Uruilal, C. (2022). Studi Kerusakan Tanaman Sawi (Brassica sp) dan Selada (Lactuca sativa L) Akibat OPT pada Sayuran Hidroponik di Kota Ambon. Jurnal Pertanian Kepulauan, 6(1), 9-22.

Sengupta, R., & Dash, S. S. (2024). Allelopathic impact of C. odorata on local crops in Mizoram. Research in Ecology, 6(3), 12–21.

Shekhar, C., Khosya, R., Thakur, K., Mahajan, D., Kumar, R., Kumar, S., & Sharma, A. K. (2024). A systematic review of pesticide exposure and health impacts. Toxicology Reports, 13, 101840.

Suryaningsih, S., Rochman, N., & Adi, S. (2017). Repellent Ability Of Lerak (Sapindus Rarak Dc) Fruit Extract And Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Leaf Extract On Callosobruchus maculatus F. JURNAL AGRONIDA, 3(1).

Suyanti, A. P., Mariana, M., & Rosa, H. O. (2020). Pengaruh pemberian beberapa ekstrak gulma lahan pasang surut dalam menghambat Colletotrichum sp penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai rawit. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 3(2), 215-225.

Syahruramadhan, M., Yanti, N. A., & Darlian, L. (2016). Aktivitas antijamur ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamck.) dan daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap Candida albicans dan Aspergillus flavus. J Ampibi, 1(2), 7-12.

Syofiani, R., & Islami, S. (2021). Pengaruh kompos kirinyuh terhadap sifat tanah dan hasil jagung. Jurnal Agrium, 18(1).

Tedjasulaksana, R., & Ratmini, N. K. (2023). Toxicity of kirinyuh leaf ethanol extract on white rats. Biomedical and Pharmacology Journal, 16(2), 927–934.

Uyi, & Adetimehin, O. (2018). Efficacy of stem powder of C. odorata against Callosobruchus maculatus. JASEM, 22(3), 379–385.

Wulandari, L., Umam, K., & Winarti, W. (2023). Potensi ekstrak daun kirinyuh menghambat bakteri patogen. Bioscience-Tropic, 8(2), 18–31. https://doi.org/10.33474/E-JBST.V8I2.497

Yulia, E., Widiantini, F., & Susanto, A. (2020). Manajemen aplikasi pestisida bijak pada kelompok tani. Kumawula, 3(2), 310–324.

Zumani, D., & Ayu Wijayanti, T. (2024). Potential of Kirinyuh Leaf Extract in Controlling Bidens pilosa and Eleusine indica. JIST, 5(12), 6091–6106.

Downloads

Published

2025-12-27