PENERAPAN ATTENTION TRAINING TECHNIQUE TERHADAP PENURUNAN HALUSINASI PENDENGARAN PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.51985Keywords:
Halusinasi Pendengaran, Gangguan presepsi sensori, asuhan keperawatan jiwa, attention training technique.Abstract
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu bentuk gangguan persepsi sensori yang paling sering dialami oleh pasien dengan skizofrenia. Kondisi ini ditandai oleh munculnya persepsi suara tanpa adanya rangsangan eksternal nyata, yang menyebabkan pasien kesulitan membedakan antara stimulus nyata dan tidak nyata. Hal ini dapat memicu kecemasan, perilaku maladaptif, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Intervensi nonfarmakologis yang efektif diperlukan untuk membantu pasien mengontrol gejala halusinasi dan meningkatkan fungsi adaptif mereka. attention araining technique (ATT) merupakan salah satu pendekatan terapi kognitif yang bertujuan membantu pasien mengalihkan fokus perhatian dari stimulus internal, seperti suara halusinasi, menuju stimulus eksternal yang lebih adaptif. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan Attention Training Technique terhadap penurunan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan satu responden, Tn. RA, yang dirawat di Ruang Cakalele UPTD Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan dalam dua sesi ATT yang difokuskan pada peningkatan kemampuan pasien mengontrol perhatian dan mengurangi respons terhadap halusinasi. Hasil penelitian evaluasi menunjukkan penurunan jumlah gejala halusinasi dari delapan gejala (66,7%) sebelum intervensi menjadi lima gejala (41,7%) setelah dua sesi terapi, menunjukkan perbaikan kemampuan pasien dalam mengalihkan perhatian dari stimulus internal. Kesimpulan penerapan attention araining technique efektif dalam mengurangi gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia.References
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). American Psychiatric Publishing.
Carter, K. E., & Wells, A. (2018). Effects of the attention training technique on auditory hallucinations in schizo-affective disorder: A single case study. Case Reports in Psychiatry, 2018, 1537237. https://doi.org/10.1155/2018/1537237
Clark, D. A., Wells, A., & Papageorgiou, C. (2019). Attention training and cognitive control in patients with psychosis: A clinical study. Journal of Cognitive Psychotherapy, 33(2), 87–102. https://doi.org/10.1891/0889-8391.33.2.87
Dewi, R. (2023). Strategi koping pasien skizofrenia terhadap halusinasi pendengaran: Studi deskriptif. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia, 7(1), 25–33.
Herawati, D., & Afconneri, F. (2020). Gambaran karakteristik pasien skizofrenia berdasarkan jenis kelamin dan usia di Rumah Sakit Jiwa X. Jurnal Keperawatan Jiwa, 5(2), 45–52.
Herlina, S. (2024). Pola halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di Indonesia: Studi kuantitatif. Jurnal Psikologi Klinis, 11(1), 15–24.
Kaligis, Y. A., & Keles, F. F. F. (2025). Evidance Based Practice penerapan expressive writing therapy dalam mengontrol halusinasi pada gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 4(2)
Kaligis, Y., & Wardaningsih, S. (2023). Increasing Care for Patients with Mental Disorders Thought Community Empowerment: A Literature Review. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2). doi:https://doi.org/10.30604/jika.v8i2.1831
Madani, M., Sabet, F. H., & Borjali, A. (2023). The effect of attentional avoidance, attentional focusing, and mindfulness on the frequency of voice-hearing and associated distress in people with schizophrenia: A randomized controlled trial. Iran Journal of Psychiatry, 18(2), 108–118. https://doi.org/10.18502/ijps.v18i2.12361
Manado Post. (2025, Maret 15). RSJ Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang catat jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan. Manado Post. https://www.manadopost.id
Monei, R., Sulistyo, H., & Wulandari, P. (2023). Efektivitas terapi attention training terhadap pengenalan halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di RSJ Ratumbuysang Manado. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia, 6(2), 55–63.
Nahar, S., Rahman, M., & Alam, M. (2022). Effectiveness of attention training technique on auditory hallucinations: A meta-analysis. Asian Journal of Psychiatry, 72, 103076. https://doi.org/10.1016/j.ajp.2022.103076
Papageorgiou, C., & Wells, A. (2000). Attention training in the treatment of depression: A cognitive control approach. Behaviour Research and Therapy, 38(10), 983–991. https://doi.org/10.1016/S0005-7967(99)00131-6
Prastiwi, R., & Apriliyani, D. (2025). Teknik menghardik sebagai strategi distraksi halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia: Studi kasus. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 9(1), 15–23.
Riskesdas. (2018). Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id
Swyer, R., Freeman, D., & Garety, P. (2020). Improving attention control in psychosis: Mechanisms and clinical implications. Schizophrenia Research, 222, 124–131. https://doi.org/10.1016/j.schres.2020.07.005
Utami, I., Hidayati, R., & Wasniyati, N. (2024). Efektivitas terapi musik klasik dalam menurunkan frekuensi halusinasi pada pasien skizoafektif. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia, 6(1), 35–44.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240060380
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yosua Aldrin Kaligis, Verra Karame, Michelle Kairupan, Oktavia Vidita Bujung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


